
Setelah Andre memberikan ramuan ke Ferdinand dia berbalik ke Rey dan berterimakasih kepadanya.
"Terimakasih lagi tuan,karena sudah sering membantuku"Ucap Andre penuh syukur.
"Yah tidak perlu dipikirkan"Ucap Rey melambaikan tangannya.
"Ngomong-Ngomong apakah kamu berniat membangkitkan jiwa yang ada didalam cincinmu itu?"
Andre yang mendengar itu menjadi tegang, dia langsung merasa waspada.
"Yah kamu tidak waspada seperti itu,kalau aku ingin membunuhmu sudah kulakukan sejak dulu,bukan begitu orang tua?"Ucap Rey.
"Haih,yang muda selalu melebihi yang tua"
Tiba tiba manusia dalam bentuk jiwa keluar dari cincin ditangan Andre.
"Jadi apa yang kamu inginkan,Brats?Bocah?,Pangeran?,apa aku harus memanggilmu?"Ucap jiwa itu.
"Kau bisa memanggilku apapun yang kau inginkan"
"Yah aku ingin bertanya kenapa kamu bisa sampai menjadi seperti sekarang ini?"Tanya Rey karena penasaran.
"Ceritanya panjang...."
"Cukup dengan cerita sedihmu,dan ringkas saja".Potong Rey
Bibir jiwa itu berkedut mendengar omongannya dipotong,kemudia dia menghela nafas dan menjelaskan. "Anak muda sekarang tampaknya kurang sopan santun kepada yang tua".
"Yah intinya,aku mempunyai musuh yang kuat di benua neraka,dan mereka menangkapku,dan menyiksa ku setiap hari,setelah beberapa tahun, aku berhasil kabur dari sana dengan mengorbankan tubuh fisikku,dan mencari wadah agar jiwaku tidak menghilang,dan aku menemukan cincin ini"Ucap jiwa.
"Waktu kamu masih hidup siapa keluarga terkuat disana?"
"Keluarga manusia terkuat disana merupakan keluarga Karl,mereka mempunyai leluhur dengan tingkat kekuatan Mytical 3."
"Sedangkan empat keluarga lainnya hanya merupakan Mytical 1-2,apa kamu berniat pergi kesana?".
"Yah mungkin nanti"Jawab Rey.
"Musuhmu dari keluarga apa?"Tanyanya lagi.
"Musuhku bukan salah satu dari keluarga tersebut,dan merupakan salah satu organisasi pembunuh, wajah tengkorak"
"Aku tidak sengaja membunuh anak dari pemimpin organisasi tersebut yang merupakan peringkat legendaris6"
"Mungkin sekarang dia sudah memasuki peringkat Mytical1 karena sudah berpuluh-puluh tahun sejak aku meninggalkan benua tersebut"
"Terimakasih atas informasinya,mungkin nanti kita akan bertemu lagi saat kamu sudah di bangkitkan"Ucap Rey langsung menghilang.
Melihat Rey menghilang jiwa itu memandang tempat Rey sebelumnya dengan tatapan rumit.
"Apa itu peringkat Mytical?,Legendaris?"Tanya Andre yang menguping pembicaraan mereka tadi.
"Kamu akan mengetahuinya saat waktunya tepat,dan jangan banyak bertanya,aku akan tertidur selama setengah tahun untuk memulihkan energiku."Jawab jiwa langsung memasuki cincin.
Andre :...
......
Rey kemudian kembali kekota menemukan Leon."ayo kita pergi dari kota ini dan langsung kembali kerumah".
__ADS_1
"Baik boss"
Mereka langsung terbang untuk kembali ke rumahnya,dia juga tidak memanggil Felicia,dia hanya memanggilnya nanti saat sudah sampai dikamarnya.
Setelah terbang beberapa jam mereka sudah kembali ke ibukota kekaisaran pedang,dan menemukan kota yang tampak lebih ramai seperti sebelum dia pergi ke hutan binatang iblis.
Dia merasa aneh,apakah ada sesuatu acara?.
Rey sampai didepan pintu istana,saat penjaga melihatnya penjaga membungkuk memberi hormat kepada Rey dan berbicara "Pangeran selama ini ratu selalu mencari pangeran"
Mendengar hal tersebut membuat bibirnya berkedut,karena dia tahu sekarang dia dalam masalah.
Sebelum dia bisa memasuki istana,tiba tiba sebuah suara membuat dia melompat ketakutan.
"Hoh,anakku akhirnya ingat untuk pulang,aku kira dia sudah melupakan ibu,dan ayahnya"Ucap ibunya tersenyum menyeramkan.
Ibunya berjalan kearahnya dan menarik kerahnya,menyeretny kedalam istana.
para penjaga yang melihat itu merasa aneh melihat kejadian tersebut.
Sedangkan Leon,dia hampir tertawa terbahak bahak melihat tuannya di seret seperti itu dan tidak berani melawan.
Di dalam istana,Sore hari
Rey berdiri dengan tegak,tidak berani menurunkan postur malasnya yang biasa.
