
Ketika hari sudah menjelang sore, Ling Dao dan Long Ju akhirnya mendekati Kota.
“Di depan ada kota” ucap Ling Dao dan kemudian melirik Long Ju. “Apa kau bisa mengecilkan ukuran tubuhmu ?” tanya Ling Dao.
“Em, itu hal yang mudah” jawab Long Ju.
“Kalau begitu segera ubah ukuran tubuhmu sekarang, kita akan menggunakan alat terbang milikku” ucap Ling Dao sambil mengeluarkan Flying Sword miliknya.
Long Ju yang berukuran besar segera mengecilkan ukuran nya hingga sebesar anak ular.
Melihat bahwa Long Ju sudah mengecil, Ling Dao menyuruh Long Ju untuk masuk ke dalam Kantong Baju. “Kau bersembunyi disini, akan repot jika ada yang mengetahui kau masuk ke kota manusia”
Long Ju tanpa pikir panjang segera masuk ke dalam Kantong Baju LIng Dao.
Terbang dengan ketinggian rendah, Ling Dao akhirnya sampai di depan gerbang kota.
“Kota hutan hitam” gumam Ling Dao membaca tulisan di gerbang masuk.
Untungnya saat Ling Dao masuk, sama sekali tidak ada penjaga yang memeriksa, dia dengan mudah masuk ke dalam kota.
Ling Dao cukup terkejut dengan kota Hutan hitam, dibandingkan Kota Awan, Kota Hutan Hitam jauh lebih hidup. “Seperti yang diharapkan dari kota yang berada di pinggir hutan 10.000 monster, tingkat kekuatan orang-orang disini jauh lebih kuat dibandingkan Kota Awan”
Kemudian Ling Dao berjalan masuk ke dalam kota mencari penginapan, sudah terlalu sore ia rasa untuk pergi mencari Pil QI mendalam.
Sedangkan Long Ju yang di dalam kantung Ling Dao sangat tertarik dengan kehidupan manusia di kota. Walaupun dia tahu lokasi kota berada dimana, tapi ini pertama kalinya dia masuk ke dalam kota manusia.
Ling Dao akhirnya berhenti di salah satu gedung yang paling megah di kota Hutan Hitam. “Penginapan Lentera merah” gumam Ling Dao menatap pamflet gedung.
Berjalan masuk, Ling Dao langsung disambut oleh seorang pelayan. “Tuan muda, apa ingin menginap atau makan ?” dengan wajah tersenyum pelayan memperkenalkan. “Untuk penginapan kami memiliki 3 tingkat kamar. Surga, Bumi, dan Manusia, sedangkan untuk restoran berada di sudut sana”
Ling Dao tanpa basa-basi langsung berbicara. “Sediakan saja kamar terbaik kalian, dan antar aku ke restoran dulu” Ling Dao kemudian mengeluarkan Lingsi dari dalam penyimpanannya.
Pelayan yang menerima lingshi dari Ling Dao terkejut dan tidak percaya dengan apa yang diberikan oleh Ling Dao. “Tuan Muda, apa benar ini untukku ?” tanya pelayan memastikan.
Ling Dao hanya menjawab menganggukan kepalanya.
“Terima kasih tuan muda”
Pelayan tersebut menjadi sangat gembira, pasalnya Lingshi yang diberikan oleh lingdao adalah lingshi tingkat atas.
__ADS_1
Satu lingshi tingkat atas sudah lebih dari gajinya selama 5 tahun bekerja di penginapan.
Pelayang itu langsung membawa Ling Dao menuju restoran yang berada di dalam penginapan.
“Tuan muda tenang saja, aku pasti akan memberikan yang terbaik” ucap Pelayan tersebut penuh janji.
Ling Dao hanya tersenyum kecil dan berbicara. “EM, sajikan saja makanan yang terbaik disini, setelah itu aku akan masuk ke dalam kamar”
Pelayan tersebut kemudian berlari menuju dapur untuk menyajikan makanan, sedangkan Ling Dao duduk tenang dengan di dalam restoran menyaksikan orang-orang lain yang makan.
“Long Ju, apa kau bisa merasakan siapa yang memiliki kultivasi tertinggi di kota ini ?” tanya Ling Dao.
Ling Dao beranggapan bahwa dengan kultivasi Long Ju yang berada di peringkat 5 cukup untuk mendeteksi orang-orang yang berada di kota.
Long Ju kemudian mengirimkan transmisi suara ke Ling Dao. “Ada banyak orang kuat di kota ini, terutama tuan kota. Saat aku masuk ke dalam kota, aku sudah bisa merasakan bahwa dia setidaknya berada di Alam Kesengsaraan” ujar Long Ju memberitahu.
