
** Setelah mengambil uang kakaknya, sore harinya Lisa pergi ke panti asuhan yang akan dia donasikan. Lisa dengan sekertaris kakaknya masuk ke salah satu panti asuhan. Lisa bertemu dengan pengurus panti asuhan.
Pengurus Panti itu keluar , dia adalah Bu Nia dan mempersilahkan Lisa masuk. Lisa berbincang dengan pengurus Panti asuhan. Lisa memberikan uang sebesar 300 juta. Bu Nia berterimakasih pada Lisa.
Lisa senang dia dapat membantu orang yang kekurangan. Selama ini dia belum bisa membantu mereka karena Lisa juga kekurangan. Tapi sekarang dia bisa membantu mereka.
Lisa pamit untuk pergi, Lalu Lisa pergi ke 2 panti asuhan lain. Tiba tiba saat Lisa masuk ke panti asuhan yang ketiga yang bernama Panti Asuhan Pelita. Ada seorang anak kecil menghampiri Lisa. Seorang anak kecil ini menarik Lisa ke semak semak.
Lisa : " Ada apa,dik."
Anak : " Kak saya dengar kakak sebagai
donatur disini."
Lisa : " Ya,benar. Ada apa?"
Lisa bertanya kepada anak itu dan merasa bingung.
Anak : " Kak, tolong kami kak."
Sebelum anak itu menyelesaikan kata katanya tiba tiba seorang laki laki tua menarik anak itu .
Laki tua : " Mbak yang ingin donatur kan ."
Lisa. : " Ah ya pak."
Laki tua : " Silahkan ke sana, mbak."
Lisa. : " I..Iya pak."
Lisa pergi masuk ke panti asuhan sambil melihat bapak tua itu yang sedang berbicara dengan anak itu. Saat Lisa masuk ke panti asuhan. Lisa merasa ada yang salah dengan panti asuhan ini.
Lisa melihat banyak sekali anak anak yang kurus seperti kurang gizi. Lisa masuk ke ruangan pemilik panti yaitu pak Bambang.
Bambang : " Eh, silahkan duduk,mbak."
__ADS_1
Lisa. : " Terimakasih,pak ."
Lisa memberikan donasi kepada panti asuhan itu lebih sedikit. Lisa merasa ada yang tidak beres. Lisa hanya memberikan donasi sebesar 100 juta. Lalu Lisa kembali pulang ke rumah Yi Chen. Lisa masih bingung apa yang terjadi.
Malam hari pun tiba Lisa makan bersama kakaknya yang terlihat sudah semakin sehat. Lalu Lisa mengatakan pada kakaknya apa yang dia lihat. Lisa juga meminta izin agar dia kembali ke panti asuhan itu malam ini.
Yi Chen terlihat khawatir, Karena dia takut Lisa kenapa Napa. Tetapi Yi Chen mengizinkan Lisa pergi tapi harus di dampingi sama sekertaris kakaknya yaitu sekertaris Bima.
Lisa selesai makan, lalu dia mengajak pak Bima untuk pergi bersamanya. Lisa memakai pakaian serba hitam. Lisa masuk ke dalam mobil. Sesampainya di sana, Lisa turun dari mobil dan bersembunyi di rumah orang di samping panti.
Saat Lisa sembunyi, dia mendengar tangisan anak anak. Lisa tetap bersembunyi untuk memastikan apa yang terjadi. Tiba tiba pak Bambang keluar dengan membawa seorang anak yaitu anak yang tadi minta tolong ke Lisa. Anak itu dibawa masuk ke mobil.
Saat Lisa sedang memperhatikan panti asuhan itu. Tiba tiba Lisa terkejut saat ada orang yang memukul bahunya dengan pelan. Lisa berbalik dengan perasaan takut. Saat dia berbalik badan ternyata seorang wanita berdiri di belakangnya yang tidak lain adalah pemilik rumah yang tempat Lisa bersembunyi.
Ibu : " Mbak, Kenapa di sini?."
Lisa : " Bu, apa ibu tau mereka."
Wanita itu menyuruh Lisa masuk ke rumahnya agar tidak ada yang dengar saat mereka mengobrol.
Ibu : " Mbak, sebenarnya tempat itu bukan
penjualan anak. "
Saat mereka sedang mengobrol tiba tiba pintu rumah di dobrak . Masuklah orang orang bertubuh besar dan gagah membawa sekertaris Bima yang terikat. Wanita itu takut dan Lisa juga merasa cemas.
Pria : " Wanita gila, kenapa kau memberitahu
dia. "
Wanita itu takut, pria besar itu menghampiri Lisa dan wanita itu. Mereka berdua diikat dan mulut mereka ditutup menggunakan sapu tangan. Semenjak kejadian yang dulu pernah Lisa alami dia menjadi berani menantang Pria besar itu.
Lisa berusaha melepaskan diri dari tali pengikat. Tetapi tali itu sangat kuat, dan akhirnya Lisa kehabisan tenaga.
Martin yang masih marah dengan Lisa merasa dia sangat rindu dengan Lisa. Saat Martin masuk ke kamarnya, Martin mendengar tanda bahaya. Martin melacak lokasi Lisa. Marti. selalu mengawasi keberadaan Lisa dimana pun. Sehingga dia tau Lisa dalam bahaya.
__ADS_1
Martin memakai jaketnya dan pergi ke rumah dekat panti asuhan. Martin membawa pengawalnya. Pasukan Martin masuk ke rumah itu.
Pria besar yang sedang mengawasi Lisa, keluar saat mendengar suara ribut. Pengawal Martin dalam sekejap dapat melumpuhkan semua pria besar yang ada disitu. Lisa semakin lemah dan tak berdaya. Martin melepaskan ikatan Lisa dan memeluk Lisa. Lalu memakaikan jaketnya kepada Lisa.
Lisa : " Martin, tolong anak anak panti. Mereka
akan dijual. "
Martin : " Oke,tapi kamu istirahat di dalam
mobil aja ya."
Lisa mengangguk, lalu Martin menyuruh pengawalnya untuk pergi membebaskan anak anak itu. Martin menggendong Lisa masuk ke dalam mobilnya.
Semua pengawal Martin pergi ke pelabuhan tempat penjualan anak anak itu. Pengawal Martin berhasil menangkap pak Bambang dan mencebloskannya ke penjara. Anak anak panti itu untuk sementara dibawa ke sebuah rumah untuk di tinggali. Para pengawal Martin mengurus semua kebutuhan anak anak itu.
Martin memeluk Lisa yang terbaring lemah di bahunya. Lisa terkejut dan melepaskan pelukan Martin.
Martin : " Lisa, maafkan aku. Aku tidak tau
kalau si Yi Chen itu kakakmu."
Lisa : " Kok kamu tau aku belum ada
memberitahukan mu.
Martin : " Aku mencari semua identitas mu."
Lisa memeluk Martin dengan erat. Lisa menangis sambil memeluk Martin. Martin menghapus air mata Lisa.
Martin : " Lisa, kamu jangan nangis lagi.
Kasihan bajunya jadi basah dan bau.
Lisa : " Ah, maaf. A..aku minta maaf."
__ADS_1
Lisa menyingkir dari tubuh Martin. Martin tertawa kecil lalu menarik tubuh Lisa dan memeluknya. Martin mengantar Lisa pulang kembali ke rumah Yi Chen.
Yi Chen melihat Lisa yang lemas. Yi Chen langsung menyuruh Martin masuk agar meletakkan Lisa di kamarnya . **