Supreme Overlord System

Supreme Overlord System
42.


__ADS_3

"Rey kesini"Felicia memanggilnya


Kemudian Rey masuk kedalam gang lagi melihat gadis kecil tersebut bersembunyi di belakang Felicia.


Tapi Rey hanya mengabaikannya dan bertanya kepada Felicia, "apa?,bukankah urasannya sudah selesai?,ayo lebih baik kita mencari makanan"


"Aku memutuskan untuk mengadopsinya"Ucap Felicia tegas.


Rey yang berbalik dan berjalan tersandung hampir terjatuh saat mendengarnya.


"Apa maksudnya?,apa kamu ingin menjadikannya anak kita?"Tanya Rey bingung dengan pikiran kekasihnya.


"Iya,apa kamu tidak mau?,lagian kalau kita tinggalkan sendiri mungkin nanti ayah dari anak tersebut mungkin mencari gadis ini"Tanya Felicia dengan mata memohon.


"Tapi kita bisa menjadikannya adik kita saja,bukan?,kenapa harus anak?"Rey.


Felicia menggelengkan kepalanya. "Tidak",Kemudian melanjutkan."Yah aku ingin mencoba untuk mempunyai anak dan merawatnya,lagian saat aku mempunyai anak denganmu nanti aku harus siap untuk bisa merawatnya,".


Rey yang mendengar itu menyeringai sangat lebar.


Felicia yang melihat Rey menyeringai seperti itu sangat malu,dan ingin bersembunyi di lobang.


"Apa kamu ingin mempunyai anak?,yah tidak masalah kita akan membuatnya nanti malam dan mengeluarkannya didalammu terus menerus nanti"


"Aku bilang tidak sekarang,aku belom siap untuk mempunyai anak sekarang,karena aku belum tau cara merawatnya!".Teriaknya malu karena ucapan Rey yang vulgar.


"Yah setelah mempunyai anak pribadi kamu kan bisa belajar merawatnya".


Gadis kecil itu menonton dengan mata bingung,siapa saya? Dimana saya?.


"Terserah kalau kamu ingin merawat gadis kecil ini,tapi apakah dia setuju?."Tanyanya.


Felicia mendekatkan mulutnya kekupingnya,Rey yang melihat bibir Felicia berdekatan dengan kupingnya merasa tegelitik,kemudian Felicia berbicara kepadanya "Bisakahkamu menghipnotisnya saat dia tidak mau"


Pikiran Rey langsung kosong mendengar ucapan Felicia,apa kekasihnya ketularan dia?,apa yang dia inginkan harus tercapai?.


Dia kemudian melihat kearah Felicia,dan meletakkan tangannya di dahinya."Apa kamu sakit?"


"Aku serius!"Felicia.


"Yah kamu tanya dulu,aku akan keluar melihat Leon,tampaknya dia sudah selesai".


Rey berjalan keluar gang lagi,dan melihat Leon bersandar.


"Jadi bagaimana?"


"Selesai Boss, aku sudah membunuh ayahnya juga dan antek anteknya"Jawab Leon.


"Maksudku apakah kamu menghancurkan rumah seseorang yang tidak bersalah?"Tanya Rey lagi dengan mata menyipit,karena dia tidak peduli dengan apa namanya itu? Oh iya kapten.


"Tidak,aku membawa mereka keluar dari kota dan membunuhnya di hutan yang lumayan jauh darisini"Ucap Leon meyakinkan,karena dia takut di tendang di pantat.


"Bagus"Rey.


Felicia bersama gadis kecil itu keluar bersama,dan tampaknya gadis kecil itu setuju,mungkin dipaksa oleh kekasihnya?,yah dia tidak tahu.


Gadis kecil yang di gendong oleh Felicia,setelah melihat Rey langsung mengumpat kan wajahnya di dua gunung Felicia.

__ADS_1


Rey tidak cemburu,yah lagian juga dia gadis,dan masih kecil untuk apa dia cemburu.


"Tidak usah takut,dia ayahmu sekarang"Ucap Felicia mengelus rambut gadis kecil tersebut.


Gadis kecil tersebut kemudian melihat Rey lagi,dan bersembunyi lagi.


Rey yang ingin menyapa merasa canggung dan menggarukan kepalanya.


"Siapa namamu gadis kecil?"Tanya Rey lembut.


Gadis kecil itu kemudian melihat Rey dan menjawab,kemudian bersembunyi lagi. "Melati"


"Melati apakah kamu yakin ingin mengikuti kami?."Tanya Rey lagi pelan.


Gadis itu hanya mengangguk dalam pelukan Felicia.


Yah Rey juga sudah mendengar saat pemuda itu berbicara tentang kedua orangtua Melati yang sudah meninggal,jadi dia tidak menanyakannya.


"Kamu dan melati kembali saja kedunia jiwa oke?,tampaknya dia masih trauma dengan kejadian tadi."Ucap Rey kepada Felicia.


