
Karena hari sudah menjelang sore, Ling Dao segera membawa Qin Yao menuju Penginapan Lentera merah.
Pelayan yang mengenali Ling Dao dengan bersemangat menyambut Ling Dao.
“Tuan Muda!” ucap pelayan menyambut dengan semangat.
Ling Dao tersenyum membalas. “Pelayan, berikan aku kamar terbaik” ucap Ling Dao membuat pesanan.
Pelayan itu tersenyum mendengar permintaan Ling Dao. “Tenang saja Tuan Muda, serahkan saja padaku” ucap pelayan.
Ling Dao kemudian berbicara kepada Qin Yao. “Nona Qin, kita beristirahat dulu disini. Sedangkan untuk pengobatan, kita akan memanggil dokter saja” ucap Ling Dao menjelaskan.
Qin Yao dengan patuh setuju dengan ucapan Ling Dao. “Aku mengikuti pengaturan tuan Ling Saja” angguk Qin yao.
Kemudian Ling Dao membuat permintaan lagi kepada pelayan. “Pelayan, bisakah kau memanggil dokter terbaik di kota ? tidak usah khawatir tentang pembayaran, itu pasti akan memuaskan” ucap Ling Dao.
Pelayan menjadi lebih bersemangat. Bagaimana dia tidak mengerti arti dari kata-kata LIng Dao. “Tenang saja tuan, aku pasti akan segera memanggil dokter terbaik untuk menyembuhkan pacar anda” ucap Pelayan menyanjung.
Ling Dao dan Qin yao sama-sama terdiam dan merasa malu mendengar ucapan Pelayan.
Ling Dao yang merasa bahwa akan ada kesalahpahaman segera berbicara untuk meluruskan. “kami hanya rekan, bukan pasangan” ucap Ling Dao memberitahu.
Pelayan itu segera malu dan segera mengalihkan pembicaraan. “ Tuan muda, dan Nona ikuti aku.” ucap Pelayan sambil berjalan menuntun mereka berdua ke kamar.
Qin Yao dengan wajah yang masih memerah mengikuti Pelayan dari belakang. Sedangkan Ling Dao masih sedikit kaku setelah mendengarkan ucapan pelayan.
“Pacar ?”gumam Ling Dao dengan ekspresi rumit.
Setelah pelayan mengantarkan Ling Dao dan Qin Yao ke dalam kamar mereka masing-masing, Pelayan langsung pergi keluar untuk memanggil Dokter.
Sedangkan Ling Dao di dalam kamar duduk di kursi sambil memikirkan rencana lain.
Awalnya dia sudah membuat rencana apa yang akan dilakukan pada Qin Yao, tapi setelah dia menemukan bahwa Qin Yao menyembunyikan Identitas miliknya, Ling Dao mulai berpikir untuk mengubah rencananya.
“Hmm, dari apa yang terjadi, aku bisa menebak bahwa Qin Yao ini berasal dari keluarga yang kuat. Ditambah di dalam keluarga itu pasti ada persaingan ketat” pikir Ling Dao.
Ling Dao membuat tebakan akan asal QIn Yao. Semakin berpikir Ling Dao, semakin yakin dia bahwa Qin Yao yang dia selamatkan tidak sederhana.
“Tapi jika dia berasal dari keluarga super, kenapa tidak ada hal-hal penyelamat jiwa ?” pikir Ling Dao meragu.
__ADS_1
Ling Dao hanya tahu sedikit mengenai QIn Yao. Alasan kenapa Qin Yao ditolong oleh Ling Dao sendiri adalah karena Ling Dao membutuhkan umpan lain selain Chen Fan.
“Lupakan saja dulu saat ini, aku yakin pasti dia akan cerita padaku” gumam Ling Dao percaya diri.
“Sekarang, aku hanya bisa mencoba bersahabat dulu dengan Qin Yao. Setelah itu, perlahan-lahan mencoba mendekatinya, dan kemudian meneruskan beberapa hal padanya”
Saat Ling Dao sedang memikirkan rencana akan Qin yao. Qin Yao sendiri di dalam kamar masih berbaring untuk memulihkan diri.
Walaupun luka-luka miliknya tidak terlalu parah, tapi itu masih meninggalkan bekas.
Namun, hal yang paling membuat Qin Yao kesal dan marah bukanlah luka yang dia derita. Hal yang membuat QIn Yao marah dan kesal adalah tentang kenapa berita dirinya kabur dari rumah bisa bocor.
Padahal dia meninggalkan rumah dalam keadaan yang sangat rapi, dan juga kenapa dia bisa ditemukan oleh para pria misterius.
