
...Di Rumah...
Alaram sudah berbunyi hampir 3 kali tapi pasangan suami istri ini tidak juga bergerak untuk mematikan alaramnya, akhirnya sinar mentari lah yang mampu membangunkan Diandra, dan betapa terkejutnya ia saat dia tahu ada satu tangan yang menimpah tubuhnya. dan dapat di pastikan tangan itu milik suaminya Raynald, tanpa mengubah posisi sedikit pun Diandra mencoba mengingat apa yang sudah terjadi tadi malam dan betapa malunya ia saat sadar bahwa dialah yang pertama meminta tidur di peluk suaminya.
"sudah bangun kenapa tidak membangunkan ku juga" suara parau Raynald membuyarkan lamunan Diandra tentang semalam.
"ihhhh kak Raynald ngagetin aja" saut Diandra
"kok kaget, lagi ngelamunin apa emang? atau kamu lagi menikmati pelukan kita ini" canda Raynald yang mampu membuat pipi istrinya bersemu merah....
"apaan sihhh, enggak kok.... sudah ahhh aku mau mandi dulu setelah itu masak" saut Diandra sambil jalan ke arah kamar mandi.
45 menit kemudian Diandra sudah selesai mandi, dan ternyata dia lupa membawa baju ganti,
"haduhhhh bagaimana ini, aku lupa lagi membawa baju ganti.... ini pasti kak Raynald masih ada di tempat tidur, masa iya aku keluar dengan menggunakan handuk saja" celoteh Diandra sambil memukul mukul kotak sabun yang ada di kamar mandi.
akhirnya dia dia nekat keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya, dan benar saja Raynald masih ada di tempat tidur sedang menyandarkan badannya dan main hp. melihat pemandangan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya Raynald cukup terkejut dan dia tidak lagi bisa mengkondisikan matanya sendiri, sehingga bola matanya selalu mengikuti kemana Diandra berjalan
~Diandra apa kamu sengaja menggodaku, memang tidak bisa aku pungkiri kalau kali ini aku benar-benar tergoda dengan caramu ini?~ suara hati Raynald
__ADS_1
"kak Raynald buruan mandi, jangan lihatin aku terus, aku mau ganti baju. buruan masuk ke kamar mandi" suara Diandra yang menyadarkan Raynald dari fikiran yang gak tahu lagi mengarah ke mana.
"kalau kamu mau ganti baju, yahhh gantilah sekarang. apa kamu takut ganti baju di depan suami mu sendiri, bukannya semalam kita tidur dengan sangat nyenyak sambil berpelukan satu dengan yang lain" balas Raynald yang mampu membuat mata Diandra melotot, dan pipinya kembali memerah
"KAK RAYNALD BURUAN MANDI SANA, BADAN KAKAK SUDAH BAU TAUUUU.... CEPETTT SANA" sambil mendorong tubuh Raynald ke dalam kamar mandi.
setelah selesai memakai baju dan menyiapkan baju untuk Raynald, akhirnya Diandra keluar dari kamar dan pergi ke dapur, pastinya untuk memasak dan juga menyiapkan kopi untuk suaminya. tidak bisa di pungkiri masakan Diandra adalah masakan terenak yang pernah Raynald makan selama ini, bahkan Raynald melarang pembantunya untuk memasak, karena Raynald sudah terbiasa dengan masakan dari tangan istrinya. setelah menunggu kurang lebih 1 jam akhirnya Raynald turun dan ikut bergabung di meja makan.
"pagi" sapa Raynald untuk istrinya
"pagi juga kak" balasan dari Diandra untuk suaminya
"ikut aku keluar sebentar yahhh, mumpung hari libur. ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, kita jalan-jalan sambil mencari udara segar" ajakan Raynald, yang langsung di jaweb dengan anggukan kepala oleh Diandra.
"ini kan kantor kakak, ngapain kita ada di sini" tanya Diandra yang tidak di jawab oleh Raynald, dan Raynald hanya menarik tangan istrinya menuju lantai teratas di kantor tersebut, dan Raynald mulai menekan manaruh sidik jarinya dan menekan sebuah kode angka untuk untuk membuka pintu tersebut.
setelah pintu sudah terbuka mata Diandra di manjakan dengan pemandangan yang sangat indah dari pusat kota
"WAHHHHHH KAKKK INI BAGUS BANGET..... KAKAK SENGAJA MENYEMBUNYIKAN TEMPAT INI YAHHH, AKU GAK PERNAH TAU TEMPAT SEINDAH INI KAK" teriak Diandra sambil berlarian kesana kemari
__ADS_1
setelah capek lari kesana kesini, Diandra memilih berhenti dan merentangkan tangannya untuk merasakan angin yang berhembus melewati tubuhnya, dan betapa terkejutnya saat Diandra merasakan ada sepasang tangan yang tiba-tiba memeluknya dari belakang
"kak Raynald kenapa ti tiba-tiba me..memeluk ku" sambil terbatah batah Diandramencoba bertanya.
"maafin aku din, aku tidak bermasuk meninggalkan kamu lama kemarin, tapi tiba-tiba saja para dosen mengajak untuk makan malam. maafin aku tidak
bisa menjaga kamu dan melindungi kamu" ucapan maaf dari Raynald yang hanya di balas senyum oleh Diandra.
"din aku mulai suka sama kamu, aku cinta sama kamu. saat melihat kamu ketakutan kaya kemarin itu cukup membuat aku sakit hati dan marah pada diriku sendiri, karena merasah lalai untuk menjaga istriku sendiri" tidak di sadari Raynald telah mengatakan semua isi hatinya.
seketika buliran bening membasahi pipi cantik milik Diandra, dia tidak pernah menyangkah kalau orang yang dia cintai selama ini juga mencintai dia
"kakak gak usah minta maaf sama aku, itu semua bukan salah kakak. akunya saja yang terlalu manja tidak bisa di tinggal sendirian dirumah, aku yang seharusnya minta maaf sama kakak" ucap Diandra yang juga terhanyut dalam suasana.
"aku juga cinta sama kakak, aku juga sayang sama kakak. aku bahagia banget memiliki kakak sebagai pasangan hidup ku, jangan pernah tinggalkan aku kak" diandra langsung memeluk suaminya dan bersembunyi di dada bidang milik suaminya itu.
akhirnya mereka sudah mengutarakan perasaan masing-masing, dan tetap hubungan ini akan menjadi rahasia mereka dan orang terdekat meraka saja, karena Diandra tidak ingin menjadi bahan gosip untuk teman-temannya di kampus. kini mereka saling memandang dan tersenyum bahagia karena perasaan mereka berbalas, Diandra sangat mencintai Raynald suaminya dan sebaliknya Raynald juga sangat mencintai Diandra istrinya. tanpa mereka sadari kapan perasaan itu muncul dan berkembang di hati masing-masing.
__ADS_1