"Baiklah,lagian juga masih banyak makanan di dapur,nanti aku akan makan di mansion saja bersama melati"Felicia mengangguk.


Rey kemudian mengirim mereka berdua kembali kedunia jiwa miliknya,yah tidak ada yang perlu di khawatirkan disana.


Shadow beastnya juga banyak yang berkumpul disekitar mansion.


"Ayo kita cari makan Leon"Rey.


"Oke boss"Leon.


.....


"Paman 2 Menu special yang ada disini,dan minumannya yang bersoda paman"Ucap Rey tanpa melihat kemenu.


Rey kemudian duduk bersama Leon,dan memperhatikan pelanggan lain yang sedang makan.


Paman itu datang membawa makanan yang mereka pesan beserta minumannya."Silakan dinikmati tuan".


"Terimakasih paman"Ucap Rey.


Rey kemudian memakan makannya,berupa daging steak sapi yang lumayan besar dagingnya dari pelanggan lain yang makan,mungkin karena dia memesan menu specia,l selagi menikmati makanannya.


"Apakah kamu tahu,bahwa pangeran pertama Erik sekarang bertunangan dengan putri dari kekaisaran es".


Mendengar hal tersebut Rey tersedak makanannya,dia mengambil minum dan meminumnya.


Glug! Glug! Glug!


"Hahhh,bikin kaget saja"Rey.


Dia tidak menyangka dalam waktu satu bulan dia keluar,kakaknya sudah bertunangan,yah dia bersyukur kalau kakaknya berhasil mendapatkan hati putri dari kekaisaran es,karena kakaknya sebelumnya terlihat murung terus.


Rey bersama Leon kemudian membayar makannya setelah selesai.


"Terimakasih tuan"


.....

__ADS_1


Rey mencari arena yang sedang mengadakan pertandingan sayembara dia menemukan pejalan kaki dan bertanya kepadanya."tuan bisakah saya bertanya?,dimana arah ke arena?"


Pejalan kaki memandangnya dengan aneh,tapi dia tetap menjawabnya sambil menunjuk."Didekat rumah penguasa kota,nanti kamu akan melihat arena dari situ"


"Terimakasih"


Rey berjalan kearah rumah penguasa kota,dia kemudian melihat sekeliling dan menemukan arenanya.


"Tunjukan Tiket masuknya"


Didepan gerbang memasuki arena dia dihadang dua prajurit untuk melihat tiket masuknya,tapi dia tidak mempunyainya.


"Apa tidak bisa membayar memakai uang?"Tanyanya.


"Bisa,hanya tersisa bangku 2 ruang VIP dan 10 bangku biasa"jawab prajurit.


"Aku memesan ruang VIP kalau begitu"


"5koin emas"


Rey memberikan koin emas,dan salah satu prajurit menuntunnya ruang VIP miliknya yang dia pesan.


"Ruang vipnya tidak besar,tapi didalamnya ada sebuah sofa,beda dengan tempat duduk di bangku penonton biasa"


Dia juga melihat kaca ke arah arena untuk menonton pertandingan,dia melihat dari kaca dan menemukan 5 arena,yang satu arena berisi seribu orang saling bertarung.


"Pertandingan keberapa ini?"Tanya Rey keprajurit yang belum pergi.


"Sekarang masih di babak pertama,kalau gitu saya permisi dulu untuk melanjutkan tugas saya"Ucap prajurit itu menutup pintu.


Rey melihat kearah arena lagi kali ini mencari seseorang,dan seperti yang dia duga dia menemukan protagonist disalah satu arena.


Dia sedang dia keroyok oleh banyak lawannya,tapi tampaknya Andre masih tenang melihat lawannya.


*Boom! Kraak!


Dia melihat Andre menggunakan element gravitasinya membuat musuhnya kesusahan untuk bergerak,dan membuat tanah disekitar mereka retak sedikit.


Tap! Tap!.


Dia melihat Andre berlari dan mengeluarkan pedang dari sarungnya.


Slash! Slash! Slash!


Tiga tebasan menuju kearah musuh Andre yang sedang ditekan oleh elemen gravitasinya,mereka mengeluarkan pedang mereka dan menangkis serangan pedang Andre,tapi mereka tidak menyangka kalau serangan Andre tampak sangat kuat hingga membuat mereka terpental keluar arena.


Gedebug!3x


Tiga orang itu terjatuh keluar arena,dengan luka tebasan di dada mereka.


Setelah itu Andre melakukannya lagi dan lagi mengeluarkan kontestan satu persatu yang ada di arena bersama dirinya.


Rey yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya karena tampaknya andre sedang membuat marah banyak orang lagi.


Karena kontestan yang di singkirkan Andre melihat Andre dengan tatapan penuh dendam.


Yah dia tidak peduli,karena dia sudah membantu Andre tiga kali jadi dia tidak berniat membantunya nanti,membiarkan dunia mengambil jalannya.

__ADS_1


__ADS_2