
** Rizky melihat Lisa dengan tatapan perhatian. Lisa meminum sup, lalu dia menatap Rizky.
Rizky : " Mengapa kamu menangis tadi? ."
Lisa mendengar perkataan Rizky lalu dia tambah menangis . Lalu setelah itu, dia menjelaskan semua kejadian itu kepada Rizky. Rizky marah dan kesal.
Rizky : " Bisa - bisanya si brengsek itu berbuat kasar dengan mu Lisa."
Lisa : " Tidak apa apa kok . Lagian saya yang salah."
Lisa pamit untuk pulang, tetapi Rizky menyuruh Lisa agar tinggal di rumahnya saja, tetapi Lisa gak bisa karena dia takut dengan Martin. Rizky pun membiarkan Lisa pulang. Saat Rizky menawarkan untuk mengantar Lisa pulang. Lisa menolak, dia takut Martin tambah marah . Akhirnya Lisa pulang dengan menaiki ojek.
Sesampainya di rumah, kakinya bergetar. Dia masih teringat kejadian itu. Lisa masuk dan langsung pergi ke dapur . Lisa melihat Maria mondar mandir di dapur.
Lisa : " Awas ,nanti pusing."
__ADS_1
Maria : " Karina......."
Maria memeluk Lisa dengan erat dan memegang tangan Lisa yang bergetar. Lisa menangis saat di peluk Maria.
Maria : " Apa yang terjadi denganmu, Lis?."
Lisa hanya diam dan Maria memakluminya karena Lisa butuh ketenangan. Martin yang memukul kepalanya terus menerus dan mengatakan bahwa dirinya bodoh karena menyakiti Lisa. Tapi Martin tidak bisa meminta maaf duluan karena dia gengsi . Gak mungkin direktur dingin mau minta maaf sama seorang pelayan.
Malam harinya, Lisa kembali ke kamarnya. Lisa mengambil baju tidur dan dia ingin mandi dan tidur di kamar Maria. Lisa butuh teman curhat. Martin tetap melihat Lisa melalui Kamera. Lisa mengetuk pintu kamar Maria. Tok... tok... tok.
Lisa masuk dan langsung pergi ke kamar mandi di kamar Maria. Lalu dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama. Lisa duduk di kasur Maria.
Maria : " Lisa , ada apa?."
Lisa menceritakan kejadian dia saat dilabrak preman. Maria terkejut dan memeluk Lisa yang menangis dan tubuhnya bergetar.
__ADS_1
Maria : " Lisa, sudahlah lupakan itu sekarang
kamu harus semangat kan ada aku."
Lisa : " Terimakasih ya, Maria.."
Maria balik memeluk Lisa. Lalu mereka tidur setelah semua masalah sudah selesai. Martin yang dari tadi memantau Lisa hanya diam . Lalu dia kembali ke kamarnya.
*Pagi hari telah tiba Lisa dan Maria bersiap siap dan bergegas ke dapur. Lisa menyuruh Maria untuk bertukar pekerjaan dengannya . Maria harus memasak, sedangkan Lisa membersihkan dapur. Maria hanya bisa menyetujui permintaan Lisa yang sudah dianggap sahabatnya. Maria sibuk memasak, dan Lisa sibuk membersihkan. Setelah makanan yang dimasak Maria selesai, Maria meletakkan semua makanan di atas meja . Lisa masih tetap di dapur untuk membersihkan. Pelayan yang lain sibuk membersihkan ruangan dan menyapu halaman. Martin hendak sarapan. Dia duduk di atas bangku yang mewah dengan dilayani oleh Maria. Martin merasa tidak senang Tetapi Martin tetap makan.
Martin : ( Makanan ini tidak seenak masakan
Lisa.) ujarnya dalam hati.
Selesai makan Martin langsung pergi ke kantor. Lisa yang dari tadi di dapur sambil mengintip Martin makan. Lisa merasa kesal karena dia lebih suka dengan Maria. Lisa ternyata suka dengan Martin tetapi dia tidak mau mengungkapkan perasaannya karena dia merasa tidak pantas. Di kantor Direktur Martin duduk dengan melamun, tiba tiba seorang wanita datang masuk ke kantor Martin tanpa sepengetahuannya . Martin tidak melihat wanita itu karena dia masih melamun. Wanita itu mendekatkan wajahnya ke wajah Martin.**
__ADS_1