Sword From Legend

Sword From Legend
Episode 4 : KESALAHAN


__ADS_3

Saat aku terbangun sudah pagi dan aku berada di kamar sebuah penginapan di Desa Portris.


Yang kulihat pertama kali hanyalah Lusi yang tidur di sebelahku, aku yang mau


beranjak dari tempat tidur tanpa membangunkan Lusi malah membangunkannya.


“Ismelda apakah kau sudah baik-baik saja?” Tanya Lusi sambil mencoba untuk bangun.


“Iya aku sudah tidak apa-apa, setelah berisitirahat semalaman. Aku mau ke kamar mandi


dulu.” Sambil aku berjalan ke kamar mandi.


*****


“Kenapa ya kemarin aku bisa pingsan dan mengeluarkan banyak darah, ya?”


Gumamku sambil menatap wajahku di cermin.


“Apakah itu efek samping dari kekuatan yang aku pakai?, tapi yasudahlah hal yang sudah


terjadi biarkan terjadi untuk menjadi pembelajaran untuk diriku sendiri agar


lebih kuat.”


Setelah aku berfikir seperti itu, aku mandi agar menyejukkan badan dan pikiran.


*****


“Hei Lusi, ada yang aku mau tanyakan masalah kekuatan ku ini.” Sambil aku berjalan


keluar dari kamar mandi. Dan ternyata.....


“Yahh, dia malah tidur lagi, aku kira sudah bangun. Yasudahlah biarkan dia tidur lagi


ini kan juga masih terlalu pagi, mungkin dia kelelahan karena semalam


merawatku.” Aku yang merasa sedikit bersalah karena membebani Lusi, Alex dan


juga Ari.


Setelah aku meletakan handuk ini dan mengganti pakaian. Aku akan mencoba melatih mode


itu. Pikirku sambil berjalan.


“Wahai batasan lepaskan pembatas kekuatanku dari apa yang membatasinya dan berikan aku


kekuatan untuk mengalahkan musuhku.” Saat itu juga setelah mengucapkan kata itu


aku terhempas hingga menabrak kursi yang ada di belakangku. Sehingga


membangunkan Lusi yang sedang tertidur.


“Hei, Ismelda ada apa? Mengapa kau gaduh-gaduh?” Terbangun sambil terkejut sekaligus.


“Aku tidak apa-apa aku hanya terhempas saat aku mengucapkan kata yang biasa aku


ucapkan untuk memasuki mode pedang.” Aku yang berusaha berdiri.


“Apakah itu terjadi karena dirimu belum pulih sepenuhnya? Apakah ada sesuatu terjadi


pada tubuhmu?” Ucap Lusi yang berjalan mendekati aku yang duduk di kursi aku


terhempas tadi.


“Mungkin saja ada yang terjadi ketika aku menggunakan kekuatanku lebih dari satu kali


kemarin? Apakah kamu punya kekuatan untuk menganalisa tubuh seseorang?” Tanya


ku kepada Lusi yang sudah berada di depanku.


“Ada sih yang bisa kugunakan untuk mengecek tubuh seseorang tapi mungkin belum bisa


sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi kepada tubuh yang aku cek.”


“Tidak apa-apa yang penting kita coba dahulu.” Pintaku kepada Lusi.


“wahai pembatas berikan aku kekuatanmu untuk menganalisa apa yang terjadi pada tubuh


yang menjadi objekku.” Gumam Lusi.


“Bagaimana? Apa yang ada salah pada tubuhku?” Tanyaku dengan gelisah.


“Sebenarnya tidak apa-apa yang terjadi pada tubuhmu. Mungkin hal itu terjadi karena tubuhmu


belum pulih sepenuhnya karena menggunakan kekuatanmu saja. Jadi istirahatlah


lebih lama dan jangan mencoba untuk melatih mode itu terlebih dahulu.” Suruh


Lusi sambil sedikit memarahiku.    


