Supreme Overlord System

Supreme Overlord System
64.


__ADS_3

Rey saat ini sedang berbaring menggunakan paha kekasihnya yang dia jadikan bantal sambil sesekali felicia akan menyuapinya buah buahan.


"Ne suami,kapan kamu akan membuatku hamil,aku tau biarpun kamu mengeluarkannya didalam berulang kali,kamu menggunakan teknik yang tidak membuatku hamil bukan?".Ucap felicia


Mendengar ucapan kekasihnya membuatnya memuntahkan buah sedang dia makan,karena dia hampir tersedak mendengar ucapan felicia.


"Apakah kamu sangat ingin mempunyai anak,kamu tau kalau kita masih sangat muda bukan?" Tanya rey heran.


"Apakah masalah masih muda atau bukan untuk mempunyai anak?"Tanya felicia mendengus.


"Tidak masalah sih,tapi menurutku lebih baik kamu pikirkan matang-matang terlebih dahulu, dan jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan"Ucap rey mengelus rambut felicia.


"Baiklah aku akan memikirkannya dengan baik baik"


Melihat felicia mengangguk setuju,rey menghela nafas lega karena dirinya yang belum siap untuk mempunyai anak dari darahnya sendiri,karena menurutnya dia tidak cukup kuat untuk melindungi keluarganya yang sekarang,apalagi nanti di tambah anaknya yang harus dilindungi olehnya.


Walaupun di dunia ini dia merupakan salah satu yang terkuat,tapi masih banyak dunia lain yang kekuatannya melebihi dirinya,dan dia tidak tahu apakah saat dia bersembunyi didunia pribadinya orang lain bisa melacaknya atau tidak.


Apalagi sekarang terjadi kekacauan di benua ini akibat peperangan antara kekaisaran api dan kekaisaran petir walapun sekarang masih skala kecil, tapi dia tidak mau anaknya lahir di era perang.


"Lebih baik kamu membuatkan sarapan untuk melati dan adel,dan minta bantuan Charlotte kalau kamu membutuhkan bantuan"Ucap rey.


Charlotte juga lebih dekat dengan keluarga ini,dia sekarang sudah makan sebangku dengan mereka yang awalnya dia tidak mau.


Melati juga sering mengajak Charlotte untuk berjalan jalan di dunia pribadi miliknya,awalnya Charlotte kaget saat melihat binatang iblis yang banyak saat berkeliling dunia ini,tapi setelah mengetahui binatang itu tidak menyerang dia merasa lega.

__ADS_1


Tiba tiba keluarganya berdatangan mulai dari ibunya terlebih dahulu yang langsung memeluk melati dan adel.


Lalu ayahnya datang dengan wajah sedikit muram,rey merasa aneh ayahnya yang berwajah seperti itu jadi dia bertanya.


"Ada apa ayah?"


"Tidak ada,hanya saja beberapa pejabat memaksaku untuk ikut berperang secara terus menerus"ayahnya.


"Kenapa kamu tidak membunuhnya saja kalau dia membuatmu kesal?"Tanya rey.


Ayahnya memutar matanya kepadanya. "Apa yang kamu tahu nak,pejabat itu hanya ingin sumber daya untuk kekaisaran kita,maksudnya bagus tapi mereka tidak memikirkan kalau terjadi kesalahan yang terjadi".


"Bukankah keluarga kita kuat?,belum lagi bawahanku bukan?,tidak mungkin ada kesalahan yang terjadi".Jawab rey santai.


"Bukan masalah itu nak,kalau itu menggunakan kekuatan saja aku bisa menjadi penguasa dibenua ini dengan bantuanmu dan bawahanmu dan membantai kaisar kekaisaran lain,tapi apakah warga sipil nanti tidak akan hidup dalam ketakutan karena penguasanya merupakan seorang tiran nak?"Ucap ayahnya.


"Aku tidak mau seperti itu,lebih baik aku mengolah satu kekaisaran daripada mengolah satu benua"Ucap ayahnya lelah.


"Kalau aku bergerak didalam bayangan,dan ayah yang bergerak di depan cahaya bukankah ayah bisa melakukan hal tersebut?"Ucap rey menyarankan,dia menyarankan karena dia malas untuk menjadi penguasa benua ini,dan biarkan ayahnya saja yang mengurusnya.


Ayahnya berpikir karena ide rey bisa di terapkan,tapi dia menggelengkan kepalanya kemudian. "Lebih baik kita mengurus kekaisaran kita terlebih dahulu"


"Yah kalau itu mau ayah,aku cuman menyarankan saja"Ucap rey mengangkat bahu.


"Jadi kapan pernikahan kakak akan dilaksanakan?"Tanya rey penasaran.

__ADS_1


"Belum ada kepastian dari kaisar mereka,dan kakak iparmu dikurung dikamarnya oleh kaisar disana karena takut melakukan kawin lari dengan kakakmu"


"Dan kakakmu sekarang sedang dalam perjalanan kekaisaran es untuk memohon kepada kaisar disana untuk melepaskan kakak iparmu dari kurungannya"Ucap ayahnya muram memikirkannya.


Dia rasanya ingin mengajak berperang kaisar es karena mempersulit anaknya,tapi dia tidak ingin mengorbankan tentaranya untuk berperang,kalau dia langsung pergi kesana dan membantai kekaisaran es mungkin pikirannya sebelumnya menjadi kaisar tiran akan menjadi kenyataan,dan warga sipil kekaisarannya sendiri akan takut kepadanya bukan memujinya dengan senyum bahagia lagi.


Rey mengangguk,dan berpikir. 'apakah aku harus berkunjung ke rumah kaisar es dan menjadikannya boneka wayangku/makhluk panggilanku?'.


Tapi dia menggelengkan kepalanya kemudian,karena dia takut kakak iparnya nanti akan mengetahui,dan membenci kakaknya.


Kalau kakak iparnya hanya membenci dirinya,dia tidak bermasalah, karena itu sudah resikonya,tapi saat kakaknya dan kakak iparnya sudah menikah dan mengetahui hal tersebut dan membuat kakak iparnya membenci kakaknya,bukankah kakaknya nanti akan membenci dirinya juga?.


Dia tidak mau keluarganya membenci dirinya,karena keluarganya dari awal sudah hidup harmonis,tidak perlu membuat kebencian di keluarganya.


Ayahnya yang melihat rey berpikir dan menggelengkan kepalanya kemudian berbicara. "Jangan melakukan sesuatu yang tidak kamu yakinin nak,biarkan alam mengambil jalannya".


Mendengar ucapan ayahnya yang tiba tiba rey hanya mengangguk dan menjawab. "Baik ayah"


Rey kemudian berjalan ke dapur untuk memberitahu kekasihnya untuk membuat makanan lebih banyak,karena keluarganya datang kesini,tidak mungkin dia membiarkan keluarganya hanya memperhatikan saat dia sedang makan.


"Sayang, buatkan lebih banyak makanan,karena ayah dan ibu datang kesini"Ucap rey.


"Baik suami"Ucap felicia,karena didapur hanya ada charlotte jadi rey dan felicia saling memanggil dengan intim.


Walaupun waktu sudah lama berlalu semenjak hubungan mereka pertama kali tetapi felicia masih malu saat banyak orang kalau dia dan rey memanggil satu sama lain dengan intim.

__ADS_1


"Kamu juga nanti akan bersama kami charlotte"ucap rey.


__ADS_2