System : Gerbang Menuju Keabadian

System : Gerbang Menuju Keabadian
Konspirasi besar


__ADS_3

Ling Dao hanya tersenyum kecil memperhatikan ekspresi dari Qin Yao.


“Nona Qin, bagaimana kalau kita menuju Goa ku dulu ?” ajak Ling Dao.


Qin Yao melirik Ling Dao. “Em” Angguk Qin Yao  menyetujui.


Membawa Qin Yao ke dalam Goa miliknya, Ling Dao menjadi sedikit gugup. “Tenang, aku harus tenang” ucap Ling Dao di dalam hati.


Ling Dao berusaha setenang mungkin menghadapi situasi yang dialami saat ini.


Ini pertama kalinya Ling Dao membawa seorang wanita ke dalam kamarnya pribadi.


“Fokus, aku harus berusaha senatural mungkin”


Akhirnya Ling Dao dan Qin Yao masuk ke dalam Goa.


Begitu Qin Yao masuk, dia merasakan bahwa di dalam Goa dipenuhi dengan sajak sajak Dao.


“ini…?” Qin Yao kesekian kalinya tercengang.


Memperhatikan bagian dalam Goa, Qin Yao menemukan berbagai benda dengan tingkat kualitas terbaik.


Hal itu semakin membuat Qin Yao bertanya-tanya akan Ling Dao. “Apa dia berasal dari kekuatan Kuno ?” pikir QIn Yao menebak Ling Dao.


“Nona Qin, silahkan duduk” ucap Ling Dao yang menyadarkan Qin Yao dari lamunan.


Sebuah sofa lembut muncul, dengan desain yang sangat elegan. Membuat Qin Yao terpukau. “Sangat indah!” puji Qin Yao.


Ling Dao tersenyum kecil melihat Qin yao. “Bagaimana kalian bisa mengerti furniture modern” gumam Ling Dao dalam hati.


Di dalam Game Gate Of Immortality, walaupun game berlatar belakang fantasi dan fiksi, tapi untuk item pendukung dan beberapa item lain mengambil konsep dunia modern. Salah satunya adalah furniture rumah.


Qin Yao mencoba duduk di sofa yang baru saja dikeluarkan oleh Ling Dao.


Saat Qin Yao duduk, seluruh tubuh Qin Yao merasa rileks dan tenang. Semua kekhawatiran dirinya menjadi hilang, rasa lelah yang dia rasakan juga terobati dan ditambah bisa berpikir jauh lebih jernih.


“Apa ini artefak ?” pikir Qin Yao yang merasakan efek dari sofa.


Ling Dao tidak berhenti disitu saja, dia mulai mengeluarkan beberapa makanan dan minuman dari penyimpanan.


Menyajikan diatas meja, QIn Yao memperhatikan bahwa semua makanan yang disediakan oleh Ling Dao sangatlah indah.


Terutama aroma makanan yang sangat menggoda selerah Qin Yao.


“Silahkan coba, tidak usah sunkan” ucap LIng Dao mengizinkan Qin Yao untuk mencicipi makanan.


Mengambil sumpit, Qin Yao mencoba salah satu makanan yang ada di meja.

__ADS_1


Apa yang diambil oleh Qin Yao adalah Dimsum.


Memasukan Dimsum ke dalam mulut, dan mulai mengunyah. isian dari Dimsum pecah dan membanjiri mulut Qin Yao.


Seketika wajah Qin Yao memancarkan kenikmatan luar biasa. “Enak! ini sangat enak sekali” gumam Qin Yao tanpa disadari.


Namun tidak sampai situ saja keterkejutan Qin Yao. Saat Dimsum masuk ke dalam lambungnya, efek dari Dimsum mulai bereaksi.


Seluruh tubuh Qin Yao mulai merasakan hangat yang mengalir, dan gelombang vitalitas yang sangat kaya menyembur keluar.


Mata QIn Yao menjadi melebar tidak mempercayai dengan apa yang dirasakan.


“Masakan spiritual ?” gumam Qin  yao.


Qin Yao sadar bahwa hanya makanan spiritual yang bisa memberikan efek seperti yang ia alami saat ini.


Namun, tidak semua orang bisa menikmati makanan spiritual. Hanya orang-orang dengan status tertentu yang bisa menikmati makanan spiritual.


Bahkan dia yang seorang putri dari Kaisar tidak bisa selalu makan makanan Spiritual. Hal ini semakin membuat tebakan Qin yao akan Ling Dao semakin Kuat.


Bahwa Ling Dao adalah anak dari kekuatan Kuno atau misterius.


Ling Dao juga menyadari bahwa makanan yang disajikan memiliki efek pada Qin Yao. “Jika aku yang makan, hanya membantu proses pemulihan, tapi efek akan berbeda jika seseorang yang bukan pemain memakannya” Pikir Ling Dao.


