
Setelah Rey kembali dia tidak peduli dengan apa yang terjadi selanjutnya,karena keluarganya sangat aman di benua ini apalagi mereka bisa pergi ke dunia jiwanya,dan ada Leon yang menjaga istana.
"Apakah kamu tidak terlalu berlebihan mengajak kekaisaran lain untuk berperang?"Tanya Erik heran.
"Yah aku hanya iseng mengancamnya,agar mereka cepat bubar,atau apakah kamu mau menunggu mereka terus bertarung dan kita akan tidur disini?Ucap Rey tersenyum mengejek.
"Yah tapi kamu tidak perlu melakukan itu, mungkin nanti orang dari kekaisaran pedagang datang untuk menengahi"
Rey hanya mengangkat bahunya,dan matanya tiba tiba menyipit. "Lagian kalau dia pintar dia tidak akan memasukan omonganku dengan serius,atau mungkin salah satu kekaisaran disini akan menghilang nantinya".
Erik yang melihat adiknya hanya tersenyum kecut. "Ingat kamu pernah bilang keayah untuk tidak terlalu sombong dan mencari masalah,tapi sekarang?,kamu memakan omonganmu sendiri."
Rey tercengang,kemudian dia mulai mengingat kapan dia pernah ngomong begitu kepada ayahnya,setelah mengingatnya dia tersenyum canggung kepada kakaknya.
Melihat Rey tersenyum canggung Erik merasa geli. "Apa kamu malu?,apa kamu ingin menirukan omonganmu yang ayah beritahu kepadaku".
"Oh dan ayah jangan sombong saat sudah menaikan kekuatan ayah,karena di atas bumi masih ada langit."
Sebelum Rey bisa melarangnya Erik sudah berbicara terlebih dahulu yang membuat mukanya merah karena malu,dia langsung masuk kekeretanya dan memasuki dunia jiwanya.
Felicia yang melihat Rey datang,dan melihat mukanya yang merah mau tidak mau bertanya dengan aneh. "Apakah kamu ingin buang air,?"
Rey yang mendengar itu hampir tersandung kakinya.
Dia kemudian melihat kearah Felicia dengan tatapan kejam.
Melihat tatapan Rey yang seperti itu membuat Felicia bergedik dan bagian bawahnya sedikit basah.
Tapi Rey hanya melihatnya,dan tidak melakukan apa-apa yang membuatnya bingung. "Kamu kenapa?"
"Apakah ayah memberitahumu sesuatu,seperti obrolanku dengannya?"Tanya Rey.
Felicia berpikir setelah beberapa saat dia menjawabnya. "Dia memberitahu kita kalau kamu bekerja bersama seseorang".
"Dia juga memberitahu kita dari ucapanmu untuk tidak sombong karena...."
Sebelum Felicia sempat menyelesaikan ucapannya.
"Baiklah cukup"Rey memotongnya.
Felicia tidak mengerti dan merasa aneh,tapi dia mengabaikannya dan lanjut menyuapi melati makan saat melati sedang bermain game.
__ADS_1
Rey yang melihat melati seperti itu menggelengkan kepalanya,karena melati sudah kecanduan oleh game.
Waktu sebelumnya dia ingin menyita gamenya,tapi melati menangis selama 6 jam yang membuatnya lelah mendengarnya dan akhirnya mengembalikannya lagi.
Tiba tiba kakaknya muncul dan mulai menggodanya. "Kenapa kamu lari Rey,apakah kamu malu?,heheh."
"Cukup kak"Ucap Rey merasa lelah.
"Apa kamu sudah menyuruh hantu untuk berjaga,agar tidak ada yang menerobos masuk"Tanya Rey,apabila dirinya yang bertelportasi kesini dia tidak membutuhkan portal karena dunia ini miliknya.
Sedangkan yang lainnya pasti akan membuka portal,jadi dia tidak mau saat kakaknya masuk ada yang melihatnya,karena portal yang dimasuki ada delay selama 5 detik.
"Sudah kamu tenang saja,aku menyuruhnya untuk melumpuhkan yang memaksa masuk,dan bilang kepadanya kalau nanti aku yang akan bertanggung jawab"Jawab Erik.
Rey mengangguk mendengarnya,karena dikeluarga mereka demi keamanan keluarga mereka mereka rela melumpuhkan bahkan kaisar lain sendiri.
