
Rey sedang berjalan santai kearah hutan binatang iblis, dan sudah mengerimkan binatang terbang yang dia bangkitkan untuk mengawasi daerah didepannya.
Dia malas melihat peta,dan hanya menyuruh binatang kebangkitannya bila ada penyergapan bandit langsung di musnahkan saja.
Dari pengelihatan shadow beast(binatang yang dibangkitkan olehnya),dia juga melihat pemandangan dari atas,setiap kali dia melihat orang lain di jalannya dia akan menghindarinya atau menunggu orang tersebut pergi.
Dia saat ini sedang duduk di batang pohon besar menunggu pejalan kaki yang dilihatnya pergi,saat dia melihat pejalan kaki sudah pergi,dia akan melanjutkan perjaalanan sebuah suara mengkagetkannya.
"Ketemu kau"
Dia hampir terjatuh dengan kepala terlebih dahulu untungnya di refleks dan melakukan akrobat langsung memutar tubuhnya hingga kakinya terlebih dahulu yang mendarat di tanah.
Rey kemudian melihat asal sebuah suara tersebut,tapi saat melihat orangnya membuat dirinya tercengang,karena dia tidak mengharapkan sama sekali yang mengkagetkannya adalah kakak perempuannya.
"Apaapaan sih mengkagetkan ku hingga aku hampir terjatuh dengan kepala terlebih dahulu"Ucap Rey kesal.
"Bagus lah kalau wajahmu terseret aspal"Ucap Felicia.
Rey malas berdebat dengan kakaknya itu jadi dia mulai bertanya,
"Kenapa kamu mengikutiku,dan kenapa kamu bisa tau kalau akudisini"Tanyanya,dia juga melihat Leo yang mengikuti kakaknya.
"Aku ingin meminta susu stalkit darimu tadinya,semenjak aku disini aku akan mengikutimu berpergian"Jawab Felicia.
"Baiklah kalau begitu ayo kita kembali ke istana."Jawab Rey karena dia malas mengajak kakaknya ketempat berbahaya.
"Tidak,kita akan tetap pergi ketempat kamu ingin pergi"Jawab Felicia memegang tangannya.
Melihat Felicia, dia mengerutkan alisnya karena kakaknya seenaknya.
Melihat Rey mengerutkan alis tanpa berbicara apa apa padanya tiba tiba dia merasa gugup dan gelisah.
"Kenapa,apa kamu tidak mau pergi dengan kakakmu?,apa kakakmu beban dimatamu?"Tanya Felicia.
"Iya kamu beban makanya aku malas mengajakmu"Jawab Rey.
Mendengar jawaban langsung dari Rey membuat dia kesal tapi dengan tatapan tegas dia tetap memegang tangannya.
"Untuk apa kamu terus memegang tanganku?,aku sudah memutuskan kembali ke istana"Ucap Rey mengabaikan tatapan kakaknya.
"Sekali saja,sekali saja ajak saya berpergian oke?"Akhirnya tatapan Felicia berubah dengan tatapan memohon.
Rey sebenarnya geli melihatnya menunjukan tatapan seperti itu Karena dia biasanya berwajah dingin,atau suka memelototi orang.
__ADS_1
"Percuma kakak menunjukan tatapan seperti itu,karena aku sudah memutuskan kembali ke istana"Jawab Rey dengan tenang sambil berjalan.
Rey yang berjalan tiba tiba di peluk oleh Felicia dan menemukan bajunya sedikit basah,dan tau kalau Felicia menangis.
"Baiklah,baiklah berhenti menangis kita akan melanjutkan perjalanan ketempat tujuanku tadi"Ucap Rey,dia sebenernya bukannya tidak mau mengajak Felicia,tapi karena banyak rahasia nanti yang akan terungkap kalau dia bersama Felicia.
"Benarkah?"Tanya Felicia masih memeluknya.
"Iya,jadi berhenti menangis dan lepaskan aku."Ucap Rey,bukannya dia pelangi atau apa,dia hanya menahannya karena Felicia merupakan kakaknya,apalagi saat punggungnya merasakan sensasi lembut.dia takut,dia akan berbalik dan memeluk kakaknya dengan berani.
Melihat Felicia sudah berhenti menangis dan mengelap airmatanya di bajunya membuat dia berkedut.
"Jadi kita akan kemana?"Tanya Felicia setelah berhenti menangis.
"Hutan binatang iblis"Ucap Rey santai.
