
Besok harinya, Ling Dao keluar dari kamar dan memanggil Qin Yao.
“Nona Qin!” seru Qin yao memanggil.
Qin Yao yang masih di dalam kamar segera keluar. Mengenakan pakaian putih, tubuh yang ramping, rambut yang hitam berkilau, membuat sosok Qin Yao sangat indah.
Namun Ling Dao sama sekali tidak bereaksi akan kecantikan Qin Yao, karena Ling Dao tahu bahwa Sosok Qin Yao jauh lebih indah dari yang dia lihat saat ini.
Saat ini sosok Qin Yao sudah hampir pulih sepenuhnya. Dokter yang dipanggil oleh pelayan telah merawat semua luka Qin Yao.
Dengan pulihnya Qin Yao, Qin Yao langsung menghadap Ling Dao untuk berbicara.
“Tuan Ling” sapa Qin yao yang baru keluar kamar.
“Selamat pagi Nona Qin” Ling Dao tersenyum membalas sapaan Qin Yao.
“karena Nona Qin sudah keluar, kalau begitu kita ke Kamar dagang Wanbao terlebih dahulu hari ini yah” ucap Ling Dao mengajak.
Mendengar ajakan Ling Dao, Qin Yao ingin menolak. Awalnya, selama dia sembuh, dia akan segera pergi meninggalkan Ling Dao.
Tapi setelah melihat Ling Dao, Qin Yao merasa menjadi tidak enak. “Em, aku akan mengikuti tuan Ling saja” angguk QIn Yao.
Ling Dao tersenyum lebar, dan kemudian mereka berdua pergi keluar Penginapan Lentera Merah.
Saat Ling Dao dan QIn Yao keluar dari penginapan, antek keluarga Li yang bertugas mengawasi melihat Ling Dao.
“Itu dia!”
Setelah itu dia melaporkan kepada keluarga Li bahwa LIng Dao telah keluar melalui jimat transmisi.
“Tuan Muda, orang itu telah keluar”
Li Chong yang sedang asik bersantai ditemani beberapa pelayan wanita menjadi geram setelah menerima laporan dari anteknya.
“Bagus, cari tahu kemana dia pergi. Aku akan segera kesana” ucap Li Chong dengan geram.
Li Chong masih ingat dengan jelas hari dimana dia dipermalukan oleh Ling Dao. TIdak hanya disitu saja, gara-gara Ling Dao dia dan keluarga Li nya menjadi gagal dalam mendekati Sekte Chaoyang.
__ADS_1
Li Chong segera bergerak untuk memberitahu ayahnya. Bagaimanapun, dia harus membalaskan dendam miliknya.
…
Ling Dao dan Qin Yao saat ini sudah berada di dalam Kamar Dagang Wanbao.
Di hadapan Ling Dao dan QIn Yao saat ini ada Jiang Xu yang tersenyum lebar.
Jiang Xu sudah sangat bersemangat melihat Ling Dao. Terakhir kali Ling Dao datang, dia menghasilkan banyak keuntungan.
“Tuan Ling, apa ada hal yang kau perlukan ?” tanya Jiang Xu sambil menggosok-gosok tangannya.
Ling Dao tidak basa-basi lagi, dia langsung mengutarakan keperluan dirinya datang.
“Emmm, Old Jiang. Aku ingin semua harta langit dan bumi, semakin bagus kualitasnya, semakin baik. Soal harga tidak usah khawatir, aku pasti bisa memuaskanmu” ucap Ling Dao terus terang.
Jiang Xu mendengarkan permintaan Ling Dao menjadi kembang kempis. Jantung milik Jiang Xu berdebar menjadi sangat cepat karena bahagia.
“Untung besar, ini untung besar!!!” teriak Jiang Xu dalam hati.
“Bagus” angguk Ling Dao.
Qin Yao bingung dengan permintaan Ling Dao. Baru kali ini dia melihat seseorang berbelanja begitu boros.
Hal ini semakin membuat Qin Yao bertanya-tanya tentang identitas Ling Dao. “Siapa Ling Dao ini sebenarnya ?” pikir Qin Yao dalam hati.
Jiang Xu yang ingin segera pergi untuk mengumpulkan semua harta langit dan bumi, tiba-tiba dihentikan oleh Ling Dao.
“Old Jiang, tunggu dulu. Hal itu bisa diselesaikan nanti. Ada hal yang ingin kutanyakan lagi” ucap Ling Dao yang menghentikan Jiang Xu.
