
dilain sisi Raynald yang bingung karena sampai malam Diandra belum juga pulang dan hp nya tidak aktif, sedangkan para penjaga yang di tugaskan untuk mengawal Diandra juga tidak bisa di hubungi.
setelah sekian lama menunggu akhirnya Raynald mendapatkan informasi dari salah satu pengawalnya, kalau sekarang dia lagi ada di rumah sakit untuk menemani rekannya yang mengawal Diandra tadi.
(pengawal : selamat malam tuan, saya lagi di rumah sakit karena para pengawal nyonya Diandra tadi terkena tembakan dari orang yang tidak di kenal)
(Raynald : APAAA.... RUMAH SAKIT MANA? DAN BAGAIMANA ISTRI SAYA SEKARANG) dengan nada panik
(Pengawal : Rumah sakit xxxxx tuan, tapi saya tidak melihat nyonya di tempat kejadian tadi)
tanpa menjawab Raynald langsung pergi ke rumah sakit tersebut, untuk menemui pengawal yang terluka. karena dia juga sangat menghawatirkan keadaan Diandra srkarang.
"DIMANA PENGAWAL PENGAWAL ITU" ucap Raynald dengan nada yang keras
"mereka masih di dalam tuan, sedang menjalankan pemeriksaan. tadi waktu saya datang, mereka sudah tergeletak dan bersimbah dar*h " jawab pengawal
tak lama dokter yang merawat para pengawal sudah keluar dari ruang penanganan, dan dengan segera Raynald mendekat ke dokter itu
"bagaimana keadaan mereka dok" tanya Raynald
"apa anda keluarga dari pasien" tanya dokter balik ke Raynald
"iya dok, saya yang bertanggung jawab di sini" jawab Raynald
"keadaan pasien sudah cukup baik, dan beruntung mereka langsung di bawa ke sini sehingga mereka tidak kehilangan banyak dar*h, mereka sudah bisa di kunjungi sekarang" jawab dokter
"baik dok terimakasih" ucap Raynald dan langsung masuk kedalam ruangan tempat ke 3 penjaga Diandra di rawat
"tuan Raynald" ucap salah satu penjaga yang sudah siuman dan langsung memposisikan diri untuk duduk
__ADS_1
"sudah jangan di paksa, kalau memang belum kuat lebih baik berbaring saja" kata Raynald
"tidak apa-apa tuan.. maaf kami lalai dalam menjaga nyonya muda tuan. dan sekarang nyanya dan ke tiga temannya ada di tangan mereka tuan" kata penjaga tersebut
"apa maksud kamu, mereka siapa?" ucap Raynald dengan tegas dan tangan yang sudah mengepal
"kami juga tidak tau mereka siapa tuan, tiba-tiba mobil yang di bawa nyonya berhenti karena kempes dan saat nyonya dan ke tiga temannya keluar mobil, mereka semua di pukul dari belakang sehingga mereka tidak sadarkan diri tuan. saat kami tau kejadian itu, kami langsung menghajar mereka dan berusaha menyelamatkan nyonya dan teman-temannya tapi tidak di sangka kalau salah satu dari mereka membawa pistol dan langsung menembakan ke arah kami tuan, dan mereka langsung membawa kabur nyonya dan ke tiga temannya...tuan maafkan kami, kami siap untuk di hukum" penjelasan panjang lebar dari salah satu pengawal
"kalian istirahat, jangan memikirkan masalah ini, fokus sama kondisi kalian saja. biar masalah ini saya yang bereskan, dan saya tidak bisa tinggal diam kalau sudah urusan Diandra" ucap Raynald yang sudah siap untuk menghabisi musuh-musuhnya
Raynald pergi meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantornya untuk mencari tau dimana keberadaan Diandra dan temannya itu. di perjalanan Raynald sempat ngasih kabar tentang penculikan Diandra ini sama papinya, dan sudah di pastikan kalau papinya langsung balik ke indonesia dengan menggunakan pesawat pribadi agar lebih cepat sampai.
Raynald sudah berada di kantornya dan lagi mengumpulkan semua anak buah yang dia miliki, bahkan ada beberapa di antara mereka menjabat sebagai jendral polisi. kini mereka sudah berkumpul di dalam hall room yang sangat luas dan di isi dengan para pria gagah, tinggi, besar, garang dan pastinya mereka semua menggunakan baju serba hitam
"cari keberadaan istri saya, telisik semua tempat yang di lewati istri saya siang tadi, rekap hasil sadapan dari hp Diandra,Rara, Raisa dan karina, cari hal-hal yang mencurigakan dan kembangkan itu. ingat jangan sampai terlewatkan walaupun itu hanya kabar angin" kata Raynald dengan nada yang tegas dan penuh Amara
"SIAPP TUAN" jawab serentak semua yang ada di ruangan tersebut
"SIAP LAKSANAKAN " saut seluruh anak buah yang ada di ruangan tersebut
akhirnya wijaya datang ke kantor Raynald dengan membawa pasukan yang tidak kalah banyak, bahkan bisa di bilang kini ruangan tersebut sangat penuh deng gerombolan para pria yang siap untuk berperang, Raynald dan wijaya selalu berusaha santai dalam menghadapi kasus ini, tapi itu sangat berbeda dengan perasaannya yang kini sangat khawatir akan keadaan Diandra.