Mendengar jawaban Rey,Felicia langsung shock.
"Hah?,apa kamu gila ingin pergi kesana yang katanya ada binatang di atas tingkat 9"Ucap Felicia memarahi.
"Kamu mau ikut apa tidak?,kalau tidak ayo kita kembali ke istana"Ucap Rey mengancam.
"Aku hanya bertanya oke?,jangan marah seperti itu"Felicia.
Felicia yang mendengar itu merasa kesal,dia menahannya karena takut Rey berubah pikiran lagi,dia pun mengikuti Rey disebelahnya dengan diam.
Leon yang bersembunyi di tempat lain dan mendapatkan sinyal dari tuannya untuk mengikutinya,tadinya dia ingin kembali ke istana untuk melindungi keluarganya yang lain,tapi karena tuannya menyuruh dirinya mengikutinya maka dia akan mengikutinya.
.....
Melihat hari sudah malam dia memutuskan untuk berkemah di hutan yang dia lewati.
"Leon keluarlah dan makan bersama kami"Ucap Rey.
Felicia tidak mengerti Rey memanggil siapa dan hanya diam melihatnya.
Leon keluar dari tempat persembunyiannya dan menyapa Rey,
"Salam tuan"
"Tidak usah pakai salam salaman lagi saat kamu melihatku,dan panggil aku Rey atau Boss aku merasa terlalu tua saat dipanggil sebutan tuan."Ucap Rey karena dia masih suka terganggu dengan sebutan tuan.
"Baik Boss"Ucap Leon.
__ADS_1
Mendengar Leon yang menurut dia mengangguk.
"Siapa dia?"Tanya Felicia.
"Bawahanku"Ucap Rey santai.
"Leon tolong Carikan kayu bakar aku ingin makan daging kelinci bakar hari ini."Ucap Rey memerintahkan Leon.
"Baik Boss"
Melihat Leon sudah pergi mencari kayu bakar dia bertanya kepada kakaknya,
"Apa kamu membawa makanan".
Felicia hanya menggelengkan kepalanya dengan malu,dia tidak membawa apa apa karena terburu buru untuk mengejar Rey.
Rey yang mendengar Felicia tidak membawa makanan mengedutkan bibirnya,dan mencari disekitar tubuhnya tas spasial tapi tidak menemukan,lalu dia melihat kearah cincin tapi tidak menemukan cincin spasial juga.
"Melihat apa kamu"Ucap Felicia meraung.
"Aku hanya mencari tas spasial,dan cincin spasial takut kamu berbohong tidak membawa makanan karena hanya ingin dimasakin olehku"UcapRey mengangkat bahu.
Mendengar alasan Rey,Felicia tambah kesal dan ingin menggigitnya tapi dia tahan karena dia disini merupakan penumpang.
Melihat Felicia menarik nafas dan membuangnya berulang kali hingga akhirnya wajahnya kembali kewajah dingin dan datarnya,Rey hanya mengangkat bahu tidak peduli.
Setelah Leon datang dia langsung menyalakan api dan membakar kelinci yang sudah dia taburi bumbu karena Leon dan Felicia ada disekitarnya dia harus merelakan persediaan makanannya.
Setelah selai makan bersama untungnya Rey membawa banyak tenda karena takut tendanya rusak dan bisa mengganti yang lainnya.
Jadi dia tidak perlu berbagi tenda dengan kakaknya atau Leon,dia hanya membagikannya kepada mereka biar mereka memasang tenda mereka sendiri.
"Leon kamu tidak usah berjaga,tidurlah,aku masih mempunyai pasukan lain yang bisa disuruh berjaga"Ucap Rey mendekati Leon dan berbisik kepadanya.
"Baik Boss"Ucap Leon pelan.
Mereka pun memasuki tenda masing masing,Rey didalam tenda tidak langsung tidur karena dia sedang berpikir untuk untuk menggunakan skill apa nantinya saat sudah sampai di hutan binatang iblis.
"Yah pikirkan saja nanti saat sudah kejadian"Ucapnya langsung memejamkan matanya dan tidur tidak lama kemudian.
Felicia yang ada di tenda sebelah sedikit gelisah takut ada yang menyergapnya saat mereka tertidur,karena dia melihat tidak ada yang berjaga saat mereka tidur.
Felicia tidak tahu kalau di pohon disekitarnya ada banyak burung gagak yang bertengger di atas batang pohon.
__ADS_1