“Baiklah aku akan beristirahat terlebih dahulu sampai tubuhku pulih betul.”


“Yasudah, sekarang kamu istirahat saja dan jangan melatih mode itu.” Suruh Lusi kepadaku.


*****


Setelah matahari terbit, Lusi terbangun lagi dan melihatku yang sedang duduk menatap ke


arah matahari. Lusi seperti melihat suatu energi memusat kepadaku dan


memanggilku yang sedang berkonsentrasi.


“Ismelda hentikan itu sekarang.” Teriak Lusi dari tempat tidur.


“Hah? memangnya kenapa? Kenapa aku harus menghentikannya?” Tanyaku kepada Lusi dengan


beruntun. Aku yang masih lelah setelah mengumpulkan energi mulai berdiri dari


dudukku.


“Bukannya ada apa-apa, aku hanya melihat sesuatu yang berkumpul di sekitarmu dan energi


itu seperti mau mengusaaimu sepenuhnya. Sekarang kamu coba melakukan hal itu


lagi dan aku akan melihat dengan kemampuan yang aku miliki.” Pinta dengan Lusi


sambil mulai duduk di belakangku.


“Baiklah, aku akan melakukannya lagi tapi sebentar aku mau ke kamar mandi sebentar.”


Ucapku yang menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


“Iya, akan aku tunggu.”


5 menit aku di kamar mandi. Dan kembali ke depan Lusi yang sedang duduk.


“Baiklah aku siap untuk melakukannya lagi.”


“Oke, sekarang kamu lakukan sekaang, aku akan mengawasimu dan jika terjadi sesuatu


aku akan melakukan hal yang aku bisa.” Pinta Lusi.


Saat aku melakukan pengumpulan energi sekitar 5 menit Lusi melakukan sesuatu kepada


tubuhku. Seketika tubuhku merasa seperti ada sesuatu yang masuk secara langsung.


“Ismelda sekarang kamu coba menggunakan mode pedang itu.”


“Bukannya kamu menyuruhku tidak melakukan mode itu, tetapi sekarang kamu menyuruhku


menggunakan mode itu?” Tanyaku sambil menghadap wajah Lusi.


“Itu hal yang aku suruh tadi dan sekarang aku menyuruhmu untuk memakai mode itu jadi


gunakan sekarang.” Suruh Lusi dengan sedikit memaksa.


“Baiklah aku akan melakukannya sekarang.”


“Wahai batasan lepaskan pembatas kekuatanku dari apa yang membatasinya dan berikan aku


kekuatan untuk mengalahkan musuhku.”


Setelah aku mengucapkan kata itu seperti biasa aku akan menahan mode itu selama


mungkin. Dan setelah apa yang dilakukan Lusi kepada tubuhku kekuatan dari mode


itu seperti lebih mudah aku kendalikan dan tidak terhempas seperti tadi pagi.


Dan saat itu juga aku melepaskan mode ini.


“Berarti perkiraanku tadi memang benar jika kamu tidak memasukan energi yang kau


kumpulkan seperti tadi ke dalam tubuhmu maka tubuhmu tidak akan menahan


kekuatan yang di keluarkan tubuhmu saat memasuki mode itu.” Jelas Lusi yang membingungkanku.


“Apa kamu tidak bisa menjelaskan lebih mudah aku mengerti, karena penjelasanmu terlalu


rumit untuk aku pahami.” Ucapku yang mulai menggaruk-garuk kepala karena


kebingungan.


“Lebih mudahnya seperti ini, batrei jika di dalam batrei itu tidak ada energi maka


apapun yang dilakukan kepada batrei itu tidak akan terjadi apa-apa, karena dari


itu prinsip tubuhmu seperti itu jika kamu tidak mengisi energi ke dalam tubuhmu


maka apapun yang kamu lakukan tubuhmu tidak akan terjadi apa-apa dan malah menjadi


penolakan terhadap tubuhmu.” Jelas Lusi.


