
** Lisa mengantar kakaknya ke kamarnya. Lisa mengambil air hangat untuk meredakan luka lebam di wajah Yi Chen. Setelah selesai merawat kakaknya Lisa menyuruh agar kakaknya istirahat sebentar. Lisa keluar kamar, lalu dia menelpon Maria. Ting...... Ting..... Maria mengangkat telepon Lisa.
Lisa. : " Maria ,kamu udah siap mengerjakan
tugaskan ?"
Maria : " Sudah, aku mengerjakan tugasmu
juga. "
Lisa. : " Terimakasih, oh ya kamu bersiaplah
kita akan bekerja di butik."
Maria. : " Bai......"
Tiba - tiba suara Martin terdengar. Martin tidak mengizinkan Maria kerja dengan Lisa. Martin langsung menutup telepon lalu memberikan telepon itu pada Maria dan memperingatkan Maria agar tidak pergi. Maria hanya bisa menunduk dan patuh.
Lisa kesal dengan perilaku Martin yang kekanakan. Martin selalu melibatkan Maria dalam masalahnya dan Lisa. Lisa memutuskan untuk menghubungi Martin . Saat dia menelponnya Martin tidak mengangkat telepon Lisa justru Martin mematikan hpnya.
__ADS_1
Lisa hanya bisa menunggu hari esok agar amarah Martin mereda. Lisa kembali ke ruangan Yi Chen. Yi Chen duduk di tempat tidurnya. Lisa datang dan menawarkan air rebusan kencur pada kakaknya. Yi Chen meminum air itu dan tubuhnya seperti lebih bugar. Lisa menjadi senang, Lisa melihat kakaknya cemas.
Lisa : " Kak Yi ada apa?mengapa kamu seperti
terlihat cemas?"
Yi. : " Lisa, untuk sementara waktu kakak
tidak bisa bekerja. Kakak mohon
supaya kamu menggantikan posisi
kakak."
Yi Chen memeluk Lisa dengan senang. Lisa merasa senang melihat kakaknya yang kembali tersenyum gembira. Yi Chen memberi semua catatan yang perlu Lisa pelajari. Lisa langsung menyanggupi permintaan kakaknya.
Lisa langsung bersiap dan bergegas pergi ke kantor kakaknya. Lisa diantarkan oleh pengawal kakaknya. Lisa sampai di perusahaan yang terlihat mewah dan besar. Dia melihat tulisan PT. Gold Eagle yang artinya burung Garuda. Lisa masuk ke perusahaan itu disambut dengan banyak orang.
Karena sebelum Lisa datang, sekertaris Rani yaitu sekertaris Yi Chen sudah memberitahu bahwa Lisa akan memimpin untuk sementara waktu. Semua orang terlihat sangat ramah, Lisa adalah orang yang ramah sehingga dia menyapa setiap karyawan. Lisa memasuki kantor Direktur.
__ADS_1
Salah satu karyawan datang dan memberi dokumen untuk meeting dengan perusahaan lain. Lisa menandatangani kontrak itu, jam 1 siang Lisa harus meeting dengan perusahaan itu. Lisa menyiapkan deskripsi dan dialog untuk dibicarakan . Lisa berlatih sangat keras, sampai dia lupa waktu. Jam sudah menunjukan 12:30 dan setengah jam lagi dia akan meeting. Akhirnya Lisa dapat mengatur suasana tubuhnya.
Lisa masuk ke ruang rapat, semua para direktur dan manager berkumpul. Lisa berdialog di depan semua orang dengan lancar. Semua direktur tepuk tangan atas kemampuan Lisa yang dapat membuat pembangunan menjadi lebih mudah.
Lisa menjadi senang , semua orang di ruang rapat sudah keluar. Lisa sendiri di ruangan itu dengan menatap hasil presentasinya. Dia bingung mengapa dia mempunyai kemampuan itu. Lisa keluar ruang rapat menuju ruangannya. Saat menuju ruangannya ,Lisa bertemu dengan seorang wanita. Wanita ini tersenyum kepada Lisa, tetapi senyuman yang diberikannya tidak tulus seperti ada hal jahat yang dia sembunyikan.
Lisa tidak memperdulikan itu, dia langsung masuk ke ruangannya dan mengurus sisa dokumen yang tertinggal. Lisa menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu. Lisa teringat dengan orang orang yang ada di panti asuhan yang memerlukan kebutuhan lebih. Lisa menelpon kakaknya .
Lisa : " Halo, Kak Yi. Bagaimana keadaanmu?
Yi : " Aku baik baik saja, dik."
Lisa : " Kak Yi aku ingin meminta uangmu
untuk di donasikan ke panti asuhan."
Yi : " Pakai saja, semua keperluan mu kau
memakai uang kakak."
__ADS_1
Lisa : " Terimakasih kak."
Lisa menutup teleponnya, lalu dia mengambil uang kakaknya sebesar 1 miliar untuk donasi ke 3 panti asuhan.**