Sukses Dan Cinta

Sukses Dan Cinta
BAB 5 . DATANGNYA BERKAT


__ADS_3

** Setelah mendengar bunyi telepon. Lisa bergegas mengambil handphonenya dan mengangkatnya. Ada suara pria dari handphonenya yang mengatakan bahwa dia ingin serum kecantikan Lisa diproduksi lebih banyak untuk dijual ke pria itu dengan kisaran harga Rp. 1.000.000,00 per botol. Lisa mendengar penawaran itu dia sangat tergiur dia langsung mengiyakan penawaran itu dan dia memutuskan untuk berjumpa dengan pria itu di cafe Lencana dekat rumahnya. Pria itu langsung menyetujui permintaan Lisa. Setelah menutup telepon Lisa memberi tahukan kepada ibunya. Ibunya tersenyum senang, melihat Lisa melompat kegirangan karena dia mendapat penawaran besar.


Keesokan harinya, Lisa bersiap siap pergi ke cafe Lencana . Sesampainya di sana dia sudah melihat pria itu duduk di ujung cafe. Dia langsung menjumpai pria itu . Lisa duduk dengan tenang.


Pria : " Apakah anda nona Lisa?."


Lisa : " Ya , saya Lisa ."


Pria : " Begini perusahaan obat kami ingin


membantu mengekspor serum itu.


Jika anda bersedia , anda bisa datang


ke perusahaan kami di jalan Rembulan.


Perusahaan kami bernama PT. Mardra.


Lisa : " Oh , siap. Terimakasih banyak.


Lisa pulang ke rumahnya dengan senang dan sesampainya di rumah dia memanggil ibunya tetapi tidak ada suara yang menjawab.


Lisa : " Bu, Lisa bawa kabar gembira."

__ADS_1


Lisa heran mengapa tidak ada suara yang menjawabnya. Saat dia masuk ke kamar ibunya, Ibu Lisa sudah terbaring di lantai . Lisa cepat cepat minta tolong . Tetangganya yang baik langsung menolong ibu Lisa. Ibu Lisa dilarikan ke rumah sakit , Lisa bingung harus pinjam uang ke siapa. Akhirnya Lisa memutuskan untuk pergi ke rumah Nino.


Lisa pergi ke rumah Dino, dan dia memanggil Dika untuk meminjam uang. Dika keluar dari rumahnya ,dan melihat Lisa kelelahan karena menangis sambil berlari.


Lisa : " Dika, aku minta tolong. Ibuku masuk


rumah sakit dan aku tidak punya uang


untuk mengobatinya .


Setelah mendengar perkataan Lisa , Dika kaget dan langsung mengantarnya ke rumah sakit dan membayar biayanya. Kata dokter ibunya harus cepat cepat di operasi . Tanpa berpikir panjang, Dika langsung mengiyakan pertanyaan dokter. Lisa merasa lega dan dia juga merasa hutang Budi dengan Dika.


Lisa : " Dika, aku minta maaf aku sudah menyusahkan kamu.


Dika : " Tidak apa apa Lisa. Ibumu harus


Lisa : " Terimakasih, banyak."


Lisa menyenderkan kepalanya di bahu Dika, dan Dika balik memeluknya sambil mengelus rambutnya. Mereka berdua duduk diruang tunggu. Untuk menunggu operasi ibunya selesai. Mereka menunggu sangat lama , lalu dokter keluar dari ruang operasi. Lisa langsung berlari ke arah dokter itu dan menanyakan bagaimana keadaan ibunya.


Lisa. : " Dok, bagaiman keadaan ibu saya?."


Dokter : " Begini,mbak. Ibu anda menderita

__ADS_1


menderita kanker stadium lanjut.


Ibu anda harus mengikuti


kemoterapi terlebih dahulu.


Dika : " Tolong, dok. Lakukan yang terbaik."


Dokter : " Itu pasti."


Dokter itu meninggalkan mereka dan Lisa langsung masuk ke ruangan ibunya dan memeluk ibunya .


Lisa : " Bu, jangan tinggalkan Lisa."


Ibu : " Sayang, ini semua sudah takdir ."


Lisa : " Ibu gak boleh bilang begitu."


Lisa merasa sedih mendengar perkataan ibunya. Ibu Lisa langsung memegang tangan Lisa . Dia mencoba untuk menenangkan Lisa. Lisa tidak bisa berhenti menangis. Dia memikirkan bagaimana nanti jika dia kehilangan ibunya. Lisa merasa dia benar benar gak berguna . Dia tidak bisa menyembuhkan ibunya yang sakit, padahal dia ahli dalam farmasi atau dunia kedokteran. Ibunya jadi sedih melihat Lisa nangis.


Ibu : " Sayang, ibu tau kamu sangat sedih. Tapi ini semua udah diatur oleh yang kuasa."


Lisa : " Ibu ,Lisa minta maaf ,Lisa benar benar

__ADS_1


gak berguna "


Lisa memukul mukanya , tetapi Dika yang dari tadi di situ memegang tangan Lisa agar dia tidak melukai dirinya sendiri.**


__ADS_2