System : Gerbang Menuju Keabadian

System : Gerbang Menuju Keabadian
Qin Yao


__ADS_3

Ling Dao tiba-tiba kepikiran sebuah ide. “Benar, kenapa aku tidak menyerahkan anak ini kepada Long Ju ?” Mata Ling Dao bersinar terang.


LIng Dao lantas segera berbicara kepada Long Ju dan Chen Fan.” Long Ju, karena kau dan Chen Fan berlatih teknik yang sama, kau sebagai seorang senior bisa mengajarinya” ucap Ling Dao dengan wajah santai.


Long Ju mengerutkan kening, dan melirik Ling Dao dengan heran, tapi Long Ju sama sekali tidak bisa menolak. “Baiklah tuan” jawab Long Ju patuh.


Chen Fan melirik Long Ju, dia tidak menyangka bahwa dia akan dibimbing dalam kultivasi oleh seekor Naga. “Murid patuh” Angguk Chen Fan mengerti.


Ling Dao tersenyum tipis. “Karena sudah begitu, Kau bisa mengikuti Long Ju”


Setelah itu, Long Ju pergi keluar dengan diikuti oleh Chen Fan.


Di dalam goa hanya ada Ling Dao dan Wukong yang tersisa. “Hmm, sekarang tinggal dia” pikir LIng Dao menatap Wukong.


Wukong dengan tatapan bingung melihat Ling Dao. Seolah dia tidak paham dengan situasi yang ada.


Memikirkan Wukong yang belum dewasa, dan belum bisa berkomunikasi layaknya Long Ju, LIng Dao merasa sedikit sulit untuk mengarahkan WUkong.


“Coba saja dulu” pikir Ling Dao memutuskan.


Mengeluarkan sebuah tongkat dari ruang penyimpanan, Ling Dao menyerahkan tongkat itu kepada Wukong.


Tongkat tersebut berwarna hitam mengkilat, di setiap ujungnya terdapat pola-pola misterius.


Nama tongkat yang diberikan oleh Ling Dao adalah tongkat pengguncang dunia.


Wukong dengan santai menerima tongkat yang diberikan oleh Ling Dao. Saat Wukong menerima Tongkat, dia mulai mengayun ayunkan tongkat.


Ling Dao memperhatikan setiap gerakan Wukong yang sedang bermain dengan tongkat yang ia berikan.


Saat memperhatikan Wukong, Ling Dao teringat bahwa dia memiliki sebuah teknik bermain tongkat di dalam penyimpanan.


Membuka ruang penyimpanan, Ling Dao langsung mengeluarkan teknik tersebut. Tapi kali ini tidak ada visi apapun saat teknik itu muncul.


Tidak sama seperti beberapa teknik yang sebelumnya dikeluarkan oleh Ling Dao, alasannya sederhana, karena teknik tersebut masih berada di tingkat Abadi. Yang satu tingkat lebih tinggi dibanding Teknik tingkat Surga.


“Wukong!” teriak Ling Dao memanggil.


Wukong yang sedang asik bermain dengan tongkat barunya menoleh ke Ling Dao dan segera menghampiri.


“Ini untukmu” ucap Ling Dao sambil memberikan teknik Tongkat Abadi pengacau surga.


Bisa dibilang, tongkat dan senjata Teknik yang digunakan oleh Wukong selaras antara satu sama lain.

__ADS_1


Menerima Teknik dari Ling Dao, Wukong dengan rasa penasaran mulai membuka.


Saat membuka teknik itu, Wukong terdiam dalam sebuah pemahaman. Seoalah Wukong bisa mengerti isi dari Teknik Tongkat pengacau surga.


Melihat bahwa Wukong terdiam dan fokus pada teknik tongkat pengacau surga, Ling Dao tersenyum. “Sepertinya tidak ada masalah”


Meninggalkan Wukong yang masih mempelajari teknik barunya, Ling Dao keluar goa untuk melihat apa yang dilakukan Long Ju dan Chen Fan.


Saat berada diluar, Long Ju dengan wajah yang ketus sibuk mengajari Chen Fan. Ling Dao hanya tersenyum melihat itu.


“Sekarang sudah saatnya aku menembus Alam ekstrim dari pengumpulan Qi”


Saat ini Ling Dao sudah berada di lapisan ke 9 dari Pengumpulan Qi, sebenarnya dia bisa saja menembus ke Pembentukan Pil. Namun jika melakukan hal itu, Ling Dao akan menjadi  tidak berbeda dengan Jenius Biasa.


