
Andre dan Ferdinand saling pandang,mereka sama sama pura sedang di tekan padahal aslinya mereka sudah menahan tekanan itu.
Karena mendengar pria paruh baya itu akan melakukan pembantaian dikota ini.
Andre merasa bersalah dan langsung bangun berteriak."Aku Andre aku yang membunuh anakmu,karena anakmu yang ingin merampok hartaku!"
Ferdinand yang mendengar itu tercengang,karena dia tidak menyangka kalau salah satu orang yang di cari merupakan lawannya,dia kemudian memutuskan untuk bangun juga,karena Andre berani kenapa dia harus takut."Dan aku Ferdinand yang membunuh anakmu,saat dia ingin memperkosa gadis"
Rey yang mendengar itu berkedut,apakah anak pria paruh baya itu terlalu sial?.
"Bagus!Bagus!,Akhirnya kalian menunjukan diri kalian sendiri,kalau begitu kalian bisa mati"
*Boom!
Pria paruh baya itu malayangkan tinjunya ke Andre dan ferdinand,Andre menahan tinju pria paruh baya itu menggunakan pedangnya yang di lapisi elemen gravitasi miliknya.
Sedangkan Ferdinand dia menghindar menggunakan skill Kegelapan miliknya.
Pria paruh baya itu menaikan alisnya karena mereka berdua yang merupakan peringkat platinum,bisa menangkis dan menghindari serangannya.
"Tampaknya kalian mempunyai beberapa kemampuan"Ucapnya mengejek.
Pria paruh baya itu kemudian mengambil pedangnya dari sarungnya,kemudian langsung menebas mereka berdua menggunakan pedang dilapisi dengan energi petir.
Jreeet! Slash! Slash!
Melihat serangan yang datang Andre menebaskan pedangnya yang dilapisi elemen gravitasi untuk beradu tebasan dengan tebasan yang dimiliki pria paruh baya itu.
Slash! Slash!
Karena perbedaan kekuatan energi pedang masih ada dan langsung menebas bahunya,untungnya dia sudah mengurangi energi dari tebasan pedang tersebut,jadi dia hanya mendapatkan luka dangkal di bahunya.
Tas! Tas!
Sedikit darah bocor dari bahunya,sedangkan Ferdinand dia masih menggunakan teknik gerakannya yang berhasil menghindari tebasan dengan selisih beberapa cm darinya.
"Hoh,tampaknya aku meremehkan kalian,kalau begitu aku akan meningkatkan serangannya"Kata pria paruh baya itu mengambil kuda-kuda untuk melakukan serangan lagi.
Tapi sebelum dia bisa melakukan serangan dia melihat mereka saling pandang dan melarikan diri.
Yang satu melarikan diri dengan terbang seperti sudah mencapai grandmaster,dan yang satu lagi meloncat setiap bayangan yang ada.
Melihat mereka berlari kearah luar kota,membuat pria paruh baya itu menyeringai kejam dan mengikuti mereka. "Kalian tidak akan bisa kabur dariku"
Rey yang melihat mereka pergi keluar kota terbang dari ruangannya bersama Leon,dia pertama-tama pergi kepenguasa kota,dia tidak terburu-buru untuk mengejar mereka,karena anak kesayangan dunia tidak mungkin terbunuh oleh pria paruh baya tersebut.
"Kau,sembuhkan warga sipil yang terluka,dan tenangkan mereka agar tidak membuat keributan"
Penguasa kota yang melihat Rey terbang merasa ketakukan,apalagi orang didepannya adalah seorang pemuda,sebelumnya master,dan sekarang grandmaster pikir penguasa kota.
"Dan apakah ini cukup untuk memerintahkanmu?"Tanyanya mengeluarkan token pangerannya.
"Pangeran!?."Pria paruhbaya itu menghirup udara dingin dan berteriak saat melihat token tersebut,Pangeran merupakan peringkat Grandmaster?,Monster apa?
"Jangan berteriak,danlakukan perintahku"
"Oh iya satu lagi,jangan memberitahu siapapun tentang kekuatanku,mungkin kalau ada yang tahu,aku akan langsung mencarimu nanti"Lanjut Ren.
__ADS_1
Penguasa kota tersebut hanya menganggukan kepalanya patuh.
"Kalau kamu sudah mengerti lakukanlah,dan jangan diam disitu seperti patung!"Bentak Rey.
Penguasa kota langsung lari dari tempatnya untuk melakukan hal yang diperintahkan pangerannya.
"Yah kalau begitu lebih baik melihat mereka sekarang"
...
Didalam hutan
Satu dan satu paruh baya sedang bertarung."Kau cepatlah,aku sudah tidak bisa berlama lama menahannya"
Satu pemuda lagi sedang duduk,dan mengambil Pill abadi yang diberi Rey,dia langsung meminumnya dan menyempurnakannya.
*BOOM!
'masih belum cukup'batin Andre.
Pria paruh baya yang sedang bertarung dengan ferdinand tercenang karena Andre menerobos secepat itu.
Dia kemudian menyerang Andre karena dia melihat Andre berusaha menerobos lagi
'Slash!
Ferdinand yang melihat pria paruh baya itu mengarahkan serangan pedangnya ke Andre menahannya menggunakan tombak miliknya yang dilapisi elemen kegelapan.
'Duar!