Jiang Xu kembali duduk di hadapan Ling Dao. “Hal apa yang ingin tuan Ling tanyakan ?” tanya Jiang Xu.
Ling Dao langsung mengajukan pertanyaan yang selama ini ingin dia tanyakan. “Old Jiang, apa kau ingat benda yang aku menangkan saat lelang disini kemarin ?” tanya Ling Dao.
Jiang Xu tidak mungkin lupa dengan apa yang dibeli Ling Dao.”Tentu saja, ada apa dengan hal itu ?” jawab Jiang Xu dengan sedikit khawatir.
Jiang Xu merasa khawatir, dia takut LIng Dao mengembalikan batu hitam aneh yang tidak ada gunanya sama sekali ke mereka.
__ADS_1
“Kalau begitu, apa aku bisa tahu dari mana kalian mendapatkan benda itu ?” tanya Ling Dao dengan wajah serius.
Mendengar pertanyaan Ling Dao, Jiang Xu mulai berpikir untuk mengingat.
Setelah beberapa saat, Jiang Xu akhirnya ingat darimana kamar dagang Wanbao mereka mendapatkannya. “Benda itu kami dapatkan dari sebuah alam rahasia kecil peninggalan ahli dari alam Kenaikan surga” Jawab Jiang Xu.
Mendengar itu, Ling Dao menjadi bersemangat.”Terus, apa ada hal serupa yang kalian dapatkan di dalam Alam rahasia kecil itu ?” tanya Ling Dao.
“Ada banyak hal bagus di dalam Alam Rahasia itu, tapi hanya ada beberapa hal yang tersedia di dalam gubuk milik senior tersebut. Dan kami hanya kebagian batu hitam itu, sedangkan untuk harta yang jauh lebih bagus, sudah dibagi oleh kelompok tanah suci” ujar Jiang Xu memberitahu.
“Hah! harta lain ? harta seperti apa saja itu ?” tanya Ling Dao yang semakin penasaran.
Jiang Xu sedikit bingung kenapa Ling Dao menjadi sangat tertarik dengan hal yang terjadi pada Alam rahasia kecil.
Namun, Jiang Xu tidak banyak berpikir, dia langsung menjelaskan lagi.
Ling Dao yang mendengarkan cerita dari Jiang Xu menjadi sedikit tidak percaya. Seolah apa yang ditakuti beneran terjadi.
Wajah Ling Dao menjadi mengeras mendengar ucapan Jiang Xu. “Sialan! benar saja dugaanku. Pemain lain telah terlebih dahulu tiba di dunia ini, tidak hanya itu saja, dia telah mencapai Alam kenaikan Surga. Jika orang itu masih hidup, mungkin dia telah menjadi abadii atau Kaisar abadi” pikir Ling Dao yang sedikit takut.
“Tapi karena benda peninggalan orang itu dibagi ke beberapa kelompok tanah suci, mungkin aku bisa mengeceknya” pikir LIng Dao dengan niat jahat.
Qin Yao yang berada di sebelah Ling Dao juga tau akan ekspedisi penjelajahan Alam Rahasia kecil milik Senior ALam kenaikan Surga.
Keluarga Qin mereka saat itu mendapatkan bagian Senjata tombak yang sangat luar biasa. bahkan Ayahnya sendiri tidak bisa menebak berada di tingkat apa senjata itu.
Qin Yao kemudian melirik Ling Dao. “Kenapa orang itu tertarik dengan informasi itu ? bukannya cerita itu telah lama tersebar ?” pikir Qin yao yang menatap Ling Dao aneh.
“Sudah kuputuskan, Chen Fan harus pergi ke tanah suci gunung pedang, untuk mendapatkan Pedang itu” gumam Ling Dao yang sudah membuat rencana.
Ling Dao saat ini sudah dipenuhi ide pencurian. Bagaimanapun, benda-benda yang dimiliki pemain adalah benda yang sangat berharga.
Apalagi Ling Dao yakin bahwa sebagian item yang dimiliki oleh Pemain yang tiba duluan pasi ada Item dengan status Limited.
Ling Dao kemudian melirik QIn Yao dengan senyuman hangat. Tapi Qin Yao yang ditatap sambil tersenyum oleh Ling Dao merasa tidak nyaman.
Seolah akan ada hal buruk yang terjadi padanya.
__ADS_1