Apa yang ingin dicapai oleh Ling Dao adalah Jenius di antara para jenius. Termasuk berusaha menekan para pemain yang telah terlebih dahulu tiba di dunia lain.


“Sekarang sudah saatnya aku mencari harta langit dan bumi” pikir LIng Dao.


Mengeluarkan Flying Sword miliknya, Ling Dao segera terbang menuju Kota Hutan Hitam.


Kali ini dia bertujuan untuk mencari Harta di Kamar dagang Wanbao. Jika Ling Dao menggunakan item yang berasal dari System, maka hal itu akan sama sekali tidak berguna.


Satu-satunya cara untuk bisa mencapai Alam Ekstrim adalah memanfaatkan Harta langit dan Bumi asli dari dunia Kultivasi.


Ling Dao terbang dengan santai, sepanjang jalan dia tidak menemukan hal-hal aneh. Menikmati pemandangan sepanjang jalan, pikiran Ling Dao teringat akan dunia aslinya.


Di Bumi, walaupun Ling Dao cukup berhasil sebagai Gamer Profesional, tapi waktunya selalu dihabiskan untuk bermain Game. Sangat jarang baginya untuk bisa menikmati hidup seperti bermain dengan alam.


“Hahahah, mau lari kemana kau pelacur!!!”


Ling Dao yang santai tiba-tiba mendengar sebuah suara teriakan.


Mengerutkan keningnya, Ling Dao melihat ke arah dimana suara itu berasal. Memperhatikan dengan seksama, Ling Dao melihat ada sekelompok Pria berpakaian serba Hitam sedang mengejar satu orang wanita.


Wanita itu memakai pakaian putih bersih sambil memegang pedang di tangan. Sayangnya sebagian tubuh wanita itu telah penuh luka.



“Hahaha, Qin Yao. Patuhlah pada kami. Tidak ada artinya kau melarikan diri”


“QIn Yao, jangan lari lagi, tidak ada yang bisa menolongmu disini”


QIn Yao hanya bisa menahan rasa amarah, saat ini dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun dia bisa melawan balik, tapi jumlah orang yang mengincar dirinya terlalu banyak.

__ADS_1


Namun hal yang paling Qin Yao bingungkan adalah kenapa orang-orang yang mengejar dirinya tahu bahwa dia adalah QIn Yao.


Padahal dia sudah menyembunyikan identitasnya sebaik mungkin. Hal ini membuat QIn Yao benar-benar bertanya-tanya.


“Kemana aku pergi? semua harta penyelamat hidup hampir aku gunakan semua” gumam QIn Yao yang sudah panik.


“Silence Arrow!”


Whusss!


Sebuah anak Panah melesat dengan sangat cepat, langsung mengincar kaki milik QIn Yao.


“Ahhhh!”


QIn Yao berteriak kesakitan saat anak panah menembus kaki ramping miliknya. Hal itu membuat QIn Yao kehilangan keseimbangan dan jatuh.


Bam!


QIn Yao terjatuh dengan kondisi menyedihkan.


Kelompok orang yang mengejar Qin Yao langsung mengelilingi Qin Yao.


“Hehehe, kau tidak bisa berlari lagi” ucap seorang salah satu dari pria yang mengejar Qin Yao.


QIn Yao menatap dengan kejam semua orang yang mengejar dirinya.


“Siapa kalian ? kenapa kalian mengejarku” tanya  QIn Yao dengan nada marah.


“Siapa kami ? Kami siapa ? hahaha” jawab mereka bercanda.


QIn Yao mengertakan giginya rapat-rapat karena marah.


“Saudaraku, bagaimana kalau aku yang pertama ?” tanya salah satu dari mereka kepada temannya.


Mendengar permintaan itu, mereka satu-persatu mulai berdebat. Qin Yao yang terluka hanya bisa marah dan pasrah. Keberadaannya saat ini seperti tidak ada artinya lagi, seolah dia seperti ayam yang berada di ruang penyembelihan, hanya menunggu untuk dieksekusi.


Para pria yang mengejar Qin Yao akhirnya telah mencapai kesepakatan.


“Hahaha, tenang saja. Sebelum mati, kami akan membuatmu merasa seperti ke surga” goda seorang dari mereka.


Qin Yao tanpa rasa takut sudah siap untuk membuat keputusan untuk bunuh diri.


“Lighting Strike!!!”

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah petir muncul menyambar pria yang hendak menjima Qin Yao.


Semua orang menjadi bingung kenapa ada petir tiba-tiba muncul.


__ADS_2