
Setelah memasuki kota.
Mereka mendengarkan pejalan kaki mengobrol.
"Hey apa kamu tahu kalau,hutan binatang iblis menghilang"P1
"Dari mana kamu mengetahuinya?"P2
"Aku mendengar dari pengembara,dan tentara bayaran yang berbicara tentang hal tersebut."
"Aku juga mendengar, katanya di dalam hutan tersebut ada makhluk kuat yang melebihi peringkat epic,lebih kuat dari kaisar iblis di benua hitam".
Rey yang mendengar itu menggaruk kepalanya, karena dia tidak menyangka kalau berita hutan itu menghilang akan tersebar secepat ini.
"Aku dengar Marquist Albert bersama anaknya akan datang kekota ini untuk menonton sayembara yang di lakukan oleh penguasa kota disini."
"Iya aku sudah tau itu,aku mendengar kalau penguasa kota akan menikahkan anak perempuannya dengan orang yang memenangkan pertandingan tersebut."
"Dan aku juga mendengar kalau ada hadiah lainnya berupa senjata tingkat B,dan ramuan peringkat 4"
"Woah hadiahnya sangat mewah,sayangnya kita hanya di peringkat perunggu,jadi tidak bisa mengikutinya,karena hanya peringkat gold keatas yang bisa mengikutinya"
Rey mendengar hal tersebut merasa tertarik dengan pertandingan yang ada,dan ingin menontonnya.
Dia juga punya firasat kalau Andre akan muncul nanti di pertandingan itu.
Felicia yang melihat Rey tertarik dengan pertandingan merasa kesal.
Dia mencubit pinggang Rey dan memutarnya.
"Sakit sakit"Ucap Rey.
"Aku hanya ingin menonton,dan melihat orang bertarung,bukan untuk ikut menjadi pesertanya"lanjutnya sambil memegang tangan Felicia.
"Bagus kalau kamu berpikir begitu"Felicia menganggukan kepalanya.
"Yah sebelum menonton lebih kita mencari kios makanan terlebih dahulu"Ucap Rey.
"Kenapa tidak di restauran?"Tanya Felicia aneh.
Bibir Rey berkedut mendengar pertanyaan Felicia.
"Tidak,lebih baik makan di kios saja,sekali kali menbantu warga sipil,lagian aku juga merupakan seorang pangeran yang harus membantu warga sipil"Jawabnya..
Felicia hanya memutar matanya mendengar jawaban Rey.
Rey kemudian berjalan bersama rombongannya mencari kios makan.
Saat berjalan jalan dia melihat hal yang membuatnya aneh.'apa disini ada pedofil juga?'batinnya.
Disebuah gang yang di lewati Rey dari jalan utama.
__ADS_1
Dua orang pemuda dan satu gadis kecil berumur 11 tahun sedang di kelilingi oleh pemuda tersebut.
"Lebih baik kamu mengikuti kami,kalau tidak aku akan menjualmu kepasar budak nanti"P1
Gadis itu gemetar mendengar ancaman pemuda itu yang akan menjualnya kepasar budak.
"Jangan lupa,orang tuamu yang sudah mati masih memiliki hutang kepada orang tuaku,jadi kamu harus membayarnya"Lanjut P1 sambil menjilat bibirnya melihat tubuh gadis kecil itu.
"Nanti saya akan membayarnya tuan,tolong beri saya waktu,saya akan mencari pekerjaan untuk membayarnya"Ucap gadis kecil itu memohon dengan badan gemetar.
"Kamu mau mencari pekerjaan apa?,hutang ayahmu berupa 2 gold,pekerjaan apa yang bisa membuatmu langsung mendapatkan 2gold,orang tuamu sudah menunggak selama 3 bulan"
"Karena orang tuamu baru meninggal seminggu yang lalu,aku tidak menagihnya kemaren kemaren karena merasa kasihan terhadapmu,tapi kamu sekarang harus bertanggung jawab untuk melunasi hutang orang tuamu"P1 berbicara sambil mengejek.
Tubuh gadis itu tambah gemetar saat mendengarnya dia ingin menangis,dan meminta tolong,tapi dia tahu kalau tidak akan yang menolongnya disini.
Apalagi pemuda itu merupakan anak dari kapten penjaga dikota ini.
....
Felicia yang melihat itu menatap Rey.
"Apa?"Tanya Rey.
"Kamu bilang, kamu ingin membantu warga sipil sebagai pangeran bukan?"
Bibir Rey berkedut karena tahu kearah mana Felicia selanjutnya akan berbicara.
Rey yang mendengar itu berkeringat deras,karena dia awalanya memang tidak membantu gadis kecil itu,karena dia merasa itu bukan urusannya.
Tapi setelah mendengar Felicia,dan melihat wajah gadis kecil itu yang imut,dia membayangkan saat gadis kecil itu dijual kepasar budak.
