Sukses Dan Cinta

Sukses Dan Cinta
BAB 6. KESEDIHAN YANG TAK TERBENDUNG.


__ADS_3

** Dika merasa kasihan terhadap Lisa. Lisa hanya bisa menangis melihat ibunya berbaring tak berdaya. Lalu dokter masuk memberikan obat kemoterapi yang akan digunakan oleh ibu Lisa. Lisa menanyakan apa yang membuat kanker itu terlalu bahaya. Dokter itu hanya diam dan memandang Lisa .


Lisa. : " Dok, tolong jawab pertanyaan saya."


Dokter : " Begini, sel kanker itu berbahaya


dapat merusak organ tubuh lainnya."


Lisa : " Oh , baiklah.


Lisa langsung pergi keluar dan Dika mengejarnya . Dika mengantar Lisa kembali pulang ke rumah ,tetapi Dika tidak bisa menunggu lama disitu karena ada masalah di perusahaannya yang harus di selesaikan. Dika pun pergi setelah pamit dengan Lisa. Lisa langsung sibuk mencari tau tentang obat yang bisa menghilangkan kanker. Dia sudah berhasil mencari beberapa bahan ,tetapi bahannya kurang untuk pembuatan obat itu.


Tinggal selangkah lagi untuk berhasil membuat obat anti kanker. Tiba tiba ada seseorang meneleponnya .


Lisa : " Halo ,ini siapa ya?."


Perawat : " Mbak, cepat ke rumah sakit ."


Lisa. : " Ya ,saya akan ke sana.


Lisa bergegas pergi dengan menggunakan ojek yang ada di sekitar situ. Lisa berlari tak tentu arah sampai dia terjatuh. Tetapi dia langsung berdiri dan berlari ke ruangan ibunya. Lisa menunggu di luar ruangan ibunya, karena ibunya sedang di defibrilator oleh dokter yaitu alat pacu jantung. Keadaan ibunya semakin memburuk dan akhirnya ibunya meninggal . Dokter keluar dari ruangan ibunya.


Lisa : " Bagaimana keadaan ibu saya ,dok ?."


Dokter : " Maaf, saya tidak berhasil menyelamatkan ibu anda.

__ADS_1


Lisa dengan bercucuran air mata berlari ke samping ibunya dan membuka kain kafan yang menutup wajah ibunya. Lisa menangis dengan sangat keras.


Lisa : " Bu ,Lisa minta maaf ...... Lisa tidak


bisa menyelamatkan ibu.


Lisa masih menangis hingga matanya membengkak . Dika mendengar kabar bahwa ibu Lisa meninggal dia langsung pergi ke rumah sakit. Lisa sudah tidak sanggup melihat ibunya seperti hingga dia tidak sadarkan diri . Lisa pingsan dan jatuh ke lantai di samping ranjang ibunya. Sesampainya di rumah sakit Dika langsung masuk ke dalam ruangan itu dan terkejut melihat Lisa pingsan ,dengan sigap dia langsung mengangkat Lisa ke sofa.


Dika mencoba menyadarkan Lisa. Dika melihat ibu Lisa yang sudah meninggal dan dia menyuruh orangnya untuk mengatur pemakaman ibu Lisa di pemakaman pribadi milik bangsawan. Martin dari PT. MARDRA, mendengar kematian ibu Lisa dan langsung datang ke rumah sakit dengan membawa pengawalnya. Martin melihat Dika sedang memeluk Lisa. Martin merasa cemburu dan dia langsung melepaskan tangan Dika dari tubuh Lisa. Tiba tiba Lisa tersadar dan dia merasa pusing.


Dia melihat sekelilingnya dan masih tetap menangis. Dika dan Martin memeluk Lisa dan mencoba menenangkan Lisa. Mayat ibu Lisa sudah dibawa ke pemakaman.


Lisa. : " Ibu , Lisa minta maaf."


Martin : " Ini semua bukan salah kamu."


Mendengar perkataan Dika dan Martin ,Lisa merasa lebih tenang dan menanyakan dimana ibunya.


Dika ; " Tenang saja ,Ibu kamu udah di makamkan dan dia udah tenang disana."


Lisa tetap menangis sambil membayangkan saat dia bersama ibunya mengenang masa lalu.


Lisa : " Terimakasih ,atas bantuan kalian."


Dika dan Martin bersama menyebutkan kata sama sama. Lalu Lisa ingin pergi ke pemakaman ibunya Dika dan Martin mengantar Lisa ke sana.

__ADS_1


Lisa : " Ibu , maafkan Lisa. Lisa terlambat


memberi obat yang Lisa buat untuk


ibu. "


Mendengar perkataan Lisa, Martin terkejut dan menanyakan kepada Lisa obat apa sebenarnya yang dia buat. Lisa menjelaskan bahwa dia berhasil membuat obat anti kanker. Martin terkejut karena mendengar itu. Lalu Martin mengingat bahwa dia sudah menabrak ayah Lisa .


Martin : " Lisa ,maafkan aku. Aku sudah


menabrak ayahmu.


Dika. : " Apa ... jadi kamu penyebab ayah


Lisa meninggal."


Dika tidak bisa menahan amarahnya dan langsung memukul wajah Martin.


Lisa : " Sudah .. Aku sudah memaafkan kamu.


Dika : " Tidak , si brengsek ini tidak pantas."


Lisa : " Sudahlah ,Dika. Ibu sudah memberi tau semuanya dan ibu bilang agar aku tidak dendam padanya."


Dika hanya bisa diam dan melihat Martin dengan kesal .Lalu Martin dan Dika mengantar Lisa pulang ke rumahnya untuk menenangkan diri atas meninggalnya ibu Lisa.**

__ADS_1


__ADS_2