
Li Chongwei melihat bahwa pelindung milik Ling Dao tidak bergetar sama sekali menjadi sedikit panik.
Dari apa yang baru saja terjadi, Li Chongwei menyimpulkan bahwa jimat yang digunakan oleh Ling Dao berada di atas tingkat 7.
Memikirkan hal itu, Li Chongwei menjadi sedikit takut, karena dia tahu betul bahwa tidak sembarang orang bisa memiliki Jimat di atas tingkat 7.
“Siapa kau ?” tanya Li Chongwei yang ingin memastikan sosok Ling Dao.
Ling Dao yang masih tenang berada di dalam Barrier pelindung menatap Li Chongwei dengan konyol.
“Siapa aku bukan urusanmu!” balas Ling Dao dengan nada kesal.
“Tapi yang jelas aku adalah orang yang akan membuat menderita” Ling Dao tidak basa basi lagi.
Dia langsung mengeluarkan jimat tingkat 9. Jimat Petir Surgawi.
“Petir Surgawi!”
Ling Dao langsung melemparkan Jimat ke langit.
Dalam sekejap, langit menjadi hitam. Bayangan petir mulai muncul dan tekanan dari petir membuat seluruh kota menjadi tertekan.
Namun yang paling menderita adalah Li Chongwei. Dia merasakan bahwa dirinya telah menjadi incaran dari Petir yang berada di langit.
…
Di rumah tuan kota.
Penguasa kota yang sedang duduk santai tiba-tiba menatap langit dengan wajah ketakutan.
“Sialan!” seru Penguasa kota kaget.
Dia benar-benar ketakutan saat ini.
“Siapa yang memicu petir surgawi ? jika ini jatuh di kota, maka kota akan menjadi berantakan” ucap Penguasa kota ketakutan.
Penguasa kota yang berada di tingkat kultivasi Kesengsaraan, benar-benar tidak bisa bertindak untuk mencegah petir surgawi turun.
“Apa yang harus ku lakukan ?” gumam Penguasa kota bingung.
Dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi kota.
…
Li Chongwei saat ini sudah dipenuhi keringat dingin, dia ingin segera kabur. Sayangnya tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.
Begitu juga dengan anggota keluarga Li yang berada di dekatnya. Semua dari mereka kaku dan ketakutan.
Li Chong yang sudah ketakutan setengah mati mencoba menggoyang tubuh ayahnya.”Ayah, apa yang harus kita lakukan ? kenapa kaki kita tidak bisa digerakan sama sekali” ucap Li Chong yang ketakutan.
Li Chongwei ingin memarahi Li Chong sesegera mungkin. Apa yang dialami olehnya saat ini jelas ulah dari anaknya.
Li Chongwei juga menyesal karena tidak memeriksa detail dari Ling Dao terlebih dahulu. Jika dia tahu bahwa Ling Dao memiliki Jimat tingkat 9, dia tidak akan sama sekali berani.
__ADS_1
“Diam! apa kau pikir aku tidak berusaha untuk mencari cara!?” bentak Li Chongwei.
Saat ini Li Chongwei hanya bisa menatap Ling Dao yang berada di depannya.
“Tuan, maafkan kami. Kami berjanji tidak akan mengganggumu lagi” ucap Li Chong memohon.
Li Chongwei saat ini sadar bahwa hanya Ling Dao yang bisa menyelamatkan mereka.
Sayangnya Ling Dao tidak bergeming sedikitpun. Dia tetap berdiri tanpa ekspresi melihat Li Chongwei.
Melihat bahwa Ling Dao tidak bergerak sama sekali setelah dia memohon. Li Chongwei semakin panik dan takut.
Li Chongwei ingin rasanya bersujud memohon, tapi tubuh miliknya tidak bisa mendengarkan perintah dari otaknya.
“Tuan tolonglah, ampuni kami. selama kau membebaskanku, seluruh keluarga Li akan menjadi milikmu” ucap Li Chongwei memohon.
Walaupun dia enggan memohon seperti itu, tapi hanya itu satu-satunya cara untuk bertahan hidup.
Akhirnya Li Chongwei melihat Ling Dao bereaksi, dan ada harapan di dalam matanya. Sayangnya harapan itu harus pupus setelah mendengar ucapan Ling Dao.
“Terlambat, aku tidak bisa membantumu” geleng Ling Dao dengan wajah yang tak berdosa.
Tubuh Li Chongwei dan seluruh anggota keluarga Li menjadi putus asa.
Li Chongwei yang merasa tidak bisa memohon lagi akhirnya marah, namun sebelum dia melampiaskan marahnya pada Ling Dao.
