System : Gerbang Menuju Keabadian

System : Gerbang Menuju Keabadian
Ling Dao keluar dari pengasingan.


__ADS_3

Chen Lai kemudian menceritakan tentang apa yang terjadi pada keluarga Li.


Mendengarkan cerita dari ayahnya, Chen Fan terkejut tidak percaya bahwa keluarga Li telah menurun karena telah menyinggung seseorang.


Chen Fan kemudian berpikir akan seseorang yang menghancurkan keluarga Li.


“Apa itu Tuan ?” pikir Chen Fan.


Dari deskripsi yang diceritakan ayahnya, Chen Fan yakin 80% bahwa orang yang membuat keluarga Li hancur adalah Tuannya, Ling Dao.


“Karena sudah seperti ini, hanya Lan Qixue yang masih hidup” gumam Chen Fan.


Chen Lai yang melihat anaknya diam, bertanya kembali. “Jadi sekarang apa kau ingin langsung membalas dendam ?” tanya Chen Lai.


Chen Fan terdiam sejenak memikirkan. “Tidak, saat ini aku tidak ingin membalas dendam dulu. Karena Li Chong telah mati, maka lebih baik saat ini aku fokus pada ujian masuk ke Tanah Suci” gumam Chen Fan.


“Sedangkan untuk Lan Qixue, lebih baik dia tidak tahu dulu tentang aku yang masih hidup. ketika dia merasa sudah berada diatas, maka disaat itu akan akan menghancurkan dirinya” pikir Chen Fan dengan licik.


Chen Fan kemudian menatap ayahnya. “Ayah, lebih baik rahasiakan kembalinya diriku. Aku ingin membuat keluarga Li dan Lan merasa menderita lebih dari apa yang aku rasakan. Saat ini aku akan fokus untuk masuk Tanah Suci” ucap Chen Fan menyatakan sikapnya.


Chen Lai sedikit terkejut dengan pilihan yang diambil anaknya. “Kenapa kau tidak langsung membalas dendam ?” tanya Chen Lai yang bingung.


Chen Fan mulai menjelaskan kenapa dia tidak jadi untuk membalas dendam langsung. “Awalnya aku ingin menyelesaikan dendam ini setelah tiba di disini, tapi setelah mendengar bahwa Li Chong telah mati, Aku mengubah rencanaku. Lan Qixue, aku ingin wanita itu merasakan perasaan yang jauh lebih buruk dari apa yang dia lakukan padaku” ucap Chen Fan dengan geram.


Mendengar penjelasan Chen Fan, Chen Lai mengangguk mengerti.  “karena itu keputusanmu, maka ayah tidak lagi akan ikut campur. tapi ingat, bahwa ayah akan selalu ada mendukungmu” ucap Chen Lai dengan tegas.


“Semuanya dengarkan, jangan ada satupun berita bahwa Chen Fan telah kembali keluar” ucap Chen Lai mengingatkan anggota keluarga Chen.


Chen Fan tersenyum hangat melihat ayahnya. “Tenang saja Ayah, dengan aku disini, Keluarga Chen akan menjadi Nomor satu di kota ini” gumam Chen Fan dalam hati.


Setelah pertemuan itu, jamuan makanan dimulai.


Seluruh Anggota keluarga Chen merayakan pesta dengan gembira.


Hingga larut malam, Chen Fan kembali ke kamar untuk beristirahat.


Di tempat tidur, Chen Fan merenung.


“Saat ini aku hanya fokus untuk pergi Tanah Suci Sekte Gunung Pedang untuk mengikuti seleksi masuk. Jika token itu masih ada, aku pasti tidak perlu masuk melalui ujian”


Berbaring dengan santai, pikiran Chen Fan mengembara kemana saja.

__ADS_1


Terutama menantikan hari dimana dia akan membalaskan dendam miliknya terhadap Lan Qixue.


Lan Qixue saat ini sudah tidak berada Kota hutan Hitam, dia telah berangkat ke Sekte kelas satu untuk menjadi murid luar.


Walaupun dia ingin menghancurkan keluarga Lan, tapi dari cerita ayahnya, keluarga Lan sama sekali belum membuat pergerakan untuk mencaplok keluarga mereka.


