System : Gerbang Menuju Keabadian

System : Gerbang Menuju Keabadian
Mempermalukan Li Chong


__ADS_3

Perubahan mood Ling Dao yang tiba-tiba mengejutkan Li Chong. Li Chong tidak menyangka bahwa dia akan dimaki oleh Ling Dao tiba-tiba.


Dengan ekspresi marah, Li Chong langsung meledak menghadapi Ling Dao. “Bajingan! beraninya kau menghinaku!”


“Hajar dia!” teriak Li Chong menyuruh semua anak buahnya.


Sayangnya saat mereka akan bergerak terjadi perubahan yang membuat mereka bingung.


“Tidak bisa bergerak!”


“Ini apa yang terjadi ?”


“Tubuhku sama sekali tidak bisa bergerak”


Mereka semua bingung, tubuh mereka sama sekali tidak bisa mereka gerakan. Li Chong yang juga merasakan itu menjadi panik.


Ling Dao dengan wajah kesal mendekati Li Chong. “Apa kau bilang tadi ? mau menghajarku ?” senggak Ling Dao.


Plak!


Ling Dao dengan kasar menampar Li Chong yang sama sekali tidak bisa bergerak.


Li Chong yang ditampar oleh Ling Doa merasakan perih di pipinya. Baru kali ini dia ditampar dimuka umum dan membuatnya sangat malu.


Bukannya takut, Li Chong semakin galak menatap Ling Dao. “Apa kau tidak tahu aku siapa!? sekarang lepaskan aku, dan sujud meminta ampun, atau kau akan bernasib buruk” ancam Li Chong.


Ling Dao mengerutkan kening mendengar ancaman Li Chong. “Aku ga tau dan gak mau tau kau siapa! yang aku tahu kau hanya membuatku kesal!”


Plak!


Sekali lagi Ling Dao menampar Li Chong dengan keras.


Li Chong yang ingin berbicara kembali di bungkam oleh Ling Dao dengan tamparan lain.


Plak!


Plak!


Plak!


Tiap kali Li Chong ingin berbicara, Ling Dao selalu menamparnya, hingga saat ini wajah Li Chong mulai bengkak.


Akhirnya Li Chong yang sadar, tidak berani berbicara lagi. Ling Dao menatap Li Chong yang wajahnya sudah seperti babi.


Plak!


“Arggg!!! kenapa kau menamparku lagi, aku tidak berbicara!” teriak Li Chong yang kesal.


Ling Dao dengan wajah ketus berbicara. “AKu hanya kesal saja melihat wajahmu” jawab Ling Dao singkat.


Li Chong benar-benar sangat frustasi, baru kali ini dia merasakan penghinaan yang begitu memalukan. Dia ingin melawan, sayangnya tubuhnya tidak bisa bergerak. “Tunggu saja, selama keluarga mengetahui ini, dan Putra Suci itu datang, kau pasti tidak akan lepas dariku” gumam Li Chong dalam hati.

__ADS_1


Li Chong sendiri telah membuat rencana, selama dia bisa kembali ke keluarganya, dia pasti akan membawa para tetuanya untuk membalas dendam.


Ling Dao tidak tahu apa yang dipikirkan Li Chong, saat ini dia hanya penasaran kenapa orang di depannya ini mencari masalah.


“Hey! kenapa kau menghentikanku ?” tanya Ling Dao secara langsung.


Li Chong akhirnya menjawab itu dengan berteriak. “Kau bakal tamat, Putra Suci pasti akan menghukummu. Kau seharusnya terhormat dapat melayani Putra suci dengan memberikan kamar milikmu, tapi kali ini kau akan tamat!” dengus Li Chong yang marah.


Ling Dao mengelus pipi Li Chong secara halus. Hal ini membuat Li Chong tiba-tiba merasa geli.


Plak!


Sayangnya Ling Dao hanya membuat ancang-ancang untuk menampar Li Chong sekali lagi.


Puff…


Kali ini Li Chong memuntahkan sedikit darah. Walaupun basis kultivasi Li Chong berada di Alam Pengumpulan QI, tapi berulang kali ditampar tanpa ada perlindungan jelas tidak akan bertahan lama.


“Apa kau bilang ? Putra Suci ?” tanya Ling Dao sambil mengangkat kerah baju Li Chong.


“Em, benar. Putra Suci Sekte Chaoyang akan datang hari ini. Hahaha, kau pasti takutkan, sayangnya kau tidak bisa berjalan kembali, riwayatmu sudah tamat!” ejek Li Chong Yang sudah sedikit gila.


Walaupun Li Chong dalam kondisi ditawan, tapi dia yakin bahwa Ling Dao tidak akan berani lagi mengejarnya setelah mendengar Putra SUci dari Sekte Chaoyang.


