
Raynald dan papi wijaya kini sudah menemukan titik lokasih keberadaan Diandra dan teman-teman nya, bahkan mereka juga tau kalau dalang dari penculikan ini adalah lisa dan karina yang tidak lain adalah dosen dan sahabatnya Diandra sendiri.
Raynald sudah membawa pasukannya dan papi wijaya juga sudah membawa pasukannya untuk segera mengepung mereka, ada yang lewat udara dan ada pula yang lewat darat, bahkan mereka semua membawa senjata sendiri-sendiri.
Di saat karina ingin mebembak Diandra tiba-tiba pintu gudang itu di dobrak secara paksa oleh beberapa orang, dan membuat lisa dan karina kaget kenapa tiba-tiba banyak sekali orang, Diandra yang tau kalau orang-orang itu adalah anak buah papinya dan suaminya membuat Diandra tersenyum .
"kanapa kamu tersenyum hahh...jangan harap kalian semua bisa lolos begitu saja" ucap katrina
"karina... karina... kamu itu salah target, kamu sudah berteman sama aku sudah sangat lama... apa kamu lupa kalau aku adalah anak seorang mafia yang sangat di takuti, mereka yang tidak akan membiarkan kalian berdua bisa bernafas dengan tenang sekarang" ucap Diandra
"karina ini bagaimana? kenapa kamu tidak bilang kalau papi diandra adalah seorang mafia, kita sama aja bunuh diri kalau gini caranya" ucap lisa yang sudah merasa terdesak karena sudah banyak sekali orang yang berhasil masuk ke dalam markas mereka
karena merasa terdesak, karina langsung mengarahkan pistol ke kepala diandra dan mengancam kalau ada yang berani mendekat dia akan menembakan pistol itu di kepala diandra.
"karina.... jangan kar.... diandra sahabat kita, kamu jangan macem macem kar" ucap rara
"STOP" teriak raynald dan langsung berjalan membela kerumunan anak buahnya
__ADS_1
"pak raynald" "pak raynald" ucap karina dan lisa
"karina saya tidak menyangka kalau kamu berani berbuat seperti itu sama istri saya, saya kira kamu gadis yang baik ternyata kamu Brengsek juga" ucap Raynald
lisa langsung mengumpulkan anak buahnya yang kira-kira berjumlah 100 orang tapi itu masih kala dengan anak buah yang di bawa raynald dan wijaya jika di satukan maka berkisar 1000 orang yang ada di darat itu belum terhitung yang ada di udara menggunakan helikopter
SERANGGGGGG
DORRRRRR.... suara tembakan yang diarahkan wijaya tepat di jantung karina, dan lisa yang melihat karina sudah terkapar dersimba darah membuatnya takut dan langsung lebih memilih lari mencari tempat yang aman.
"KARINAAAAA" teriak diandra, rara dan raisa
"papiiii kita bawa karina ke rumah sakit sekarang piii Diandra mohon sama papi" ucap diandra yang langsung di setujui sama wijaya
raynald memeluk tubuh istrinya yang sedang nangis, dan terus berusaha menenangkan Diandra, karina ada di mobil ambulan dan diandra, rara, raisa berada satu mobil dengan raynald dan wijawa, mereka sama-sama berangkat ke rumah sakit untuk melihat kondisi karina. walaupun karina sudah jahat dan kejam sama mereka bertiga, tapi mereka bertiga tidak pernah marah dan dendam sama karina, mereka masih menginginkan karina yang dulu yang bisa menjadi sahabat saat susah dan senang.
*****
__ADS_1
"DOK gimana keadaan sahabat saya" ucap diandra saat dokter keluar dari dalam UGD
"maaf mbak, kita sudah berusaha sebaik mungkin, tapi tuhan berkehendak lain, sahabat mbak sudah meninggal dunia" penjelasan dokter
"TIDAKKKKK...... KARINAAAA" teriak diandra dan ke tiga sahabatnya yang sudah histeris mendengar kabar kepergian karina
******
hari berkabung di kampus diandra, karena salah satu idola para mahasiswa meninggal dunia, semua mahasiswa dan mahasiswi melayat ke rumah duka, orang tua karina juga datang dengan pasangan mereka masing-masing, mereka sepertinya tidak sedih dengan kematian karina, bahkan mata ke dua orang tua katina sedari tadi melihat ke arah kotak sumbangan dari para pelayat.
berita tentang diandra di culik dan yang menculik adalah sahabatnya sendiri karina sudah terdengar di telinga mahasiswa lain, jadi banyak yang berbisik-bisik tentang kematian karina.
"GW denger karina mati karena tertembak oleh seorang polisi, saat dia mau ngebunuh sahabatnya sendiri si diandra, rara, dan raisa. polisi terpaksa nembak dia karena sudah terdesak" ucap salah satu mahasiswi
"iya GW denger juga gitu, dia merencanakan pembunuhan sama ke tiga sahabatnya" lanjut mahasiswi B
kirana yang dulu di kenal dengan seorang gadis yang baik, cantik, dan cuek dengan hal apapun, kini di akhir hayatnya yang di kenang adalah kejahatan yang dia lakukan, bahkan banyak yang mencibir. lain dengan diandra, rara, dan raisa mereka kini mendapat banyak sekali pujian dari berbagai kalangan dan teman kampus mereka juga makin bangga dengan 3 orang itu, karena walaupun mereka hampir di celakai tapi mereka tidak memiliki dendam sama sekali bahkan mereka masih menganggap kalau karina adalah sahabat mereka.
__ADS_1
setelah acara pemakaman karina, diandra kembali pulang ke rumah raynald, sedangkan rara dan raisa lebih milih nginap di rumah papi wijaya untuk keselamatan mereka, karena lisa masih keliaran di luar sana. papi wijaya yang sudah menganggap rara dan raisa putrinya sendiri jadi papi wijaya sangat senang kalau rara dan raisa nginap di rumahnya,