System : Gerbang Menuju Keabadian

System : Gerbang Menuju Keabadian
TIba di keluarga Chen


__ADS_3

3 hari berlalu dengan cepat.


Chen Fan akhirnya tiba di kota Hutan hitam.


Saat Chen Fan tiba, tubuhnya sudah penuh dengan berbagai luka, namun luka-luka yang ia derita semakin membuat aura miliknya menjadi lebih ganas.


Saat melihat gerbang dari Kota Hutan hitam, Wajah Chen Fan menjadi penuh emosi yang tidak bisa dijelaskan.


“Keluarga Li, Keluarga Lan, tunggu saja” ucap Chen Fan geram.


Chen Fan mulai melangkah masuk ke dalam kota.


Saat Chen Fan masuk, suasana kota sedikit tampak berbeda dari apa yang dia ingat terakhir kali. “Ada yang berubah !?” seru Chen Fan yang menyadari perubahan.


Namun, Chen Fan tidak bisa menebak dengan jelas perubahan apa yang terjadi. Lokasi pertempuran antara Ling Dao dan keluarga Li telah sepenuhnya diperbaiki, jadi Chen Fan tidak bisa menyadari hal tersebut.


Saat Chen Fan berjalan menuju rumah keluarganya, tidak ada satupun orang kota yang mengenalnya lagi.


Dulu kemana pun Chen Fan pergi, orang kota akan selalu mengenalnya.


Tapi karena tubuh Chen Fan yang berubah, terutama pakaian yang compang camping akibat pertarungan dengan monster, membuat warga kota menjauhi Chen Fan.


Akhirnya Chen Fan tiba di kediaman keluarga Chen.


Saat melihat rumah keluarga Chen, terlihat bahwa ada perubahan besar yang terjadi di keluarga Chen.


Saat ini dikeluarga Chen banyak orang keluar masuk.


Masing-masing mereka sibuk dengan urusan yang berbeda-beda. Walaupun hal ini biasa dimata Chen Fan, tapi jelas intensitas yang terjadi saat ini sangat berbeda.


“Apa yang terjadi ?” gumam Chen Fan bingung.


Chen Fan yang penasaran segera masuk ke dalam rumah.


Tapi sebelum dia masuk, langkah Chen Fan dihentikan oleh dua penjaga.


“Pengemis! apa yang kau lakukan disini ?” bentak penjaga gerbang.


Chen Fan mengerutkan kening marah melihat penjaga yang menghentikan dirinya.


Tapi setelah Chen Fan menyadari bahwa penampilannya saat ini sungguh berbeda dari dirinya dulu, Chen Fan tidak jadi marah.


“Ini Aku Chen Fan, biarkan aku masuk!” ucap Chen Fan langsung.


Para penjaga yang mendengar jawaban dari Chen Fan tidak percaya, tapi setelah mereka berdua memperhatikan wajah Chen Fan dengan hati-hati, mereka bereaksi dengan sangat senang.


“Tuan muda! tuan muda masih hidup!” teriak para penjaga dengan bersemangat.


Segera para penjaga melupakan tugasnya dan berlari ke dalam rumah untuk memberitahukan kepada kepala keluarga Chen.


Sepanjang jalan, banyak orang yang mendengar teriakan dari para penjaga. Mereka melihat ke arah pintu gerbang.

__ADS_1


Saat mereka melihat Chen Fan yang berpenampilan sangat buruk, awalnya tidak ada dari mereka yang percaya.


Tapi setelah mereka memperhatikan lebih teliti lagi, baru mereka sadar akan Chen Fan.


“Itu tuan muda!”


“Horeeee, tuan muda kembali!”


Seluruh anggota keluarga Chen segera meninggalkan kegiatannya dan berkumpul menuju Chen Fan.


Chen Fan segera dikelilingi oleh anggota keluarga Chen yang selama ini mengkhawatirkan dirinya.


“Tuan muda, darimana saja kau ?”


“Aku pikir kita tidak akan bisa melihatmu lagi tuan muda”


“Terima kasih Dewa, akhirnya Tuan muda kembali dengan selamat”


Berbagai ungkapan keluar dari anggota keluarga Chen. Chen Fan merasa hangat di hatinya.


“Fan’er!”


Sebuah suara tua yang penuh kekhawatiran terdengar.


Chen Fan melihat ke arah sumber suara. Wajah Chen Fan yang awalnya tenang mulai berubah.


Air mata segera membendung di mata Chen Fan. Chen Fan segera berlari menuju sosok itu dan memeluknya.


Ayah Chen Fan dengan sangat erat memeluk Chen Fan. Dia tidak percaya bahwa putranya yang diperkirakan sudah mati bisa kembali pulang dengan selamat.


