
** Lisa tidur di kursi dengan lelap. Lisa belum makan seharian. Saat tengah malam, Martin bangun dan dalam keadaan tidak mabuk lagi. Martin melihat Lisa tidur di kursi di samping tempat tidurnya. Martin tersenyum, lalu membelai rambut Lisa dengan lembut. Saat Martin memegang dahi Lisa. Martin merasa bahwa dahi Lisa panas dan muka Lisa terlihat pucat, tangannya juga dingin.
Martin cepat turun dari ranjangnya dan menggendong Lisa ke tempat tidurnya. Lalu Martin mematikan AC yang ada disitu. Martin juga ikut tidur di samping Lisa agar Lisa merasa hangat dan tidak kedinginan.
Martin memandang wajah Lisa yang sedang tertidur lelap. Tiba tiba terdengar suara, ternyata itu suara perut Lisa yang lapar. Martin tertawa kecil dan senang karena Lisa peduli padanya. Tetapi Martin tidak tau kalau Lisa sakit hati dengannya.
Keesokan harinya, Pagi yang cerah dan matahari terbit dan menembus jendela kamar Martin yang tertutup tirai. Lisa terbangun dan...
Lisa : " Aaaaaaa......."
Martin yang terkejut mendengar teriakan Lisa yang sangat kencang, terbangun. Dan melihat Lisa dengan tatapan sedikit marah.
Martin : " Mengapa kau selalu ribut? Itu sangat bising dan mengganggu."
Lisa : " Apa yang kau lakukan dengan ku."
Lisa melihat bajunya yang masih utuh dan balik memandang Martin dengan tatapan mengintrogasi.
Martin : " Kamu mau tau apa yang kulakukan."
Wajah Lisa memerah karena dia berpikiran negatif dan mengada ada. Lisa malu dan melihat ke arah lain. Martin memegang wajah Lisa dengan kedua tangan dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Lisa.
Lisa terkejut dan memukul wajah Martin dengan keras.
Martin : " Ah sakit tau. Hidungku yang mancung menjadi pesek akibat ulah mu."
Lisa : " Kau terlalu lancang. Kau pikir aku wanita apaan. Apa kamu pikir aku sama dengan Amel."
__ADS_1
Martin melihat Lisa dengan dingin dan memegang tangan Lisa dengan sangat erat sampai membuat Lisa kesakitan.
Martin : " Jangan pernah sebut namanya."
Lisa. : " Ah..Kau terlalu mengatur. Kenapa aku tidak boleh menyebut nama itu dan kenapa kau bisa menyebut nama itu. Sampai kau mengira kalau aku ini Amel."
Lisa merasa sedih dan sakit hati dia lalu pergi meninggalkan Martin. Tetapi Lisa tidak menunjukkan wajah sedih di depan Martin. Lisa hanya membuat wajah dingin agar Martin tidak tau.
Martin bingung kenapa Lisa bisa berkata begitu. Martin memutuskan untuk bertanya pada sekertaris Han. Martin mendatangi sekertaris Han yang ada di ruang tamu.
Martin. : " Pak Han, Apa saya semalam
menyebut nama Amel?"
Pak Han : " Ya tuan. Anda menyebut nama
nona Amel saat nona Lisa merawat
Martin. : " Sial.... Pasti Lisa salah paham."
Martin teriak, lalu dia pergi ke kamarnya untuk bersiap berangkat ke perusahaan. Dia memakan sarapan yang disediakan Lisa. Lalu Lisa pergi ke dapur, Lisa memperlihatkan wajah dingin ke Martin. Martin hanya bisa diam dan memberi ruang agar Lisa bisa tenang.
Selesai breakfast Martin pergi ke kantornya. Sedangkan Lisa dan Maria yang sudah selesai kerja bersiap siap untuk pergi ke butik mereka . Mereka merasa sedikit bimbang karena baru ini Lisa buka usaha butik. Setelah selesai bersiap siap Lisa dan Maria pergi ke butik mereka naik angkutan umum.
Sesampainya di sana Lisa membuka pintu dan menempelkan tulisan " OPEN " didepan pintu. Sedangkan Maria menyapu ruangan itu. Mereka menunggu agak lama sampai pintu berbunyi kring kring tanda lonceng berbunyi menandakan ada orang. Seorang gadis muda masuk dengan anggun.
Gadis : " Mbak, ada baju gaun untuk party?"
__ADS_1
Lisa. : " Ada mbak. Ini mbak gaunnya. Kalau
kurang cocok selera anda. Anda bisa
memberikan ide baru dan kami akan
buat ulang."
Gadis : " Ini udah cantik banget mbak. Ini
berapa ya?"
Lisa : " Harganya Rp. 150.000,00 mbak."
Gadis. : " Udah bagus, murah lagi. Oh ya
kalau saya rekomendasikan butik ini
ke teman saya bolehkan mbak."
Lisa. : " Tentu boleh mbak, dengan senang
hati."
Gadis : " Terimakasih ya, mbak. Pelayan disini
ramah banget ya."
__ADS_1
Lisa. : " Terimakasih mbak."
Gadis itu pergi ke kasir menjumpai Maria dan membayarnya. Gadis itu keluar dan melambaikan tangan pada Lisa. Lisa kembali menyambut lambaian gadis itu .**