Qin Yao saat ini masih tenggelam dalam lautan energi vitalitas dan sibuk mencerna semua energi vitalitas agar tidak terbuang sia-sia.


Dengan sangat serius, Qin Yao membuat keputusan.


“Tuan Ling” ucap Qin Yao sambil menatap Ling Dao.


Ling Dao yang ditatap tersenyum menanggapi. “Em ?”


“Tuan Ling, apa aku bisa minta tolong padamu ?” ucap Qin Yao secara langsung.


Ling Dao menjadi tertarik mendengar ucapan Qin Yao.


“Minta tolong seperti apa ?” tanya Ling Dao penasaran.


Qin Yao memberanikan diri dan mulai menyatakan tujuannya. “Emmm, bisakah aku tinggal bersamamu ?” tanya Qin Yao dengan mata memohon.


Ling Dao sedikit tercengang. “tinggal bersamaku ?”


Qin Yao yang melihat reaksi Ling Dao mulai membuat alasan agar bisa tinggal. “Tuan Ling, kau tahu sendiri aku sedang dikejar kelompok pembunuh. Dengan kekuatan ku saat ini tidak mungkin bisa selamat dari mereka. Jadi aku berharap Tuan Ling bisa melindungiku dan sebagai gantinya aku bisa membantumu untuk mengurus goa ini” ucap QIn Yao menjelaskan.


Ling Dao tersenyum kecil mendengar alasan Qin Yao. Padahal Ling Dao berharap Qin yao akan menceritakan latar belakangnya.


Namun karena Qin Yao masih tidak ingin bercerita dan ingin terus menyembunyikan wajah aslinya. Ling Dao tidak terlalu memaksa.

__ADS_1


“Yah, kau benar. Tidak ada salahnya jika Nona Qin berada disini” angguk Ling Dao.


Qin Yao terkejut dengan jawaban Ling Dao yang begitu mudah menerimanya. Padahal dia sudah siap untuk membuka identitas asli miliknya agar Ling Dao lebih mudah menerima dirinya.


“Terima kasih Tuan Ling” ucap QIn Yao berterima kasih sambil membungkukkan badan.


“Nah, karena Nona Qin sekarang tinggal bersamaku, maka aku menyerahkan kebersihan tempat ini padamu” ucap Ling Dao.


“Em, tenang saja tuan Ling. Selama aku tinggal disini, aku akan merawat tempat ini dengan baik” ucap QIn Yao dengan senyuman indah.


“Kalau begitu, mohon kerjasamanya” balas Ling Dao.



Di Kekaisaran Suci Shang.


Di tempat para pelayan, saat ini seorang wanita pelayan dengan wajah gelisah masuk ke dalam kamar pribadi miliknya.


Pelayan itu mengeluarkan sebuah alat komunikasi jarak jauh. Saat alat itu diaktifkan, sebuah suara terdengar jelas.


“Yu lin! apa kau yakin dia tidak ada pelindung sama sekali ?” tanya sosok yang berada di balik alat komunikasi.


Pelayan yang bernama yu lin menjawab dengan langsung. “Tuan, tidak mungkin ada yang salah dengan info yang aku berikan. Wanita itu kabur tanpa ada seorang pun pengawal” ucap Yu Lin menjelaskan.


“lantas kenapa semua orang yang aku kirimkan mati!?” tanya sosok itu dengan nada tidak senang.


“Hah ? bagaimana mungkin ?” seru Yu Lin yang terkejut.


“Kalau itu tidak benar, untuk apa aku menghubungimu lagi!” balas sosok itu lagi.


Yu Lin semakin bingung, jelas dia memperhatikan Qin Yao kabur tanpa ada seorang pun pengawal.


“Kalau begitu aku tidak tahu” jawab Yu Lin yang tidak paham.


“Sudahlah, kau terus laporkan semua informasi tentang keluarga Kekaisaran Shang seperti biasa” ucap sosok misterius.


“Baik tuan” jawab Yu Lin patuh.


Setelah itu, komunikasi diantara mereka berdua terputus.


Yu Lin terdiam memikirkan kenapa rencana mereka gagal. “Mungkin wanita itu masih memiliki alat penyelamat hidup” gumam Yu Lin.


Yu Lin yakin bahwa tidak mungkin ada penolong, kecuali ada alat yang bisa menyelamatkan hidup QIn Yao.


Dia sendiri sudah bersusah payah menyebarkan bubuk pelacak tidak berbau pada semua benda milik Qin Yao, dan kemudian membantu Qin yao agar bisa kabur secara diam-diam.


“Lupakan saja, selama dia masih memiliki bubuk pelacak di tubuhnya, orang-orang yang dikirim oleh tuan pasti akan menemukannya” pikir Yu Lin.

__ADS_1


__ADS_2