Supreme Overlord System

Supreme Overlord System
46.


__ADS_3

Malam harinya di mansion dunia jiwa.


Keluarganya berkumpul diruang tamu,sedangkan ayahnya dan kakak lelakinya sudah kembali ke dunia luar untuk melakukan tugasnya sebagai seorang kaisar,yah kalau kakaknya mungkin pergi bermain main.


Adiknya pun Adel,sudah dibawa oleh Rey ke dunia jiwa miliknya,pertama kali Adel melihat dunia jiwa miliknya dia tampak ketakutan,karena melihat banyak monster,tapi setelah beradaptasi dan bekernalan dengan melati,dia tampak senang mendapatkan teman bermain baru,dan mereka bermain bersama dengan Archie yang terkadang jadi bahan main kuda kudaan.


Sekarang melati sedang mengajarkan Adel cara bermain game di ruang tamu mansionnya dengan gembira dan terkadang terdengar suara cekikian mereka berdua.


Rey yang melihat itu hanya tersenyum,karena melati sudah tidak seperti sebelumnya yang pemalu,dan takut sama orang lain,sedangkan Adel dia senang karena sekarang adiknya mendapatkan teman manusia pertamanya.


Dia tidak ingin adiknya saat terus tersuan bermain bersama Archie jadi tidak mau mendapatkan teman manusia,yah dia dan keluarganya tidak bisa di bilang teman.


"Rey kamu dan kakak lelakimu sebulan lagi akan pergi kekaisaran Pedang bukan?,saya mendengarnya dari ayah kamu."Ibunya bertanya.


Rey yang sedang melihat melati dan adiknya menengok kearah ibunya.menjawab, "Aku memang bilang kalau aku ingin pergi kesana,tapi aku tidak tahu kalau aku akan bersama kakakku"


"Karena kamu dulunya tidak pernah kemana-kemana, ayahmu yang membuat pengaturan untukmu"Ibunya menjawab.


Rey hanya menganggukan kepalanya mengerti,mungkin ayahnya takut dia akan kesasar sampai benua lain?.


"Apa kamu akan mengajak Felicia kesana?"Tanya ibunya.


Felicia yang mendengar itu melihat ke arah Rey dengan tatapan.(aku tahu kamu tidak akan mengajakku).


Rey hanya mengangkat bahu dengan tatapan Felicia.Menjawab ibunya, "aku tidak akan mengajaknya,dan membiarkan dirinya disini,dan aku juga akan memberi ibu dan ayah kristal yang bisa membuka portal kedunia jiwa milikku nanti"


"Alasan aku tidak mengajak Felicia karena aku malas menghadapi bocah bocah dari kekaisaran lain"Lanjut Rey sebelum ibunya bisa bertanya lagi.


Ibunya yang mendengar perkataan Rey menganggukan kepalanya,karena dia tahu mungkin karena kecantikan Felicia nanti ada yang mengganggu dirinya.


"Tapi bukankah kamu juga masih bocah?"Ucap ibunya geli."


Rey mengangguk mendengar jawaban ibunya mengakui.menjawab."Iya aku masih bocah,tapi pemikiranku tidak seperti bocah bocah itu"

__ADS_1


Felicia mendengus mendengar perkataan Rey,karena dia tidak melihat perbedaan antara dia dengan orang lain.


"Kenapa kamu mendengus,bukankah begitu istriku?"Ucap Rey menyeringai jahat.


Felicia bergedik melihat seringai Rey,apalagi Rey nanti malam berniat membalas dendam kepadanya.


Melihat Felicia bergedik seperti itu membuat Rey tersenyum,karena senang menggoda kekasihnya.


"Kakak apakah saya bisa berkeliling disini bersama melati besok"Tanya Adel tiba-tiba.


Rey berpikir mendengar perkataan adel, Walaupun dia bisa melihat isi semua yang ada didunianya tapi dia jarang melakukannya karena kalau kelamaan membuat kepalanya sakit.


