Supreme Overlord System

Supreme Overlord System
43.


__ADS_3

"Leon kamu tunggu disini,aku ingin memasuki dunia jiwa dulu,bila ada yang datang lumpuhkan saja mereka"Ucap Rey .


"Baik Boss".Leon mengangguk.


Rey kemudian memasuki dunia jiwanya,dan langsung muncul di mansion.


Tapi dia tidak melihat Felicia dan melati didalam mansion,dia kemudian mencari mereka keseluruh mansion.


"Apa yang kalian lakukan disini?"Tanya Rey.


"Kami sedang duduk"Jawab Felicia.


Bibir Rey berkedut. "Maksudku kenapa kalian tidak duduk didalam saja?".


"Dan apakah kamu masih takut kepadaku gadis kecil"Ucap Rey melihat melati bersembunyi dibelakang Felicia.


"Kamu tidak boleh seperti itu melati,sekarang dia adalah ayahmu oke?"Ucap Felicia mengelus kepalanya.


Melati keluar dari belakang Felicia,dengan kaki sedikit gemetar mencoba memberanikan diri.


Rey langsung menghilang,dan muncul didepan melati langsung menggendongnya. "Kamu tidak perlu takut okey?."


Melati yang tidak siap dengan tiba tiba Rey muncul dan menggendongnya,tubuhnya langsung tegang,tapi setelah mendengar ucapan Rey dia berusaha untuk rileks.


Melihat melati sudah rileks dia bertanya."Apa kamu suka tinggal disini?"


Melati hanya menganggukan kepalanya.


"Apa kamu ingin tinggal disini,apa tinggal didunia luar?".


Melati tampaknya berusaha untuk berbicara kepada Rey.


Rey yang melihat itu menunggu dengan sabar,sampai melati ingin berbicara dengannya sendiri.


"Aku ingin tinggal disini!"ucap melati tiba tiba berteriak.


Melati yang menyadari kesalahannya tampak takut,dan matanya mulai berkaca kaca.


'apa aku semenakutkan itu?'Batin Rey.


"Kamu jangan menangis oke,aku tidak akan memarahi kamu walau kamu berteriak seperti itu"Ucap Rey mengelus kepalanya.


"kalau kamu mau tinggal disini kamu harus bilang kepada ibumu dulu nanti,biar kamu ada yang menemani disini"


"Apa kalian berdua sudah makan?"Lanjutnya.


Melati dan Felicia terlihat mengangguk mendengar pertanyannya jadi dia tidak melanjutkannya lagi dan ingin kembali kedalam mansion.


Rey kemudian berjalan ke Felicia dan memeluk pinggangnya. "Ayo kita masuk kedalam mansion"Ajaknya.


Didalam mansion Rey mengajarkan melati cara bermain game,yah siapa tau nanti bosan saat Felicia dan dirinya mungkin keluar darisini,atau mungkin saat mereka sedang bersenang senang.


Saat dia memainkan game bersama melati, melati tampak bersenang senang dan lebih terbuka,dan terkadang melati pun tertawa saat dia berhasil mengalahkan dirinya.

__ADS_1


3jam kemudian.


"Gooolll!"Teriak melati senang


Semenjak bermain selama sejam, melati semakin ahli dalam memainkan game,dan akhirnya dia mengajak melati bermain game bola,dan mengajarkannya.


Tapi yang membuatnya hampir merusak gamenya,karena semenjak permainan pertama dia tidak pernah menang sekalipun melawan melati.


"Hahahahahaahhahaha"Felicia tertawa terbahak-bahak melihat muka Rey yang kesal.


"Tertawalah sampai kamu puas,nanti malam aku akan membalaskan dendam"Ucap Rey menyeringai kejam.


Mendengar ancaman Rey membuat tubuh Felicia bergedik ngeri.


"Kumohon,kakiku masih sakit saat kemaren malam melakukannya"Ucap Felicia.


"Tidak ada negosiasi"


Melati menatap ayahnya dan ibunya yang sekarang dengan bingung,dengan apa yang mereka bicarakan.


"Ibu apa yang kalian bicarakan"Tanya melati penasaran.


"Oh tidak ada,aku dan ayahmu melakukan olahraga semalam,dan membuat kaki ibu terkilir"Ucap Felicia.


"Apa ibu tidak apa-apa"Tanyanya lagi.


"Tidak apa-apa,bukankah kamu melihat ibu bisa berjalan?"Ucap Felicia tersenyum.


"Baiklah kalian berdua lanjutkan bermainnya,aku akan kembali dulu"Ucap Rey.


Rey yang ingin bertelportasi kembali ke arena mendengar itu membuatnya tubuhnya kaku,karena ini pertama kalinya dia dipanggil ayah.


Setelah beberapa saat,dia memeluk melati,dan mencium pipinya."kamu jangan nakal disini,dan dengarkan ibumu"


......


Dikeluar dari ruang jiwanya,dan bertanya kepada Leon "Pertandingan keberapa sekarang?".


"Babak final Boss"Jawab Leon.