Petir Surgawi sudah turun terlebih dahulu.
BOOM!
Sebelum akhirnya petir menghantam dirinya, Li Chongwei hanya tersenyum kecut penuh keengganan.
Boom!
Ledakan besar terjadi, seluruh tempat Li Chongwei penuh dengan badai petir.
Setelah beberapa detik berlalu, akhirnya petir surgawi habis. Di lokasi tempat Li Chongwei berdiri saat ini hanya ada bau gosong dan aura kehancuran.
Tidak ada satupun anggota keluarga Li yang ikut dengan Li Chongwei tersisa.
Qin Yao yang berada di belakang Ling Dao benar-benar tercengang. Dari awal sampai akhir dia tidak berbicara.
Baru kali ini dia menyaksikan sambaran petir surgawi yang begitu dekat dan dahsyat. Walaupun sebelumnya juga telah melihat petir surgawi, tapi dibandingkan dengan yang barusan saja. tingkat kekuatannya jauh sangat berbeda.
Walaupun berada di dalam barrier pelindung, Qin Yao masih bisa merasakan aura kehancuran yang begitu dahsyat.
“Nona Qin, bagaimana kalau kau ikut bersamaku dulu ?”
Tiba tiba Ling Dao nyeletuk, menyadarkan Qin yao yang masih terpaku dengan kejadian sebelumnya.
“Iya” Jawab QIn Yao spontan.
Mendengar jawaban Qin Yao, Ling Dao tidak lagi menunggu keluar kota untuk pergi. Dia mengeluarkan Flying Sword miliknya dan mengajak Qin Yao pergi.
__ADS_1
“Nona Qin, Ayo” ajak Ling Dao sopan.
Qin Yao tanpa disadari menaiki Flying Sword diikut Ling Dao berdiri dibelakang.
Whuss!
QIn Yao dan Ling Dao akhirnya pergi terbang meninggalkan Kota Hutan hitam.
Sedangkan suasana setelah Ling Dao pergi menjadi heboh. Warga kota yang melihat kejadian dari kejauhan benar-benar takjub dan ketakutan disaat bersamaan.
“Astaga! kali ini keluarga Li benar-benar tamat”
“Sial, sungguh sial keluarga Li. Mereka menabrak orang yang salah kali ini”
“Sepertinya Keluaga Li mulai hari ini akan menjadi sejarah”
“Tunggu dulu, apa kau lupa masih ada Li Xin ? selama Li Xin hidup, tidak mungkin keluarga Li turun”
Berbagai diskusi terjadi, terutama warga kota membahas siapa sosok Ling Dao yang menghancurkan Li Chongwei.
Tak jauh dari lokasi, Serikat Alkemis yang awalnya ingin mencari masalah dengan Ling Dao benar-benar ketakutan.
Mereka semua merasa bersyukur tidak langsung menyerang Ling Dao seperti keluarga Li.
Sesaat kemudian Penguasa kota muncul dan segera turun dari langit.
Dia jatuh tepat dimana Li Chongwei musnah disambar petir surgawi.
“Ini sungguh serangan yang dahsyat” gumam Penguasa kota.
“Bahkan jika aku menerima serangan ini, itu akan berakhir sama” pikir Penguasa kota.
Kemudian Penguasa kota memikirkan siapa sosok Ling Dao.
Selama perjalanan menuju lokasi, Penguasa kota telah mendengar beberapa berita dari warga kota yang berdiskusi.
Saat dia mengetahui Li Chongwei menabrak plat besi, dia benar-benar bersimpati.
“Li Chongwei oh Li Chongwei, pada akhirnya kau mati tidak meninggalkan jenazah” geleng Penguasa kota ketakutan.
“Tapi siapa pemuda itu ?” gumam Penguasa kota memikirkan Ling Dao.
“Sudahlah, jika dia datang lagi maka aku hanya perlu bersikap sebaik mungkin dan tidak membuat permusuhan” gumam Penguasa kota.
Setelah itu penguasa kota segera kembali ke kediaman nya. Sedangkan kerusakan yang terjadi akan diselesaikan oleh pasukan penjaga kota.
…
Di dalam Penginapan Lentera merah, di sebuah ruangan rahasia.
Seorang pria tua bergumam pelan. “Aku tidak menyangka bocah itu memiliki jimat tingkat 9”
Setelah mengatakan itu, pria tua itu kembali menutup mata dan bermeditasi.
__ADS_1
Sedangkan Ling Dao dan Qin yao sudah berada di perjalan kembali ke Air terjun dengan santai.