
** Dina pergi dengan menatap Lisa sinis. Sekarang Lisa merasa mempunyai teman yang baik yaitu Maria. Maria terlihat senang dengan adanya Lisa di sini. Jadi Maria bisa main atau curhat dengan Lisa. Biasanya Maria sendiri di dapur dan tidak punya teman karena Pembantu lain tidak suka padanya.
Lisa : " Ayo, kita kerjakan tugas kita."
Lisa langsung memasak dan menyiapkan makanannya di piring.
Maria : " Lisa, bolehkah aku menjadi orang
pertama yang mencoba masakan mu
disini. "
Lisa : " Tentu saja. Kau sekarang adalah
temanku ."
Maria tersenyum dan mencicipi masakan Lisa yang terlihat sederhana.
Maria : " Wah ,enak sekali. Kamu sangat pandai memasak. Aku mau setiap hari kamu masakkan aku makanan ya."
Lisa. : " Haha kau terlalu memuji, baiklah."
Lisa mengambil makanan yang dia masak dan meletakkannya di meja makan. Lisa menyiapkan semua makanan untuk di makan, Martin yang sudah dari tadi disitu melihat Lisa . Dina yang mengintip di balik pintu terlihat kesal dan dia berencana melakukan sesuatu untuk merusak reputasi Lisa di sini.
Setelah selesai menyiapkan persiapan dia ingin kembali ke dapur.
Lisa. : " Silahkan di makan tuan, selagi masih
hangat."
Martin : " Suapi aku."
__ADS_1
Lisa : " Apa ... Aku tidak akan menyuap mu.
Martin menjadi kesal dan jengkel. Lisa beranjak untuk pergi dan tiba tiba Martin menarik tangannya dengan keras.
Lisa : " Auh sakit ....."
Martin : " Suapi aku."
Lisa merasa sedih dan langsung menyuap Martin dengan kesal. Setelah selesai dia kembali ke dapur dan menemui Maria.
Lisa. : " Dasar orang gila itu benar benar
membuatku marah ."
Maria : " Hei , kenapa kamu terlihat marah?."
Lisa. : " Lelaki gila itu sangat manja."
Lisa. : " Kalau dia menyukaiku aku akan
menolaknya. Bagaiman bisa aku
menyukai orang kasar seperti dia."
Lisa tetap mengomel ,sampai dia tidak sadar Dina datang. Dia datang dan menarik tangan Lisa , dan menyuruhnya untuk membersihkan kamar mandi yang sangat sempit dan tidak memiliki lubang udara.
Dina : " Bersihkan kamar mandi ini."
Lisa : " Baik."
Lisa masuk kedalam kamar mandi itu dan mulai membersihkan ,tetapi Dina menyiram Lisa dengan air es dan menutup pintu itu. Kamar mandi yang sempit itu terletak di ujung rumah,jadi tidak ada orang yang bisa mendengar Lisa.
__ADS_1
Lisa : " Tolong, siapapun tolong aku."
Lisa terus berteriak sampai dia menguras seluruh tenaganya. Maria yang merasa khawatir mencari Lisa kemana mana ,tetapi dia tidak menemukan Lisa dan tidak ada tanda tanda Lisa. Tiba tiba semua pelayan disuruh untuk menunggu di depan karena Tuan Martin pulang. Martin keluar dari mobil mewahnya dan berjalan ke rumah dengan pelayan yang berbaris rapi. Martin menyadari kalau Lisa tidak ada di situ. Martin langsung bertanya pada Maria teman akrab Lisa.
Martin : " Apakah kamu lihat Lisa."
Maria. : " Maaf tuan Lisa dari tadi menghilang
saya mencarinya kemana mana dan
tidak menemukan Lisa. Terakhir kali
dia diajak Dina untuk mengerjakan
sesuatu."
Martin langsung pergi ke ruangan CCTV . Dan dia melihat Dina membawanya ke kamar mandi yang sudah tidak terpakai. Martin mengajak Maria untuk ikut bersamanya , Martin dan Maria berlari menuju Kamar mandi. Lisa sudah pingsan dan lemas. Sesampainya di kamar mandi itu, Martin mendobrak pintu yang sangat keras sampai tangannya memar. Martin melihat Lisa yang lemah ,dan mengangkat Lisa ke kamar Martin. Lisa di baringkan di atas kasur Martin .
Martin : " Maria, tolong buatkan sup untuk
Lisa ,CEPAT!!!!."
Maria : " Baik ,tuan.
Maria bergegas pergi dan membuatkan sup untuk Lisa. Martin tetap disitu dan menunggu Lisa sampai sadar. Tak berapa lama Lisa sadar dan dia menangis sampai tubuhnya bergetar dan memeluk Martin.
Lisa : " Tolong aku."
Martin : " Tenanglah aku disini.
Lisa tersadar kalau dia berada di pelukan Martin. Lisa langsung melepaskan diri dari pelukan Martin.**
__ADS_1