Rey tercengang dan bertanya tanya apakah dia sudah didalam selama berhari-hari karena seharusnya pertandingan seperti itu bisa memakan waktu 2hari paling lama,dia mengira saat keluar palingan pertandingan 32 besar,tapi dia tidak menyangka kalau pertandingannya secepat itu.


"Apa yang terjadi?"Rey bertanya penasaran.


"Dua orang itu menantang semua peserta untuk langsung menghadapi mereka,dan tersisa mereka berdua bertarung yang sedang bertarung".


Rey kemudian melihat andre dan seorang pemuda seumuran dengan Andre saling menyerang,yang satu menggunakan elemen gravitasi dengan pedang,yang satu menggunakan tombak dengan elemen kegelapan.


Rey melihat status pemuda yang menggunakan elemen kegelapan.


[Nama : Luis Ferdinand


Tittle : anak yang disukai dunia

__ADS_1


Bakat : Tinggi


Bakat elemen : Gelap


Peringkat : Platinum3


Keberuntungan : 3100


Skill : Kegelapan(A),menghilang(B),Tebasan cepat (B)


Dia sudah menunggu kalau orang yang dilawan andre merupakan protagonis juga. 'tapi keluarga Ferdinand?,perasaan dikekaisaran ini tidak ada nama keluarga ferdinand,apa dia dari kekaisaran luar yang sedang berpetualang?' Batin Rey bertanya-tanya


'yah karena peringkat mereka sama,dan merupakan sesama anak yang disukai dunia,mungkin pertandingannya akan seri sekarang'lanjutnya.


'tapi keberuntungannya masih dibawah Andre,yah kita akan melihatnya nanti'


Rey juga tidak lupa langsung mengambil keberuntungan Ferdinand,untuk meningkatkan keberuntungannya.


Tiba tiba,tekanan peringkat master memasuki seluruh arena.


Dia geli melihat tekanan itu ingin menekannya,dia hanya melambaikan tangannya,dan tekanan itu menghilang disekitarnya.


"Hoh,ada yang bisa melepaskan diri dari tekananku?"Ucap seorang lelaki paruh baya muncul.


Kemudian lelaki paruh baya itu melihat kearah tempat Rey berada,dia melihat Rey dan Leon melihatnya dengan geli.


"Siapa kamu anak muda?"Tanya pria paruh baya tersebut.


Rey dan Leon kemudian saling berpandang, karena dia tidak tahu siapa yang ditanyakan oleh pria paruh baya tersebut.


Melihat Rey dan Leon saling pandang dan mengabaikannya membuat pria paruh baya itu marah tapi dia menahannya terlebih dahulu karena ada hal penting yang harus diurus olehnya."Siapa di antara kalian yang bernama Andre dan Ferdinand"


Arena menjadi sunyi mendengar hal tersebut dan tidak ada yang menjawab pria paruh baya tersebut.


*BOOM!


Pria paruh baya itu mengeluarkan tekanan lebih tinggi lagi,dan membuat beberapa orang dengan kekuatan perunggu-gold langsung memuntahkan seteguk darah.


"Aku tanya lagi,siapa yang bernama Andre dan Ferdinand"


Tiba tiba tuan kota yang mempunyai kekuatan peringkat elite maju menghadapi pria paruh baya itu dengan hormat.


"Tuan,saya penguasa kota dikota ini,kalau boleh tau tuan ini siapa yah?"Tanya penguasa kota.


"Aku?,Aku tetua agung dari salah satu Marquis di kekaisaran petir,Orang yang beranama Andre dan Ferdinand telah membunuh kedua anakku,Aku mendengar bahwa Andre dan Ferdinand akan melakukan pertandingan disini"Ucap Tetua agung.


"Tuan ini di kekaisaran pedang,apa tuan tidak takut mendapatkan pembalasan dari kekaisaran pedang karena membuat kekacauan disini?"Tanya penguasa kota masih dengan nada hormatnya,tapi dalam nada itu siapapun tau kalau penguasa kota mencoba mengancam tetua agung itu.


"Aku tidak takut dengan bangsawan dari kekaisaran pedang,dan aku juga tidak takut dengan kaisar mereka sendiri"Ucap tetua agung dengan sombong.


Mereka yang mendengar itu menjadi heboh, dan bertanya tanya apakah tetua agung itu ingin berperang dengan kekaisaran pedang?.


Rey yang mendengar itu juga geli,karena ayahnya bisa saja dia suruh untuk menguasai benua ini,yah walaupun masih ada ras elf dan dwarf yang bersembunyi tidak tahu dimana,yang tinggal didunia ini.

__ADS_1


"Sekarang,serahkan Ferdinand dan Andre kepadaku,kalau tidak aku akan melakukan pembantaian dikota ini"Ucap Tetua agung dengan wajah bringas.


Rey yang mendengar ancaman itu tidak menggubrisnya,dia hanya ingin melihat apa yang dilakukan Andre dan Ferdinand kedua protagonis itu.


__ADS_2