
** Sesampainya di rumah Direktur Martin. Lisa dan Maria masuk melalui pintu belakang.
Lisa dan Maria sambil mengobrol menuju dapur.
Maria : " Semoga aja ya, kita bisa ketemu
dengan orang yang aku cari."
Lisa : " Amin semoga aja ya. Kita harus
kepada Tuhan agar bisa bertemu
dengan orang yang kamu maksud."
Maria : " Makasih ya , Lisa.Kamu baik banget
samaku."
Maria memeluk Lisa dengan terharu. Mereka berdua sampai di dapur. Saat masuk ke dapur , Lisa dan Maria melihat Martin duduk di kursi dapur.
Lisa : " Ada apa tuan? Mengapa anda duduk disitu."
Martin : " Emang saya tidak boleh duduk disini."
Lisa : " Bukan itu maksud saya."
Maria memegang tangan Lisa untuk memberi syarat agar diam. Lisa mengerti dan Lisa diam . Keadaan semakin hening, Lisa dan Maria hanya bisa berdiri terdiam di pintu dapur.
Martin : " Saya ingin tanya dan jawab jujur."
Lisa. : ( Aduh, ada apa ini)
Martin : " Apa tujuan kalian ingin membangun
butik?"
Maria. : " Maaf, saya lancang tuan. Saya ingin
membangun butik agar saya bisa
__ADS_1
mencari orang yang menolong saya
dulu."
Martin : " Saya mengizinkan kalian bukan
berarti kalian bebas. Kalian harus
mengikuti perintahku. Ingat itu."
Maria : " Baik ,tuan."
Lisa : ( Dasar direktur gila ini.)
Martin : " Hey, kamu . Jawab ya atau tidak."
Lisa : " Ya, tuan.......... Putri."
Martin : " Apa kamu bilang? "
Lisa : " Eh , tidak apa apa"
Han. : " Ada apa tuan?"
Martin : " Siapkan mobil, Saya mau kembali ke
kantor."
Han : " Baik, tuan."
Setelah mobil selesai Martin dan pak Han pergi ke kantor. Lisa yang mengintip di balik pintu dapur merasa senang sampai dia berjoget-joget. Maria yang melihat Lisa tertawa dengan kencang.
Lisa : " Kenapa?"
Maria : " Kamu lucu tau."
Mereka tertawa dan bekerja lagi. Setelah selesai bekerja. Malam hari pun tiba, tetapi Martin belum pulang. Lisa cemas karena gak biasanya dia begitu. Martin sedang ada di bar. Martin meminum banyak wine ( alkohol) dengan sangat banyak sampai membuatnya mabuk.
Sekertaris Han yang khawatir tuannya kenapa Napa . Menyuruh Martin untuk berhenti, tetapi Martin semakin banyak meminum alkohol itu. Sampai dia mabuk berat. Martin menyebut nama Lisa dan Amel bergantian.
__ADS_1
Martin : " Pak Han. apakah aku gak berhak
mendapat kasih sayang. Bahkan
orang yang kucintai meninggalkan
aku. Ayah... Ibu... Amel... dan
sekarang Lisa."
Pak Han : " Tuan... nona Lisa sangat mencintai tuan. Hanya saja tuan terlalu overprotektif sehingga nona Lisa tidak nyaman.
Martin pingsan dan Pak Han beserta pengawal lain mengangkat Martin ke dalam mobil. Pak Han memutuskan untuk pulang ke rumah agar tuan Martin bisa beristirahat. Lisa yang masih gelisah menunggu di depan pintu. Lisa mengkhawatirkan Martin sampai dia lupa makan. Tiba tiba bunyi suara klakson mobil. Lisa membuka pintu dan melihat para pengawal membawa Martin ke kamarnya.
Lisa memutuskan untuk bertanya kepada pak Han.
Lisa : " Pak Han, apa yang terjadi pada tuan
Martin."
Han : " Nona Lisa, tolong jaga tuan Martin
untuk hari ini saja. Tuan mabuk berat
sewaktu di bar."
Lisa : " Apa mabuk..?"
Han : " Ya, nona. Tuan mabuk karena banyak
pikiran."
Lisa : " Baik, pak Han ."
Lisa masuk ke dalam kamar Martin dengan membawa air jahe . Lisa duduk di kursi di samping tempat tidur Martin. Lisa mendudukkan Martin yang setengah sadar dan memberi air jahe itu. Setelah selesai minum air jahe itu Lisa meletakkan gelas itu di atas meja kecil yang ada di kamar Martin .
Tiba tiba Martin bergumam dan terlihat seperti sedang mimpi sampai dia memeluk Lisa.
Martin : " Amel jangan tinggalkan aku."
__ADS_1
Lisa merasa sedih mendengar ucapan Martin yang memanggil nama Amel. Lisa sakit Hati dan menangis sejenak. Lalu Lisa tertidur di kursi dekat tempat tidur Martin.**