Setelah berpikir dan karena tidak bahaya didunia jiwa miliknya,tapi dia takut binatang iblis yang hidup harmonis itu tiba tiba mengamuk suatu saat.


"Yah tidak apa-apa,kamu bisa mengajak melati berkeliling besok" Rey mengangguk,paling paling dia akan mennyuruh setengah shadow nya yang ada disini untuk memasuki bayangan mereka berdua.


.....


Tengah malam di mansion.


Felicia gugup melihat Rey menyeringai seperti itu,walaupun dia sering melakukannya selama sebulan kemaren hampir setiap hari,tapi dia masih merasakan gugup.


Rey yang melihat Felicia gugup ingin menggodanya. "Kenapa kamu tidak kesini,dan pijat bahu suamimu?."


Rey melepas pakaian atasnya saat menyuruh Felicia untuk memijat bahunya.


Felicia yang melihat Rey melepas bajunya bertambah gugup,tapi dia tetap berjalan kearah Rey,dia kemudian mulai memijat bahunya dengan pelan.


Rey terlihat menikmati tangan Felicia yang sedang memijat bahunya,karena sudah tidak sabar,dia langsung membanting Felicia kekasur.


"Kyah!"Teriak Felicia kaget.


"Sttt,apakah kamu ingin melati mendengar suara kita berdua."Ucap Rey menggoda.

__ADS_1


Felicia langsung menutup mulutnya mendengar perkataan Rey,karena dia tidak ingin melati mendengar atau melihatnya sedang melakukan itu dengan Rey.


Sedangkan ibunya dan adel sudah kembali kedunia luar,jadi mereka tidak khawatir dengan mereka yang tidak ada disini.


Glup!


Rey kemudian melepas semua pakaian felicia,dia memandangi tubuhnya dengan menelan ludah kagum ,biarpun dia sering melihatnya.


Dia pertama Tama mencium dirinya dan...............


.....


Keesokan paginya.


Rey bangun keesokan paginya dan merasakan segar saat melakukan pertarungan sengit kemaren.


Disebelahnya terlihat Felicia yang sedang tertidur ditutupi oleh selimut dan hanya wajahnya saja yang terlihat,terlihat juga rambutnya yang sangat berantakan.


Rey kemudian pergi mandi karena seluruh tubuhnya lengket bekas pertempuran kemaren.


Sehabis mandi,dia melihat Felicia sudah bangun dan duduk di tempat tidurnya masih tidak mengenakan apapun "apakah kamu berniat menggodaku pagi pagi sekali?"


Felicia hanya memutar kepadanya kemudian dia pergi kekamar mandi,karena dia tadi menunggu Rey selesai mandi."aku menunggumu keluar dari kamar mandi karena aku ingin mandi"


Rey hanya mengangkat bahu,dia kemudian pergi kekamar melati ingin mengecek apakah anak angkatnya sudah bangun.


Melihat kamar melati yang kosong dia kemudian pergi kebawah dan menemukan melati sudah main game lagi.


Mata Rey berkedut.


Dia khawatir nanti melati akan kecanduan bermain game karena dirinya,dia kemudian menghampiri melati dan berbicara kepadanya dengan lembut. "Melati jangan sering bermain game,tidak baik untuk matamu,nanti kamu juga akan menjadi bodoh akibat kebanyakan bermain game"


Dia khawatir nanti melati seperti anak kecil di bumi dulu,karena anak kecil yang bermain game dibumi dulu lama kelamaan menjadi beracun mulut dan otaknya.

__ADS_1


Yah kalau dia sudah dewasa dia tidak akan terlalu melarangnya dan membiarkannya,karena saat masih diumur melati sekarang pikirannya bisa mengikuti arah perkembangan yang aneh.


Apalagi ada game SimCity didalam game tersebut yang membuatnya pusing,karena dia tidak bisa menghapusnya.


__ADS_2