TIba-tiba Long Ju berbicara kepada Ling Dao. “Tuan muda, Sekte Chaoyang itu adalah sekte Kelas 1. hanya dengan seseorang yang berada di Alam Nirvana duduk baru bisa dikatakan Sekte kelas 1” ucap Long Memberitahu.


Mendengar itu, Ling Dao tahu bawah Sekte Chaoyang hanya satu tingkat lebih rendah dibanding Tanah Suci.


Dengan wajah tengil, Ling Dao menapar Li Chong sekali lagi.


Plak!


“Putra suci, putra suci, kepala bapak kau putra Suci!”


Plak!


Ling Dao kali ini berkali kali menampar pipi Li Chong hinga berdarah.


“Bilang sama putra sucimu itu! jika berani datang menggangguku, maka akan ku telangjangi dia di tengah kota ini!”


Setelah mengatakan itu Ling Dao kembali ke dalam penginapan.


Saat Ling Dao pergi, orang-orang yang melihatnya terdiam dan kemudian sibuk berdiskusi pelan.


“Astaga! itu Li Chong!”


“Dia benar-benar padam kali ini”


“Hehehe, biasanya dia bertindak kurang ajar, tapi kali ini dia menendang plat besi”


“Tapi pemuda itu sepertinya tidak takut dengan Putra Suci dari Sekte Chaoyang”

__ADS_1


“Apa urusan itu dengan kita, lebih baik kita melihat kesenangan saja”


“Benar, lebih baik kita menonton saja. besok adalah hari pelelangan, banyak tokoh besar akan datang. Hati-hati agar tidak menabrak mereka”


Tidak jauh dari lokasi Li Chong, para ALkemis magang yang mengejar Ling Dao saling menatap satu sama lain.


“Apa yang harus kita lakukan ?”


“Mari kita berbalik saja, orang itu sudah masuk ke dalam Penginapan Lentera merah”


Li Chong yang berdiri kaku, akhirnya jatuh ke tanah tidak lama setelah Ling Dao pergi.


Melihat Li CHong yang sangat menderita, anak buah Li Chong segera membawanya pergi kembali ke RUmah keluarga Li.



Di dalam penginapan Ling Dao tergeletak di tempat tidur sambil memegang Pil Qi mendalam.


“Aku kira benda ini adalah barang langka, tapi siapa sangka bahwa ini adalah hal umum” geleng Ling Dao dengan geli.


Awalnya Ling Dao berpikir Pil Qi mendalam adalah Pil Berharga sehingga menjadi syarat untuk menerobos Ke alam Pengumpulan Qi.


Tapi siapa sangka ternyata itu adalah Pil paling umum untuk Kultivator di tahap Pengumpulan Qi.


Kemudian Ling Dao teringat akan pembicaraan beberapa orang di dalam Serikat Alkemis. “Sepertinya besok ada Pelelangan besar di Kamar dagang wanbao, mungkin Putra Suci Sekte Chaoyang datang terkait itu” pikir Ling Dao.


“Tapi apa itu urusannya dengan ku ? saat ini aku hanya perlu menerobos ke Pengumpulan Qi secepat mungkin”


Setelah itu Ling Dao duduk bersila dan mulai menelan Pil Qi mendalam untuk menerobos Alam Pengumpulan Qi.



Di rumah Keluarga Li.


Li Chong yang wajahnya seperti babi bengkak saat ini berada di ruang keluarga.


Patriark Keluarga Li, ayahnya Li CHong, Li Chongwei menatap putranya dengan tatapan marah.


“Sialan! apa karena keluarga Li terlalu banyak diam akhir ini, sehingga orang tidak jelaspun berani mengacaukan kami!” bentak Li Chongwei marah


Li Chongwei menatap anaknya dan bertanya. “Siapa orang itu ? apa dia tidak tahu kau berasal dari Keluarga Li ?” tanya Li ChongWei.


Li Chong dengan wajah bengkaknya menjawab. “Ayah, bahkan dia tidak takut dengan ancaman akan PUtra Suci, apa yang bisa kulakukan lagi” jawab Li Chong tidak berdaya.


“Hmp! Bagus, kalau begitu biarkan Putra Suci saja yang membuat keputusan akan hal ini” dengus Li Chongwei.


Li Chong Wei kemudian dengan ragu berbicara. “Tapi ayah, sepertinya ada yang aneh dengan orang itu, aku sama sekali tidak bisa merasakan Aura kultivasi dia dan ada kekuatan aneh yang menahan kami saat akan mengambil tindakan” ujar Li Chong Memberi tahu.


Li Chongwei mengerutkan kening, dan tiba-tiba dari luar sebuah suara terdengar.


Mendengar suara itu, Li Chongwei bersemangat dan segera berlari keluar.

__ADS_1


__ADS_2