
** Martin meletakkan Lisa di kamarnya. Lisa langsung tertidur pulas. Martin yang sebentar melihat Lisa langsung pergi keluar dan menemui Yi Chen. Yi Chen sedang duduk di ruang tamu.
Martin : "Saya minta maaf karena sudah salah
paham."
Yi Chen : " Saya sudah memaafkan mu. Saya
hanya ingin kita kembali bekerja
sama seperti dulu. Saya minta
maaf karena saya egois."
Martin : " Oke,kita akan bekerja sama."
Martin pergi kembali ke rumahnya, sedangkan Yi Chen merasa lega karena dia sudah meminta maaf pada Martin. Sesampainya Martin di rumahnya, Martin menyuruh pengawalnya untuk pergi melihat tahanan itu.
Pengawal Martin langsung bergegas pergi ke sel penjara. Ternyata para tahanan itu sudah tidak ada dalam selnya. Pintu sel terbuka, dan
melihat sebuah kunci berlambang matahari.
Pengawal Martin, melaporkan kejadian itu. Martin sedikit bingung, padahal sel itu dikunci menggunakan kunci pribadinya yang merupakan kunci keturunan keluarganya yang bisa dipakai untuk membuka apa saja .
Martin terdiam sejenak dan melihat sekitar. Lalu dia pergi ke gudang penyimpanan barang antik milik keluarga Martin. Dia membuka sebuah kotak berwarna emas.
Lalu Martin membuka kotak itu dengan hati hati. Setelah kotak terbuka nampak sebuah perisai berlambang Bulan. Martin sedikit bingung melihat perisai itu. Lalu Martin membuka sebuah buku tipis yang ada di samping perisai itu. Martin membaca buku itu dengan teliti .
__ADS_1
Awalan buku itu tertulis " Dua keluarga bangsawan, terpecah karena salah paham. Yang membuat amarah berapi api. Berkobar tanpa batas .
Martin semakin bingung, Martin juga melihat lambang bulan dan matahari. Martin teralihkan pada lambang matahari yang ada di samping lambang bulan. Martin teringat pada lambang matahari yang ada pada kunci di sel penjara.
Martin memutuskan untuk mencari tahunya besok. Martin menutup kotak itu lalu pergi ke kamarnya. Saat di kamarnya, Martin melihat ke luar jendela kamar. Dan melihat bintang di langit sambil mengingat wajah Lisa. Martin senyum sendiri lalu dia tidur.
Keesokan harinya, Lisa bangun dan mengingat apa yang terjadi padanya semalam. Lalu Lisa keluar untuk meminum teh hangat. Lisa keluar menuruni tangga, lalu dia pergi ke dapur dan mengambil teh hangat. Yi Chen bangun dan melihat Lisa sedang membuat teh.
Yi : " Buatkan untuk kakak satu,ya."
Lisa menoleh ke arah suara dan melihat kakaknya sedang duduk di kursi makan.
Lisa : " Siap kak Yi."
Lisa membuat dua teh yang terlihat menyegarkan. Lisa menyodorkan teh buatannya pada Yi Chen. Lisa duduk di sebelah kakaknya. Yi Chen sedang menikmati teh buatan Lisa. Lisa memandang kakaknya dengan tersenyum.
kantor?"
Yi : " Ya, Lisa."
Lisa : "Apa kakak benar benar sudah sembuh?
Yi : " Ya, Kakak berterimakasih sama kamu.
karena kamu perusahaan kakak
maju."
__ADS_1
Lisa :" Udah kewajiban Lisa untuk bantu kakak
Lisa juga senang bisa bantu kakak."
Yi. : " Lisa, apa kamu mau bekerja di kantor
kakak."
Lisa : " Maaf kak. Tapi Lisa sudah janji pada
Maria untuk membantu mendirikan
butik. Dan sekarang butik itu sudah,
buka."
Yi : " Kamu benar benar multitalent. Kakak
bangga punya adik seperti kamu."
Lisa : " Oh ya, kakak gak berangkat nanti telat
loh."
Yi : " Jadi ceritanya kamu ngusir kakak."
Lisa tersenyum dan mendorong kakaknya keluar. Yi Chen cemberut dan pergi ke kantor.**
__ADS_1