Suamiku Yang Terhebat

Suamiku Yang Terhebat
BAB 16


__ADS_3

akhirnya Diandra memakaikan baju pada tubuh suaminya itu, dan mencoba mengangkat tubuh Raynald yang tergeletak di lantai agar berpindah di kasur. setelah itu Diandra memanggil dokter Ramma agar segera datang ke rumah untuk memeriksa keadaan Raynald


tak lama akhirnya dokter Ramma datang dan memeriksa tubuh Raynald.


"dok gimana keadaan suami saya" tanya Diandra


"tenang aja Dra suami kamu gak papa... cuma dia kecapekan saja, dan terlalu banyak beban fikiran yang dialami suami kamu. ini aku kasih resep obat di minum setiap pagi dan mau tidur yahh selama 3 hari, kalau panasnya belum turun juga kamu bawa ke rumah sakit untuk di cek darah" kata dokter ramma sambil memberikan sambil memberikan resep obat pada Diandra


"yahh sudah, aku pamit balik ke rumah sakit dulu yahhh, ini kamu kompres sambil kasih bau bau yang menyengat agar suami kamu cepat sadar" kata dokter ramma


"iya dok makasoh yahh... saya antar dokter" ucap Diandra


setelah mengantar dokter ramma sampai ke mobilnya, Diandra langsung masuk rumah lagi mencari bi ina untuk minta tolong agar menebus obat yang di kasih dokter ramma.


"bi ina.... bi aku minta tolong yahh cepat bibi tebus obat ini di apotik biasanya yahhh... bibi minta antar pak tarjo aja naik mobil biar cepat" ucap Diandra sambil ngasih resep ke bi ina

__ADS_1


"iya non... bibi berangkat sekarang" jawab bi ina


"iya bi hati-hati... kalau sudah langsung kasih saya yah bi, saya tunggu di kamar" ucap Diandra sambil meninggalkan bi ina untuk kembali ke kamar


Diandra lalu mengambil baskom yang di isi dengan air hangat untuk mengompres Raynald dan Diandra sesekali mengoleskan minya kayu putih di hidung Raynald agar dia cepat sadar. setelah beberapa saat akhirnya Raynald sadar dan mulai membuka matanya lalu dia melihat mata sembab Diandra yang habis nangis.


"syukurdehh kakak bangun juga... aku khawatir banget waktu lihat kakak pingsan... apa yang kakak rasakan? yang mana yang sakit? kakak mau minum? atau mau makan? " suara Diandra yang tidak bisa menyembunyikan ketakutannya


"banyak banget sihhh pertanyaannya... binggung kakak mau jawab yang mana dulu... heheheh" Raynald yang mencoba menghibur istrinya


melihat istrinya menangis Raynald jadi tidak tega dan akhirnya bangun dan memeluk tubuh istrinya dengan erat sampai suara tangisannya tidak terdengar lagi.


"kakak gak papa sayang... sudah dong jangan nangis kaya gini... kakak butuh kamu senyum agar bisa jadi obat kakak" hibur Raynald pada diandra


mendengar itu akhirnya Diandra mencoba tersenyum untuk suaminya...

__ADS_1


" gitu dong... senyum kakak jadi punya energi baru saat lihat senyuman ini untuk kakak, senyuman dari istri kakak yang paling kakak sayang. senyum begini terus yahhh jangan nangis" ucap Raynald sambil mengelus pipi Diandra


"aku tinggal keluar sebentar yahh kak... aku mau buatin bubur buat kakak makan, setelah itu minum obat lalu kakak istirahat dulu jangan ke kampus, untuk sementara ini 3 hari ke depan kakak tidak boleh kerja harus istirahat di rumah" pinta Diandra


"hahhh 3 hari? tapi kerjaan kakak masih banyak di kampus. kakak sudah gak papa mungkin besok kakak akan kembali ke kampus" saut Raynald


"enggak... kali ini kakak harus nurut sama aku... tubuh kakak masih sangat lemah, butuh istirahat dan jangan bandel. untuk urusan kampus biar nanti aku yang urus, aku tadi sudah bilang sama pengurus yayasan agar menggantikan kakak selama 3 hari ini dan membantu kakak menyelesaikan tugas yang menumpuk di kampus... " jawab Diandra dengan nada yang tegas


"TAPI... " ucap Raynald yang langsung di potong sama Diandra


"tidak ada tapi-tapi. aku tidak ingin di banta... dan kakak harus nurut sama aku kali ini kalau tidak aku akan pergi dari rumah ini dan gak mau lagi tinggal sama kak Raynald lagi" ucap Diandra yang mencoba mengancam Raynald


"iya...iya.. kakak ngalah... tapi kakak mohon jangan pernah tinggalkan kakak dan jangan di tekuk gini dong mukanya, mana senyum yang katanya selalu ada buat kakak" ucap Raynald


"iya... yah udah aku tinggal buatkan kakak bubur dulu yahhh" ucap Diandra sambil berdiri dan ingin pergi ke dapur, tapi baru satu langkah saja tiba-tiba tangan Diandra di tarik Raynald sehingga membuat Diandra jatuh di pelukan Raynald. lalu mata mereka saling memandang dan Reynald langsung mencium kening Diandra dan bilang"jangan pergi, aku butuh kamu sekarang, biar bibi yang buat sarapan hari ini, aku cuma butuh kamu di sampingku saat ini" Raynald yang memohon pada Diandra dan di jawab dengan senyuman dan anggukan kepala saja.

__ADS_1



__ADS_2