Tapi saat dia menahannya,dia tidak kuat menahan serangan tersebut yang membuatnya terpental dipenuhi oleh luka.
*BOOM!
Dia berdiri,dan melihat Ferdinand di penuhi luka ditubuhnya saat dia berusaha bangun,sebelum sempat dia membantu Ferdinand tiba tiba pria paruh baya itu muncul disampingnya dan menebasnya.
Slash!
Beruntung refleksnya bagus dan hanya tangan kirinya yang terkena sedikit tebasan,yang membuat darah sedikit bocor darinya.
Pria paruh baya itu tiba tiba mengangkat tangannya keatas,dan tiba tiba petir mulai berkumpul dari atasnya.
Jrrret! Jrrret! Jrrret!
Melihat petir berkumpul diatasnya membuat perasaannya tidak,enak dia langsung menggunakan teknik pedang nya yang diselimuti element gravitasi menyerang pria paruh baya.
*Duar!
Tiba tiba petir turun dari atasnya dan meledakan serangan pedangnya.
"Yah seharusnya kalian bersyukur,karena bisa mati dengan teknik pamungkasku"Ucap pria paruh baya itu menyeringai.
*Duar!10x
Baut petir turun dan menyerang mereka berdua,mereka berdua berusaha mati matian untuk menghindari,dan menangkis petir tersebut.
"Hahahaha seharusnya kalian tidak membunuh anakku,karena inilah akibatnya dari menyinggungku!"Tawa pria paruh baya itu terdengar sambil terus melepaskan baut petir menyerang mereka berdua.
__ADS_1
Ferdinand,dan Andre yang menangkis dan menghindar terus menerus akhirnya terkena baut petir dan membuat lobang ditangan dan kaki mereka,untungnya mereka bisa menghindari serangan tersebut mengenai titik vital mereka.
Mereka yang sudah kehabisan energi dan dipenuhi luka memuntahkan seteguk darah.
Ferdinand sudah berbaring didalam tanah yang retak akibat serangan dari pria paruh baya itu,sedangkan Andre masih menopang dirinya dengan pedang menancap di tanah.
Pria paruh baya yang melihat mereka sudah seperti itu,berjalan kearah mereka selangkah demi selangkah sambil menyeret pedangnya.
Tap!Tap!Tap!
Andre mulai putus asa melihat pria paruh baya itu berjalan mendekatinya,karena dia sudah tidak mempunyai energi,dan banyak luka ditubuhnya akibat serangan petir tersebut.
'tuan tolong bantu aku'Batin Andre.
Dari dalam cincin sebuah suara terdengar di benak Andre. 'yah mungkin aku tidak perlu keluar' .gurunya terdengar menghela nafas
'apa maksudnya?'Andre bingung.
........
Rey yang melihat kedua protagonis seperti itu berkedut melihatnya,karena dari tadi dia menonton pertarungan mereka dari atas,kemudian dia melihat sekelilingnya dan tidak menemukan apapun.
Karena saat protagonis seperti itu biasanya akan ada yang menolongnya,tapi setelah mengamati dan tidak ada orang dalam jarak 2km dia hanya menghela nafas lelah
*Prok *Prok *Prok
Pria paruh baya yang sedang berjalan dan bersiap siap membunuh, mendengar suara tepok tangan tersebut mau tidak mau berhenti dan melihat kearah suara tersebut.
Dia melihat pemuda tadi yang dia lihat didalam arena."Oh Brats,apakah kamu ingin seperti mereka?"
"Hoh,apa kamu yakin?"
Rey langsung terbang melihat kebawah kearah pria paruh baya tersebut yang tercengang.
"Aku tanya?,apa kamu yakin?"Tanya Rey mengeluarkan aura yang sangat kuat dan membuat pria paruh baya tersebut langsung bersujud.
"Siapa kamu?"Tanya pria paruhbaya itu ketakuan
"Anak dari kaisar yang tidak kamu takuti"Jawab Rey santai masih menekan pria paruh baya itu.
Jiwa pria paruh baya itu hampir meninggalkan tubuhnya saat mendengar itu,karena sebelumnya dia bilang kalau dia tidak takut kepada kaisar kekaisaran pedang,dan sekarang?,anaknya sendiri sekarang berada tepat didepan matanya.
Dan kelihatannya dia masih berumur 20 tahunan,dan sudah mempunyai kekuatan grandmaster?,lelucon apa yang dia mainkan kepada takdir,dia ingin menangis sekarang.
"Tuan,aku tidak bermaksud seperti itu?"Ucap pria paruh baya itu ketakuan.
"Hoh,lalu apa yang kamu maksud?"Tanya Rey dengan wajah tertarik.
Sebelum pria paruh baya itu bisa menjawab,tiba tiba.
Jleb! Jleb! Jleb!
Tiga pedang menembus tubuhnya.
"Yah aku tidak tertarik dengan alasanmu,karena orang mati tidak butuh alasan"Ucapnya mengangkat bahu.
Kemudian dia melihat Andre,dan melihat cincinnya."Kamu mempunyai Pill/ramuan penyembuh bukan?,"
__ADS_1
"Iya saya mempunyainya"Jawab Andre mengambil ramuan dari cincinnya.
"Bantu juga temanmu yang disana,dia tampaknya sudah tidak mempunyai tenaga lagi"Ucap Rey menunjuk Ferdinand.