Supreme Overlord System

Supreme Overlord System
49.


__ADS_3

Seminggu lagi berlalu.


Sekarang Rey berada diluar ibukota kekaisaran pedagang,karena kabar pelelangan yang akan diadakan ibukota tersebut sangat ramai,sampai sampai dia juga harus mengantri di pintu VIP.


Biasanya di pintu VIP kosong tapi sekarang terlihat seratus kereta yang mengantri didepannya,yang membuatnya menghela nafas karena harus mengantri.


Sedangkan kakakny Erik tampak memainkan kristal komunikasi sambil sesekali berbisik,dan menaruh kristal itu di kupingnya,yah mungkin kakaknya takut dia mendengar obrolan mesum mereka.


Hantu sendiri duduk dikursi supir sambil memakan camilan yang diberikan olehnya,karena dia suka meninggalkan hantu sendirian saat mereka berdua tidur didalam kereta,jadi dia membeli camilan dari toko systemnya.


"Kakak,kapan pelelangan akan dimulai emangnya?,kalau terus seperti ini mungkin kita tidak bisa menghadirinya"Ucap Rey lelah.


"Masih ada 5 hari sampai lelang dimulai jadi kau tenang saja,apa kamu membawa emas yang banyak?"Kakaknya balik bertanya.


"Aku hanya membawa 100jt koin emas"Jawab Rey santai.


Erik yang mendengar itu tercengang,apakah adiknya habis merampok brangkas kekaisarannya,apakah dia tidak takut ayah tau?.


Rey yang melihat wajah kakaknya melanjutkan bicaranya.


"aku tidak merampok brangkas kekaisaran kita jadi kau tenang saja".


"Terus darimana kau mendapatkan uang sebanyak itu?"Erik penasaran.


"Aku merampok organisasi pembunuh bayaran sebelumnya"


Tidak mungkin dia bilang kekakaknya kalau dia mempunyai system.


Perturakan sendiri disystemnya menjadi 1:1000 jadi dia merasa itu harga yang wajar ditetapkan systemnya.


Tiba tiba


*Boom!


Ledekan besar terjadi didepannya,kemudian dia melihat keluar dan bertanya kepada hantu. "Apa yang terjadi?"


"Ada yang sedang bertarung didepan tuan"Jawab hantu serius melihat kedepan,karena takut pertarungan didepannya akan menimbulkan kecelakaan kesini.

__ADS_1


Rey memfokuskan matanya kedepan untuk melihat siapa yang bertarung,kakaknya juga keluar dari kereta untuk melihat.


Rey menemukan seorang pemuda dengan rambut berwarna merah berdiri memegang belati di tangannya,didepannya tampak seorang pemuda juga dengan rambut berwarna coklat sedang memegang sebuah gada sedikit lebih besar dari tubuh pemuda tersebut.


"Pangeran dari kekaisaran api,dan pangeran dari kekaisaran tanah"Ucap Erik yang melihat siapa yang bertarung.


Pemuda berambut merah berlari lagi menyerang dengan belatinya kearah pemuda yang memegang gada.


*Boom!


Sebelum pemuda yang memegang belati bisa menyerang,pemuda yang memegang gadanya langsung membanting gadanya kearah pemuda berambut merah.


Untungnya pemuda berambut merah berhasil menghindari gada tersebut,karena gada tersebut tampaknya sangat berat sekali bantingannya bisa menimbulkan efek ledakan seperti bom yang dipakai tentara dibumi.


Kali ini pemuda berambut coklat itu yang menyerang kearah pemuda berambut merah dan langsung membanting gadanya lagi.


"Boom!


Tanah sedikit bergetar,dan terlihat pemuda berambut merah tersebut sedikit terengah engah menahan gada itu dengan belatinya.


Melihat pemuda berambut merah berhasil menahan serangannya dengan belatinya dan melihatnya terengah engah pemuda berambut coklat itu langsung mengangkat gadanya lagi dan ingin membantingnya kearah pemuda berambut merah.


*Boom!


