Sukses Dan Cinta

Sukses Dan Cinta
BAB 13. KEDATANGAN PELAKOR .


__ADS_3

** Saat wanita itu mendekatkan wajahnya , Martin terkejut dan spontan mendorong Wanita itu.


Wanita : " Auw."


Maaf saya tidak sengaja, wanita itu menoleh dan melihat Martin, Martin terkejut.


Martin : " Kamu... Amel kuharap kau tidak usah menampakan dirimu di depanku lagi


Amel. : " Tenanglah dulu sayang. Aku datang siap untuk menikah denganmu.


Martin : " Terserah apa yang mau kau bilang.


Aku hanya mengatakan tidak untuk


semua pertanyaan mu.


Amel : " Haha, begitu cepat kamu langsung


lupa. Aku ini cinta pertama kamu."


Martin : " Hahaha itu dulu bukan sekarang."


Amel menjadi kesal dan marah mendengar perkataan Martin. Amel langsung memegang bahu Martin, tetapi Martin menggeser tangan Amel dari bahunya dan menyuruh scurity mengeluarkannya. Amel tambah marah, tetapi dia tetap berjalan keluar. Amel berbicara sendiri.


Amel : " Martin tunggu saja kau harus bayar


atas kejadian ini. Akan ku buat kau


berlutut didepan ku.


Martin yang ada didalam ruangan merasa tidak nyaman dia merasa tidak pernah mengenal Amel karena sudah terlanjur sakit hati yang dalam. Martin memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah dia langsung berbaring dan merasa tubuhnya sedikit tidak nyaman dan merasa pusing.


Sekertaris Han yang dari tadi mendampingi direktur Martin tidak berani untuk membangunkannya. Saat sekertaris Han sedang berdiri di depan pintu kamar Direktur Martin. Tiba tiba Lisa menghampiri Sekertaris Han.

__ADS_1


Lisa : " Ada apa pak Han? "


Han : " Ini non Lisa , tuan Martin belum makan


siang.Pulang dari kantor tuan langsung


tertidur sepertinya tuan Martin sakit."


Lisa : " Yasudah , Pak Han. Lisa akan merawat


tuan muda kalian."


Han : " Terimakasih ya non Lisa."


Lisa : " Sama sama pak Han."


Lisa pergi ke dapur membawa air hangat dan kompres. Dia masuk ke dalam kamar Martin. Lisa mengecek bagaimana kondisi Martin. Lisa menempelkan tangannya di dahi Martin dengan lembut agar tidak membangun Martin. Martin merasa dahinya terasa dingin dan nyaman. Martin memegang tangan Lisa dan meletakkannya di pipinya. Lisa terkejut dan menarik tangannya. Dia mengambil kompres dan meletakkan di dahi Martin.


Martin memeluk Lisa dengan erat. Lisa terkejut dan menjatuhkan gelas berisi air hangat. Gelas itu pecah , membuat Martin melepaskan pelukannya.


Martin : " Maafkan aku."


Lisa. : " Tidak apa apa tuan Martin , saya


akan membersihkan pecahannya."


Martin : " Tidak per"


Martin belum menyelesaikan kalimatnya dan Lisa langsung memungut serpihan kaca. Lisa berteriak lirih , Martin dengan cepat menarik tangan Lisa dan mengemut jari Lisa. Lisa merasa deg degan.


Lisa : " ( Kau ini selalu membuat jantungku


hampir copot .)

__ADS_1


Tangan Lisa sudah berhenti mengeluarkan darah. Martin mengambil sapu tangannya dan melilitnya di tangan Lisa.


Martin : " Aku sudah bilang jangan di pegang."


Lisa : " Maaf tuan, saya tidak mau membuat


tuan marah seperti hari itu."


Martin memeluk Lisa dengan erat. Martin mengelus kepala Lisa dengan lembut dan mencium dahi Lisa. Lisa semakin memerah.


Martin : " Maaf, hari itu.... Aku cemburu lihat


kamu dengan Rizky. Aku tahu aku


salah aku minta maaf .


Martin berlutut di depan Lisa . Lisa mengangkat bahu Martin. Lisa memandang Martin dengan tersenyum. Lalu tiba tiba dia tertawa terbahak-bahak.


Martin : " Diam lah, kau membuat mulutmu


semakin lebar."


Lisa langsung cepat berhenti tertawa dan mengubah ekspresi wajah dengan cepat . Dia melihat Martin dengan tatapan jengkel.


Lisa : " Kau ini, selalu mengejekku. ujung


ujungnya jatuh cinta denganku jugakan


Martin : " Ya terserah, yang penting aku


suka denganmu.


Lisa menatap Martin dengan wajah memerah. Martin langsung memeluk Lisa. Lisa balik memeluk Martin dengan erat."

__ADS_1


__ADS_2