******
Diandra dan ketiga temannya kini sangat marah dah mengutuk lisa, mereka tidak menghawatirkan keadaan mereka lagi tapi kini yang ada di fikiran mereka hanyalah keadaan Karina di dalam sana, karena setelah bunyi ledakan pistol itu karina sudah tidak terdengar teriak lagi. dan mereka sudah memohon untuk membawa karina ke rumah sakit, namun lisa dan anak buahnya tidak mengindahkan suara Diandra.
kini posisi Diandra, Rara, dan Raisa berdiri berdampingan, dengan tangan yang di ikat kencang ke atas, dan kaki di ikat rantai yang dapat menyengatkan listrik jika mereka bergerak dengan kencang.
"woyyyy lisa.... kalau loe punya dendam sama GW...yahh udah lo siksa GW sendiri aja tidak pa-pa, lepasin sahabat-sahabat GW. mereka tidak tau apa apa, ini masalah kita bukan masalah mereka" teriak Diandra
__ADS_1
"enggak Dra, kita disini sahabat masalah loe adalah masalah kita juga Dra" Teriak Rara
"iya kita bukan hanya sahabat tapi kita sudah jadi saudara Dra... kita hadapin wanita bejat ini bareng-bareng, GW gak pernah takut mati Dra GW lebih takut kalau kehilangan kalian di hidup GW" jawab Raisa
"Hahahahaha Diandra Diandra Diandra... GW memang dendam sama Loe, tapi Ada 1 orang yang Dendam dengan kalian SEMUAA, jadi terpaksa dehh kita akan habisi kalian semua disini HA HA HA HA" jawab lisa dengan bangga
"GW MOHONNN MANA KARINA SEKARANG... SELAMATKAN DIA...JANGAN APA APA IN DIA...... " teriak Diandra yang sudah penuh dendam dan muak
"GW DI SINI" saut dari dalam ruangan yang mambuat Diandra dan ke 3 temannya terkejut dan menoleh
"karina... karina kamu tidak apa apa kan kar" ucap Rara
"KALIAN GAK USAH SOK BAIK SAMA GW... kalian tauuuuu.... hahhh... KALIAN TAU GAKKK... KALAU GW YANG SUDAH MERENCANAKAN INI SEMUA BERSAMA BU LISA... HAHAHAHAHA" jawab karina dengan bangga
Diandra, Rara dan Raisa hanya terdiam dan menangis melihat kalau sahabat yang sudah di anggap sebagai saudaranya itu bisa berbuat sekeji ini.
"karina.... kenapa kamu lakukan ini kar... apa salah kita sama kamu" ucap Diandra sambil menangis
"kar.... kita sudah berteman sangat lama, kita susah seneng bareng...kenapa kamu jadi seperti ini" saut Rara yang juga sambil menangis
"karina... kita ini saudara... kita semua sayang sama kamu" saut Raisa yang juga sedang nangis
"SAUDARA...? SUSAH SENENG BARENG...? GW GAK LAGI SALAH DENGERKAN.... LOE SEMUA GAK TAU BETAPA MENDERITANYA GW, LOE GAK TAU BETAPA SENGSARANYA GW.... YANG KALIAN TAU ITU HANYA SENENG-SENENG, BELANJA, KETAWA-TAWA... ITU YANG KALIAN TAU.... " ucap karina sambil teriak dan memegang pipi Diandra lalu membuangnya dengan keras
"maksud loe itu menderita apa? loe gak pernah bilang ke kita tentang masalah loe karina.... setiap kita tanya loe kenapa, loe hanya bilang tidak apa-apa kan.... KITA TAUUU KARINA KALAU LOE SEDANG SEDIH ITU KITA TAU.... mangkanya kar... kita selalu ajak loe jalan, seneng-seneng biar loe bisa lupa sama masalah loe" jawab Diandra yang sudah terpancing emosinya
"sekarang mau loe apa karina... loe mau habisin kita semua iya... loe mau habisin keluarga loe sendiri yang sudah bareng sama loe bertahun-tahun.. iya" saut Raisa
__ADS_1
"habisin kar... bunuh kita... bunuh kar... itu kan mau loe sekarang... BUNUH KITA SEKARANG KARINA... asal loe tau yahh... kita tidak pernah menyesal walaupun kita mati di sini karena kita mati di tangan sahabat kita sendiri yang sudah kita anggap saudara kandung" ucap Rara
Diandra, Rara dan Raisa sudah tidak bisa membendung lagi air matanya... mereka terus menangis karena mereka benar-benar tidak menyangka akan hal ini.