“Fan’er, senang rasanya kau bisa pulang” ucap Chen Lai sambil terisak-isak.


“Maafkan aku ayah, karena telah membuatmu khawatir” ucap Chen Fan meminta maaf.


“Tidak masalah, selama kau bisa kembali pulang dengan selamat” ucap Chen Lai.


“kalau begitu, ayo kita kembali dan ceritakan apa yang terjadi padamu” ajak Chen Lai.


“Em” Angguk Chen Fan.


Sebelum Chen Lai masuk ke dalam rumah, dia memberi perintah pada anggota keluarga Chen. “Beritahu pada semua anggota keluarga, bahwa malam ini kita akan mengadakan jamuan atas kembalinya Chen Fan” ucap Chen Lai.


Setelah mengatakan itu, Chen Fan dan Chen Lai kembali ke rumah utama.


Di dalam rumah, Chen Lai berbicara lagi. “Chen Fan, pergilah membersihkan dirimu. Setelah itu kita akan berbicara”


Chen Fan mengangguk mengerti, dan dia berjalan menuju ke dalam kamarnya.


Melihat punggung, Chen Fan. Chen Lai penuh rasa syukur yang tidak bisa dijelaskan. “Qianqian, aku pikir aku tidak bisa melihat Fan’er lagi. Maafkan aku karena tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Fan’er” gumam Chen Lai dalam hati.


Kemudian Chen Lai menyadari bahwa ada perubahan pada tubuh Chen Fan. “Kapan Chen fan menjadi begitu tinggi ?” pikir Chen fan yang baru sadar akan tinggi badan Chen fan.

__ADS_1


“Lupakan saja saat ini, nanti semua akan menjadi jelas setelah Chen Fan bercerita” pikir Chen Lai



Chen fan akhirnya kembali ke kamar miliknya.


Saat masuk, Chen Fan tersenyum lebar. “Aku pikir aku tidak akan bisa kembali lagi kesini” gumam Chen Fan.


“Jika saat itu Tuan dan Senior Long Ju tidak ada, mungkin aku sudah menjadi makanan Ikan” pikir Chen Fan mengingat saat dirinya dikhianati.


Wajah Chen Fan yang awalnya tersenyum menjadi bengis ketika mengingat hari dimana dia dikhianati.


“Kalian 2 pelacur! tunggu saja, aku akan menghancurkan kalian menjadi tai!” kutuk Chen Fan yang kesal.


Chen Fan kemudian segera mengganti baju.


Saat Chen fan bercermin, dia melihat tubuhnya yang sangat berotot dan dipenuhi bekas luka.


“Jika tidak ada 2 binatang itu, mungkin aku tidak bisa bertemu Tuan dan Senior Long Ju. haruskah aku berterima kasih pada mereka ? hahaha” gelak Chen Fan kuat.



Di Ruang pertemuan, Chen Lai dan para tetua sudah hadir. Mereka menunggu kedatangan Chen Fan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


Akhirnya Chen Fan muncul dan dia segera memberi hormat kepada seluruh tetua keluarga Chen.


Chen Lai langsung bertanya pada Chen fan tentang kejadian yang menimpa dirinya. “Chen Fan, coba ceritakan pada kami. Apa yang sebenarnya terjadi padamu ?” tanya Chen Lai.


Chen Fan menghirup nafas sejenak.


Kemudian Chen Fan mulai menceritakan pada seluruh orang yang hadir tentang apa yang terjadi pada dirinya.


Saat Chen Fan menceritakan apa yang terjadi, seluruh orang yang mendengar menjadi sangat marah.


Masing-masing dari yang hadir siap kapan saja untuk meledak.


Namun mereka masih menahan amarah yang sudah mereka rasakan hingga Chen Fan selesai bercerita.


Akhirnya Chen Fan menyelesaikan semua ceritanya.


“Bajinganga! terkutuk keluarga Li dan Chen!” teriak Chen Lai yang sangat marah.


“Patriark! ayo kita segera hancurkan keluarga Li!” teriak tetua pertama.


Para tetua lain juga setuju, mereka tidak sabar  untuk melancarkan serangan pada keluarga Li.


“Tenang, bukan saatnya kita untuk berperang. Lebih baik kita menanyakan pendapat Chen Fan. Lagipula keluarga Li yang sekarang bukan lagi keluarga Li yang dulu” ucap Chen Lai penuh hinaan.


Chen Fan sedikit heran dengan ucapan ayahnya terkait keluarga Li.


“Ayah, apa yang terjadi pada keluarga Li ?” tanya Chen Fan.

__ADS_1


Chen Lai tersenyum sinis meremehkan ketika CHen Fan mendengar keluarga Li.


__ADS_2