“OHHH begitu aku paham-paham jadi setiap aku menggunakan mode itu aku harus mengisi


“Iya, jika lebih mudahnya lagi seperti itu kamu harus mengisi kembali energi yang


telah kamu keluarkan.” Jelas Lusi lagi sambil beranjak berdiri.


“Hmmm Lusi, bisa kamu mengajari aku untuk memasukan energi, aku tidak mengetahui


teknik itu.” Pintaku dengan berdiri mendekati Lusi.


“Baiklah aku akan mengajarkan teknik itu dan kata-kata apa yang harus kamu katakan, tapi


sebelum itu kamu mandi dulu kamu sudah banyak berkeringat jadi bau.”


“Baiklah guru, tapi setelah itu ajari aku cara memasukkan energi ke dalam tubuh.”


“Iya, iya segera mandi sana.”


*****


Setelah aku mandi aku keluar dari kamar mandi. Aku  mencari Lusi tapi tidak ada seorangpun di dalam kamar.


“Mungkin Lusi mencari sarapan seperti bisanya. Aku akan mengganti pakaian dulu saja,


mungkin setelah berpakaian Lusi sudah pulang.” Pikirku sambil berjalan mengambil


pakaian dan memakainya.


Saat aku selesai memakai pakaian, benar saja Lusi sudah kembali.


“Ismelda aku kembali, maaf aku tadi pergi keluar tanpa bilang pada kamu. Soalnya aku


tadi sudah bilang kamu tidak menjawab ucapanku jadi aku pikir kamu tidak mendengar


jadi aku langsung pergi.” Jelas Lusi saat meletakan makanan yang dia beli di


atas meja.


“Tidak apa-apa, tumben kamu beli sarapannya sedikit tidak membelikan untuk Alex dan


Ari?” Tanyaku saat aku sudah duduk di kursi dekat meja Lusi meletakan makanan.


“Aku tidak membelikan mereka karena aku tadi melihat mereka kembali ke penginapan


membawa makanan dan mereka bertanya bagaimana keadaanmu, dan mungkin sebentar


lagi mereka berdua ke sini. Sudah, ayo makan supaya ketika mereka datang kita


selesai makan.” Ucap Lusi yang membuka bagian makanannya.


Setelah aku dan Lusi selesai makan seketika ada yang mengetuk pintu kamar kami.


Ternyata itu Alex dan Ari yang datang.


“Masuklah kalian berdua sudah ditunggu olehnya.” Ucap Lusi kepada Alex dan Ari.


“Hei, Alex Ari bagaimana kabar kalian? Kalian mau minum apa?” Tanyaku sambil membuat


minum.


“Aku minta teh manis saja.” Jawab serentak bersamaan Alex dan Ari.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan membuatkannya jadi bersabarlah.” Sahutku yang sedang membuat teh.


*****


“Oh iya, ismelda bagaimana keadaanmu?” Tanya Alex kepadaku yang berjalan membawa teh ke


meja.


“Baik-baik saja buktinya sekarang aku bisa berjalan seperti biasa, kan.” Jawabku sambil


menyajikan teh kepada mereka berdua dan juga Lusi yang aku lupa menanyakan apa


yang mau diminumnya.


“Maaf ya Lusi aku tadi lupa menanyaimu mau minum apa, dan aku langsung membuat teh untuk


kita semua.”


“Tidak apa-apa, aku juga lagi mau minum teh saja kan ini masih pagi hari.” Sambil


meminum teh yang aku sajikan.


“Bagaimana hal kemarin bisa terjadi?” Tanya Ari kepadaku.


“Kalau aku yang jelaskan kalian pasti tidak mengerti, jadi Lusi tolong jelaskan kepada


mereka.” Pintaku kepada Lusi yang ada di sampingku.