Hal ini benar-benar membuat Qin Yao menjadi kesal.
“Siapa itu ? kenapa mereka melacak ku ?” pikir Qin yao dengan wajah yang merengut.
Qin Yao sudah yakin bahwa keluarganya akan mengetahui dirinya kabur dari rumah, tapi tidak mungkin mengirim kelompok pembunuh.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar pada Qin Yao. Semakin dia berpikir, semakin Qin Yao merasa ada hal yang dia tidak ketahui.
Memikirkan hal itu, Qin Yao segera memeriksa semua kondisi tubuhnya.
“ini!” seru Qin Yao menemukan sesuatu yang aneh pada sepatu miliknya.
Membuka sepatunya, Qin yao menemukan ada semerbak bau aneh pada sepatu kanan miliknya.
“Bubuk pelacak!” seru QIn yao menyadari apa yang ada di sepatu kanan miliknya.
Mengetahui hal ini, Qin Yao sadar bahwa ada seseorang yang meletakan bubuk pelacak pada sepatu miliknya.
“Tapi siapa itu yang meletakan bubuk pelacak ?” pikir Qin yao dengan rumit.
Semakin Qin Yao memikirkan, semakin dia frustasi. Walaupun persaingan di Kekaisaran suci Shang sangat ketat antar pewaris, tapi tidak sampai melakukan hal-hal tercela seperti pembunuhan dengan cara licik.
“Kenapa mereka masih mengincarku, bukankah aku sudah mengatakan pada yang lain aku tidak akan ikut pada perjuangan tahta” gumam QIn Yao geram.
Alasan kenapa QIn Yao sendiri kabur dari Kekaisaran Suci Shang, karena dia tidak mau terlibat dalam perjuangan tahta kekaisaran, walaupun sudah begitu, tetap saja dia terikut arus ombak.
__ADS_1
“Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus membuang ini dulu, sebelum mereka menemukanku lagi” ucap QIn Yao membuat keputusan.
…
Di Kekaisaran Suci Shang.
Seorang pria dengan jubah naga berdiri di sebuah kursi tahta yang berornamen naga dan Phoenix.
Seluruh tubuh pria itu dipenuhi dengan aura kekaisaran, wajahnya yang selalu terlihat tegas dan dingin.
Pria itu tidak lain adalah Qin Zheng, ayah dari QIn Yao. Saat ini dia dalam suasana yang sangat buruk.
Alasannya sederhana, karena salah satu putrinya kabur dari istana secara diam-diam.
Walaupun Qin Zheng sudah tahu bahwa Qin Yao itu tidak berniat dalam persaingan perebutan tahta. Sebagai gantinya dia sudah membuat pengaturan akan Qin Yao untuk menikah dengan salah satu Putra Suci dari Tanah Suci atau keluarga Kuno.
Tapi dengan kaburnya Qin Yao, rencana miliknya menjadi terganggu.
“Jelaskan padaku, kenapa Qin Yao bisa kabur” tanya Qin Zheng kepada seluruh orang yang berada di aula.
Semua orang mulai dari prajurit, menteri, jendral, selir, Pangeran, Putri dan Permaisuri semuanya terdiam.
Tidak ada satupun dari mereka yang bisa berbicara untuk memberikan penjelasan.
Namun akhirnya seorang pangeran maju untuk berbicara. “Hormat kepada kaisar” ucap pangeran tersebut.
Qin Zheng melirik pangeran tersebut dan berbicara.” Qin Long, apa yang ingin kau sampaikan ?” tanya Qin Zheng.
“Kaisar, aku merasa Qin Yao kabur karena mengetahui akan dirinya dijadikan sebagai alat pernikahan politik. Kemudian, jika Qin Yao kabur, pasti ada seseorang yang membantunya” ucap Qin Long menjelaskan.
Qin Zheng Menyipitkan matanya mendengar penjelasan dari Qin Long.
Suasana aula menjadi semakin Intens, Qin Zheng semakin menjadi marah. Namun Qin Zheng kembali menenangkan dirinya.
“Jendral Wei, pergilah cari keberadaan Qin Yao. jika dia menolak, kau bisa memaksanya untuk kembali” ucap Qin Zheng memberi perintah.
Jendral Wei segera maju.”Baik Yang mulia kaisar!” ucap Jendral Wei patuh.
Prioritas Qin Zheng saat ini adalah menemukan Qin Yao. Sedangkan untuk mencari tahu siapa yang membantu Qin Yao, itu tidak perlu sama sekali. Selama Qin Yao ditemukan, hal itu otomatis akan ketahuan.
__ADS_1