Memikirkannya saja membuatnya bergedik kesal.
Rey akhirnya pergi kearah gadis kecil tersebut setelah memutuskan. "Yo dua pemuda yang disana"
Dua pemuda itu berbalik melihat Rey "Siapa kamu?,jangan mencampuri urusan orang bila kamu tidak ingin terjadi sesuatu."
"Hoh,apakah kamu mengancamku?,apa ayahmu seorang kaisar karena berani mengancamku?"Ucap Rey menyeringai.
"Ayahku bukan seorang kaisar,tapi ayahku merupakan kapten penjaga dikota ini,jadi lebih baik kamu pergi darisini dan berhenti mencampuri urusan kami,kalau kamu tidak ingin terjadi sesuatu nanti."Ucap P1 mengancam.
"Apakah kamu pernah merasa seperti apa itu kematian?"Tanya Rey.
Dua pemuda yang ditanyai Rey menjadi kesal,dan mereka berdua menyerang Rey." Ayo serang dia,dan patahkan kaki dan tangannya"P1
P2 hanya mengangguk,kemudian mereka berdua berlari kearah Rey.
Rey yang melihat mereka berdua berlari kearahnya dan berniat menyerangnya hanya diam saja,Sampai kedua pemuda tersebut berjarak satu meter darinya,dia mengeluarkan auranya dan menekan mereka berdua hingga berlutut.
*BOOM!
__ADS_1
Kedua pemuda tersebut yang merasakan aura Rey merasa takut.
"Aku tanya sekali lagi,apa kalian pernah merasakan kematian?"Tanya Rey berjalan mendekati kedua pemuda tersebut selangkah demi selangkah.
"Siapa kamu?.aku anak dari kapten penjaga di kota ini"ucap P1 berusaha untuk mengancam Rey.
"Apa kamu melihat wajahku?,apa aku peduli?,apa aku terlihat panik?"Ucap Rey menyeringai.
*BOOM!
Rey menambahkan tekanan auranya dan membuat mereka yang tadinya berlutut langsung bersujud.
Mereka berdua akhirnya merasa takut setelah melihat Rey terus menekannya,dan tidak takut dengan ancaman mereka.
"Tuan aku mohon,aku masih ingin hidup jangan bunuh saya, saya hanya disuruh oleh pemuda itu untuk mengikutinya"P2 akhirnya berbicara.
"Tuan tolong jangan bunuh saya,saya bisa memberikan harta apapun kepada tuan"Ucap P1 memohon.
Rey merasa tertarik dengan ucapan sombong P1 itu, yang dia bilang bisa memberikan harta apa saja. "Hoh,apakah kamu bisa memberikan kekaisaran ini untukku?"Tanya Rey tertarik.
"Aku bisa melakukan apa saja asalkan aku hidup,dan aku berjanji akan membunuh kaisar sekarang dalam waktu dua tahun,dan memberikan kekaisaran ini kepada tuan"Ucap P1 penuh keyakinan.
Rey geli mendengar ucapan pemuda tersebut. "Apa kalian tau siapa aku?"
"Tidak"mereka berdua menjawab sambil menggelengkan kepalanya,walau dalam tekanan Rey mengurangi tekanan kepada mereka agar mereka tidak langsung terbunuh.
"Aku?.Perkenalkan namaku Rey Noland,apa kamu tahu keluarga Noland?"Ucap Rey geli melihat kedua pemuda itu tercengang.
"Yah karena ada gadis kecil disini, Jadi..."
"Leon!"Panggil Rey .
"Siap Boss"
"Kamu bawa kedua pemuda ini ketempat sepi,dan selanjutnya kamu tidak harus aku menjelaskannya bukan?"Tanya Rey dengan mata menyipit.
"Tapi jangan hancurkan rumah seseorang atau setengah kota ini saat kau melakukannya"Rey mengingatkan karena takut Leon melakukan hal sama seperti di hutan binatang iblis.
"Baik Boss,Boss tidak usah khawatir"Ucap Leon meyakinkan.
Kemudian Leon mengambil kedua pemuda tersebut dan membawanya seperti membawa karung beras.
Melihat Leon sudah menghilang.
Rey menghampiri gadis kecil itu yang gemetaran saat melihat dia mendekatinya.
"Rey kamu menakutinya."Ucap Felicia tiba tiba muncul disampingnya.
"Yah kamu saja kalau begitu yang mengurusnya"Ucap Rey mengangkat bahu.
Dia kemudian keluar dari gang dan membiarkan Felicia berbicara dengan gadis kecil itu berduaan.
__ADS_1
Karena tampaknya gadis kecil itu takut kepadanya,dia tidak peduli kalau gadis kecil takut kepadanya,setidaknya dia sudah membantunya.