Tapi pemuda itu berhasil menghindari serangan pemuda rambut coklat tersebut,karena saat pemuda berambut coklat tersebut mengangkat gadanya dia langsung menggunakan teknik gerakannya dan mundur kebelakang.


"Apa kamu mau berperang dengan kekaisaran api!"Teriak pemuda berambut merah.


"Yah kalau kamu ingin berperang,ayo lakukan,kekaisaran tanahku tidak takut dengan kekaisaran apiku"Jawab pemuda berambut coklat menyeringai.


Tiba tiba sebelom mereka berdebat lagi Rey muncul dipinggir dan berbicara kepada mereka. "Bisakah kalian bertarung lagi?,aku bosan menunggu antrian masuk yang panjang dan tidak ada hiburan"


Erik yang mengikuti adiknya saat melihat dia berjalan kearah mereka berkedut mendengar omongan adiknya.


Kedua pemuda itu kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Rey dan Erik.


"Hoh kalau bukan pangeran pertama dari kekaisaran pedang"Ucap pemuda berambut coklat mengejek kearah Erik.

__ADS_1


Sedangkan pemuda berambut merah hanya terlihat waspada karena dia tidak tahu Rey atau Erik merupakan musuh atau bukan.


"Yah kalau bukan pangeran pertama dari kekaisaran tanah siapa lagi yang bisa memegang gada seberat itu"Ucap Erik menyeringai.


"Tidak bisakah kalian berhenti mengobrol,dan lanjutkan pertarungan kalian lagi"potong Rey.


"Apakah dia adikmu Erik?"Tanya pemuda berambut coklat.


Erik mengangguk dan menjawab "dia adikku dan merupakan pangeran ke2 dikekaisaranku".


"Hoh,aku mendengar adikmu itu suka bermalas malasan,tampaknya berita itu tidak benar?"Ucap Ben(pemuda berambut coklat) dengan mata menyipit,karena dia tidak merasakan saat Rey tiba tiba sampai disitu.


Erik hanya mengangkat bahu.


"Yah karena kalian tidak ingin bertarung lagi,bisakah kalian enyah,dan biarkan yang lain memasuki kota"Ucap Rey tiba tiba dengan mata dingin.


Melihat mata Rey kedua pemuda itu merasa ditatap oleh predator alami yang siap melahap mereka.'kuat'itulah pikiran mereka.


"Kalau aku tidak mau?"Tanya Ben bermain-main.


"Mungkin aku akan menyuruh ayahku untuk mengirim pasukannya membombardir kekaisaran tanah"Jawab Rey berbalik pergi dengan Erik mengangkat bahu dan mengikuti Rey.


Ben dan pemuda berambut merah tercengang mendengar perkataan Rey,dia mengira kalau dia menjawab seperti itu Rey akan menyerangnya,tapi dia tidak menyangka Rey akan berbalik dan mengancam akan membombardir kekaisarannya.


Karena kekaisaran pedang merupakan yang terkuat dari kekaisaran lainnya,kecuali 2 kekaisaran bergabung untuk menekannya baru kemungkinan 50% untuk mengelahkan mereka.


Ben hanya menggertakan gigi dan melihat kearah pemuda berambut merah. "Kamu beruntung"


Pemuda berambut merah hanya mengangkat bahu dan menjawab.


" Yah mungkin nanti kalau kekaisaran pedang beneran membombardir kekaisaranmu,mungkin aku juga akan menyuruh ayahku untuk membombardir kekaisaranmu membantu kekaisaran pedang"Ucapnya dengan wajah main-main.


Ben yang sedang berjalan kekeretanya hampir tersandung mendengar ucapan pemuda berambut merah tersebut,tapi dia mengabaikannya dan kembali kekeretanya.


Pemuda itu menyuruh kusirnya yang merupakan pelindungnya untuk menghubungi ayahnya. "Hubungi ayah dan bilang kepadanya bahwa pangeran kekaisaran pedang mengancam akan membombardir kekaisaran kita".


Kusir itu hanya mengangguk kemudian mengeluarkan kristal komunikasi dan berbicara seperti yang tadi tuannya suruh.

__ADS_1


....


__ADS_2