Erik kemudian bermain bersama melati memainkan game yang ada di situ.
Rey hanya menggelengkan kepalanya,karena dia rasa masih lama untuk memasuki kota dia ingin berendam air panas terlebih dahulu di mansionnya.
Kolam airpanas dia sendiri yang membuatnya dengan energi api neraka miliknya untuk menjaga suhu didalam kolam tetap stabil.
Memasuki kolam Rey melepas bajunya dan langsung berendam."Haaahh,betapa nikmatnya berendam disini".
Terlihat Felicia hanya mengenakan handuk saat memasuki kolam dengan wajah malu malu
*Glup!.
Rey merasakan tenggorokannya kering saat melihatnya malu malu seperti itu dengan hanya menggunakan handuk.
Tombak naga Rey yang tadinya tertidur tiba tiba mengaum melihat hal tersebut.
*Auum!
Felicia berjalan menghampiri Rey selangkah demi selangkah,saat sudah didepan kolam dia langsung melepas handuknya,yang membuat Rey langsung mimisan saat melihatnya.
Rey berjalan kearah Felicia dan menggendongnya masuk kedalam kolam bersamanya,dia menaruhnya didalam pangkuannya.
....
2jam kemudian Rey berada dikamarnya dengan perasaan segar,dia juga sudah membawa Felicia dan membaringkannya dikasur karena kelelahan bermain-main.
__ADS_1
Dia kemudian kebawah dan melihat kakaknya dan melati,dan tambahan satu lagi adiknya adel yang tidak tahu kapan dia datang.
Adel tampak cemberut melihat melati,dan kakaknya bermain game.
Rey menghampiri Adel dan bertanya "ada apa Adel,kenapa kamu cemberut begitu?"
"Kakak Erik tidak mau gantian bermain denganku"Ucap Adel mengeluh kepada dirinya.
"Kakak lebih baik kau kasih Adel main,atau aku akan melaporkannya kepada ibu nanti,bahwa kau membuat nangis Adel."
Erik yang asik bermain mendengar hal tersebut langsung bergedik ngeri,keringat dingin terlihat didahinya.
Erik langsung memberikan stik nya kepada Adel. "Ini Adel,tapi adel janji jangan bilang bilang kepada ibu oke"
Adel mengangguk dan menjawab oke.
Kemudian dia melihat Rey dengan mata menyipit. "Tidak bisakah kamu tidak mengganggu kebahagiaan orang lain?".
Rey hanya mengangkat bahunya saja,karena dia tidak peduli ditatap seperti itu oleh kakaknya.
"Baiklah ayo kembali kekereta,mungkin keretanya sudah masuk kedalam kota"Ucap Rey yang kemudian memegang bahu Erik dan menghilang.
....
Didalam kereta.
Mereka masih melihat mereka masih diluar kota,tapi kini didepan mereka hanya 10 kereta lagi yang harus mereka lewati.
Yah karena mereka tidak harus menunggu lama untuk masuk kedalam mereka memutuskan untuk hanya menunggu.
Didalam ibukota pedagang.
Rey sudah memasuki ibukota pedagang bersama kelompoknya dengan Erik menunjukan identitas dan surat undangan dari kekaisaran pedagang.
Penjaga itu juga tidak berani,memungut pajak masuk,apalagi itu dari seorang pangeran,biarpun bukan pangeran kekaisaran mereka.
Rey melihat kota,yang dimana mana isinya sebuah toko dan kios mau tidak mau dia bertanya. "Apakah mereka akan tinggal di toko/kios milik mereka?,dan tidak mempunyai rumah?"
Erik mengangguk. "Kecuali pejabat yang mempunyai rumah disini,dan toko,sisanya hanya mempunyai toko dan kios,karena namanya kekaisaran pedagang warga sipil juga di wajibkan untuk tahu cara berdagang".
"Kalau semua berdagang,siapa yang akan membelinya?"Tanya Rey.
__ADS_1
"Mereka akan melakukan pertukaran biasanya bagi warga disini,dan bagi warga dari kekaisaran lain mereka menggunakan koin seperti tempat lainnya".
Rey mengangguk mendengarnya,karena dengan pertukaran dia merasa itu lebih baik daripada menggunakan koin.