“Hmmm, baiklah aku akan menjelaskan apa yang terjadi kepada Ismelda kemarin. Secara


mudahnya tubuh Ismelda itu istemewa karena kekuatannya sebenarnya tidak


terbatas, tetapi batas jumlah penggunaan jika Ismelda memaksimalkan penggunaan


kekuatan yang besar. Maka dari itu setiap kejadian itu terjadi atau saat


Ismelda merasa sesuatu terjadi kepada tubuhnya dia harus mengisi ulangenergi


yang dikeluarkannya.” Jelas Lusi kepada Alex dan juga Ari.


“Secara lebih mudahnya tubuhku seperti batrei, harus di isi ulang ketika energinya


habis.” Sambungku untuk mempermudah penjelasan Lusi.


“Ohh ya jadi begitu, apakah tubuh seperti itu hanya terjadi kepada semuanya atau hanya


terjadi kepada beberapa orang saja?“ Lanjut pertanyaan Ari.


“Aku belum mengetahui dan mungkin saja hal ini terjadi kepada keluarganya Ismelda.


Dan mungkin saja ini di turunkan kepada Ismelda dari ayahnya.” Jawab Lusi.


“Kalau boleh tahu siapa namanya-nya? Mungkin aku mengetahuinya ketika aku dulu menjadi


seorang pesuruh.” Tanya Ari kepadaku yang sambil minum teh.


“Nama ayahku adalah Renaldi Grace. Apa kau mengetahui sesuatu?”


“Sepertinya aku pernah mendengarnya dulu, dan aku dulu juga pernah mendengar dia bekerja di


mana tapi, aku lupa hal itu. Maaf ya Ismelda.”


“Tidak apa-apa Ari. Sudahlah kenapa kita mengobrol sesuatu yang tegang seperti ini ayo


kita membicarakan tentang hal lain.”


Akhirnya kami berbincang sampiai tak terasa sudah siang dan Lusi belum mencari


barang-barang. Setelah kami berbincang lama aku dan Lusi keluar untuk mencari


barang-barang, Alex dan Ari keluar juga untuk mencari makanan untuk kami


berempat.


*****


Setelah sekitar 1 jam berjalan-jalan untuk mencari barang aku dan Lusi  memutuskan untuk kembali ke penginapan.


“Huft, akhirnya sampai di kamar yang nyaman ini, di luar tadi panas sekali, ya


Ismelda?” Ucap Lusi ke aku yang meletakan barang di samping tempat tidur.


“Iya panas sekali, Oh iya Lusi besok kita akan pergi ke mana?” Tanyaku saat


melepaskan jaket yang ku kenakan.


“Besok kita akan pergi ke kerajaan Rosenwood. Kemungkinan di sana kita akan bertemu


dengan orang-orang dari keluarga Grace, jadi persiapkan mentalmu, oke.” Jelas Lusi.


“Hmm, Lusi kau bilang di sini banyak toko yang menjual pedang kan?” Tanyaku sambil


duduk di tempat tidur.


“Iya, di sini memang banyak toko yang menjual pedang. Memangnya kau mau membeli?” Tanya


Lusi kepadaku.


“Iya, tapi kelihatannya uangku kurang tolong tambahin ya Lusi.” Pintaku dengan


memelas kepada Lusi.


“Iya aku akan tambahkan uangku untuk membantumu membeli pedang. Dan sebenarnya aku juga


mau membelikanmu pedang.” Lanjut Lusi.


“Hore terima kasih ya Lusi, kamu memang yang paling baik.”


“Ya sudah ayo kita berangkat untuk membeli pedang yang kau inginkan. Sebelum hari menjadi


semakin Sore.” Lanjut Lusi.


Setelah lama mencari pedang yang aku inginkan, aku dan lusi kembali ke penginapan. Hari juga


sudah menjelang malam. Aku dan Lusi jugah sudah makan, jadi sampai penginapan


kami hanya minum teh dan mengobrol santai lalu tidur agar besok bisa bangun


pagi-pagi sekali.


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2