Ling Dao membelak terkejut. Dia pikir dengan kultivasi Long Ju, dia sudah bisa berjalan menyamping tanpa perlu menggunakan item, siapa sangka masih ada sosok yang lebih kuat dari long ju.
“Jika ada masalah yang merepotkan, sepertinya aku hanya bisa menggunakan jimat” bisik Ling Dao pelan.
Tak lama kemudian Pelayan datang membawa berbagai makanan mewah ke meja Ling Dao.
Setelah menyerahkan token, pelayan tersebut ingin berbalik pergi tapi dihentikan Oleh Ling Dao. “Tunggu sebentar” ucap Ling Dao menahan si pelayan.
“Ada apa lagi tuan muda ?” tanya pelayan bingung.
Ling Dao kemudian menyuruh si pelayan duduk untuk menemaninya makan. “ Silahkan duduk dulu, ada beberapa hal yang ingin kutanyakan”
Pelayan itu dengan sopan menolak Ling Dao. “Maaf tuan muda, jika ada pertanyaan silahkan tanya saja. Aku tidak usah duduk” pelayan menggelengkan kepalanya menolak Ling Dao.
Bukannya dia tidak mau, tapi dia merasa tidak sopan duduk bersama pelanggan.
“Baiklah jika begitu” Jawab Ling Dao yang tidak memaksa si pelayan.
Ling Dao kemudian mulai menanyakan beberapa pertanyaan tentang kota.
Mulai dari penguasa kota, Keluarga yang berpengaruh serta tempat-tempat yang perlu diperhatikan.
“Ternyata seperti itu…” angguk Ling Dao paham. “kalau begitu terima kasih.
__ADS_1
“Sama-sama Tuan muda”
Setelah pelayan pergi Ling Doa mulai makan.
“Tuan Kota, Keluara Lan, Li, dan Chen. Setelah itu ada Penginapan Lentera Merah, Asosiasi Alkemis dan rumah lelang wanbao” gumam Ling Dao mengingat siapa saja yang perlu diperhatikan.
Setelah menyelesaikan makanan, Ling Dao beranjak pergi menuju kamar untuk beristirahat.
Namun ketika melewati loby, Ling Dao melihat adanya keributan terjadi.
“Kenapa Kamar tingkat surga habis!?”
“Maaf tuan muda, kamar tingkat surga terakhir telah dipesan oleh orang lain terlebih dahulu”
“Bajingan! apa kau tidak tahu siapa aku ? Li Chong! putra kedua keluarga Li” teriak Li Chong marah.
Pelayan yang dibentak bergetar ketakutan. Dia bingung harus menjawab apa. “Maaf tuan muda Li, tapi kamar terakhir sudah dipesan oleh orang lain lebih dulu, tidak mungkin menyerahkannya kepadamu lagi” jawab Pelayan ketakutan.
Li Chong yang marah mencoba menghajar pelayan tapi dia dihentikan oleh sebuah suara tua. “Bocah Li, ini bukan keluarga Li mu, jangan bertindak seenaknya. Atau aku akan mematahkan seluruh tulangmu”
Li Chong yang marah menjadi pucat seketika. Dia lupa bahwa Penginapan Lentera merah sangat misterius, bahkan ayahnya dan tuan kota tidak berani bertindak gegabah.
“Maaf senior, aku tidak akan melakukannya lagi” jawab Li Chong ketakutan.
Setelah itu tidak ada tanggapan lain lagi, dan Li Chong merasa sangat bersyukur.
Ling Dao yang melihat itu hanya tersenyum kecut tidak ambil pusing. “Kenapa hal itu sangat mirip dengan plot plot yang di novel ?” gumam Ling Doa pelan.
Mengabaikan keributan, Ling Dao berjalan menuju kamarnya.
Sedangkan Li Chong berbalik pergi meninggalkan Penginapan bersama anak buahnya.
“Tuan muda Li, apa yang harus kita lakukan ? anak suci pasti tidak akan senang dengan kita ?” tanya salah satu anak buah Li Chong.
Dengan wajah kesal Li Chong juga bingung harus berbuat apa. Pasalnya dia diberi perintah oleh keluarganya untuk mencari penginapan terbaik untuk Putra suci dari sekte tingkat atas.
Dengan gagalnya mencari kamar, Li Chong bingung harus bagaimana menjelaskan hal itu kepada keluarganya.
“Sudah, kita cari saja di penginapan lain. dan kalian coba cari tahu siapa saja orang yang memakai kamar Tingkat surga Penginapan Lentera merah” ujar Li Chong dengan nada kesal.
__ADS_1