Terlihat ayah,ibu,dan kakaknya yang sedang menahan tawa melihatnya.
"Kemana saja kamu selama ini?,dan dimana kakakmu Felicia?,bukankah dia bersamamu?."
"Lapor kepada ibu,anakmu abis berpetualang ke hutan binatang iblis,sedangkan Felicia sekarang sudah menjadi kekasihku dan bukan kakakku lagi"Ucap Rey black blakan.
Mereka tercengang mendengar perkataan terakhir Rey.
"Apa maksudnya nak?"Tanya ibunya dengan mata menyipit.
Ayahnya juga penasaran dengan hal tersebut.
"Bukankah Felicia memang bukan anak dari kalian berdua?,sekarang kalian tidak perlu khawatir karena dia sekarang akan selalu menjadi anak kalian berdua,tapi dengan status istriku nanti"Ucap Rey.
"Darimana kamu mengetahuinya nak?"Kali ini ayahnya bertanya.
"Aku tidak sengaja memainkan alat test darah,dan mengecek darah kami berdua"Rey berbohong.
"Apa kamu sudah melakukannya dengan dia?"Ibunya bertanya lagi.
"Saya sudah melakukannya,dan mungkin dalam beberapa tahun kalian akan memiliki cucu"
Ayahnya yang ingin meminum minumannya lagi kini menyemprotkan minumannya lagi ke wajah kakaknya.
"Ayah!"Teriak Erik kesal.
"Kenapa?,apa kamu ingin menjadi anak durhaka dari hal sepele seperti itu"
Bibir Rey berkedut tidak terkendali mendengar ucapan ayahnya.
"Sekarang dimana dia?"Ibunya.
"Sekarang dia sedang berada di dunia jiwa milikku"
__ADS_1
"Dunia jiwa? Apa itu?"Erik.
"Kalian bisa memasukinya untuk melihat,aku malas menjelaskannya".
Melihat ibu dan ayahnya saling berpandangan dan mengangguk kepadanya,dia membawa mereka kedalam dunia jiwa miliknya.
Didalam dunia jiwa Felicia Yang sedang bermain game PSP dengan melati kaget saat melihat keluarganya muncul.
Dia sangat gugup saat melihat mereka ada disini.
"Hoh,tampaknya kamu bersenang senang disini?"
"Dan siapa gadis kecil imut ini"Ucap ibunya.
"Namanya melati,dia anak yang aku adopsi bersama Felicia"Potong Rey menjawab.
"Bisakah kita berbicara berdua nak?" Ucap ibunya kepada Felicia dengan tatapan lembut.
Kemudian Felicia mengangguk pasrah,dan membawa mantan ibunya ke kamar kosong didekatnya.
Ayahnya dan Erik,hanya melihat sekeliling.
Kemudian Rey menjelaskan kepada mereka tentang dunia jiwa miliknya.
Mereka tercengang kalau didalam tubuh Rey ada dunia miliknya pribadi sekarang.
Dia juga mengenalkan melati kepada mereka berdua,Erik langsung bermain game bersama melati,yah hasilnya sudah diketahui kalau Erik akan kalah.
Sedangkan ayahnya keluar dari mansionnya dan bilang kepadanya kalau dirinya ingin berkeliling melihat dunia jiwa miliknya,yang dia anggukan.
"Rey apakah aku bisa terus kesini?"Tanya Erik ketagihan bermain game.
"Nanti aku akan memberikanmu kristal yang bisa membuka portal kesini,tapi ingat saat kamu membuka portal cari tempat yang aman,aku tidak ingin dunia jiwa milikku diketahui orang lain"Jawab Rey.
"Tenanglah aku tau,dan tidak mungkin aku membeberkan tempat persembunyian keluarga kita."
Mendengar Erik menyebut dunia jiwa miliknya sebagai tempat persembunyian membuat bibirnya berkedut.
Tidak lama kemudian Felicia dan ibunya keluar dari kamar,dan tampaknya Felicia habis menangis karena matanya yang tampak merah.
"Ibu kenapa kamu membuatnya menangis?."
"Aku tidak membuatnya menangis bodoh,aku juga tidak menyangka kalau dia tiba tiba menangis tadi,"
"Ibu tidak membuatku menangis,aku hanya bahagia karena ibu masih menerimaku apa adanya"Felicia tersenyum.
"Gadis bodoh,aku tidak mungkin meninggalkan mu, karena aku yang merawat mu sampai sebesar ini"Ibunya menggelengkan kepalanya.
"Yah baguslah sekarang kamu menjadi pasangan bocah itu,jadi kamu tidak perlu pergi kekeluarga lain"
Ibunya kemudian melihat kearah melati dan menggendongnya."imutnya"sambil mencubit pipi melati.
Melati merasa malu,dan gugup saat di gendong oleh ibunya.
"panggil aku nenek"suruh ibunya kepada melati.
"Nenek"ucap melati pelan.
Ibunya hanya terkekeh melihat melati,yang menurutnya sangat imut.
__ADS_1