Saat ini kedua keluarga Lan dan Chen mereka sedang sibuk berebut bisnis milik keluarga Li.


Semenjak Keluarga Li kehilangan Li Chongwei, penurunan keluarga Li sangatlah cepat.


Walaupun begitu, mereka tidak ada satupun dari keluarga mereka yang berani secara langsung merampok keluarga Li.


Hal itu dikarenakan anak tertua Li Chongwei, Li Xin saat ini dirumorkan telah menyembah Tanah Suci Kuil Jinshan. Walaupun berita itu belum jelas, tapi dengan adanya rumor itu, tidak ada yang berani bergerak dengan gegabah.


Dengan adanya Kuil Jinshan sebagai dukungan, itu bisa menjadi pencegah keluarga Li merosot drastis.


Hal ini juga yang membuat Chen Fan ingin masuk ke Tanah Suci Sekte Gunung Pedang.


Perlahan-lahan Chen Fan mulai terlelap.



Besok paginya.


Saat Chen Fan keluar, Ayahnya sudah berada di depan pintu menunggu Chen Fan.


“Fan’er, apa kau akan segera berangkat ?” tanya Chen Lai yang melihat Chen Fan.


Menghela nafas panjang, Chen Fan mengangguk. “Em, lebih cepat lebih baik” jawab Chen Fan.


Sebenarnya Chen Fan tidak ingin terburu-buru berangkat untuk pergi, tapi demi mempercepat untuk membalas dendam, maka Chen Fan tidak ingin membuang waktu terlalu banyak.


“Karena kau sudah memutuskan, ayah tidak akan melarangmu lagi, pergilah” ucap Chen Lai yang sedikit enggan.


Chen Fan tersenyum, walaupun sedikit berat tapi dia harus berangkat.


“Aku pergi, tunggu aku kembali ayah” ucap Chen Fan pamitan.


Akhirnya Chen Fan pergi secara diam-diam meninggalkan kota Hutan hitam menggunakan karavan yang menuju Kota lain yang memiliki portal teleportasi.


__ADS_1


Di Air terjun.


Qin Yao yang sedang merapikan Goa, tiba tiba melirik ke arah tempat Ling Dao.


Qin Yao merasakan adanya getaran spiritual yang bergejolak dari dalam ruangan.


“Apa yang dilakukan Tuan Ling ?” gumam QIn Yao heran.


Boom!


Suara dentuman keras terdengar dari dalam ruangan. QIn Yao semakin penasaran dengan hal yang dilakukan Ling Dao.


Kreek!


Suara pintu terbuka, Qin Yao akhirnya melihat Ling Dao keluar dari dalam ruangan.


Anehnya, Qin Yao sama sekali tidak merasakan apapun pada Ling Dao. “Kenapa masih sama seperti dulu ? apa tidak ada terobosan ?” pikir Qin Yao heran.


Tentu saja Qin Yao tidak mungkin bisa merasakan basis kultivasi Ling Dao. Jika tidak ada izin Ling Dao, siapapun tidak mungkin bisa melihat basis kultivasi aslinya.


Ling Dao yang baru keluar dari pelatihan tertutup tersenyum puas. “Berhasil, aku mencapai alam tabu itu”


Setelah menyerap berbagai harta langit dan bumi yang begitu banyak. Ling Dao akhirnya berhasil menembus Alam Ekstrim yang dianggap tabu oleh orang-orang di dunia ini.


Tapi proses untuk mencapai Alam Ekstrim jauh lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Pasalnya, untuk mencapai itu, Ling Dao membutuhkan jumlah energi yang sangat banyak ditambah memahami tubuhnya secara menyeluruh.


Karena batasan untuk mencapai Alam Ekstrim sangat tersembunyi dan sangat sulit ditembus.


Tapi dengan bantuan teknik Primordial Formless technique, Ling Dao jauh lebih mudah untuk menembus alam Ekstrim.


Saat menembus alam ekstrim, Ling Dao mampu merasakan bahwa dia memiliki kekuatan supranatural tambahan.


“Tuan Ling!” saut QIn Yao  memanggil.


Ling Dao melirik ke QIn Yao dan tersenyum.”Nona Qin, bagaiamana disini ?” tanya Ling Dao.


“Semua berjalan lancar” balas QIn Yao.


“Tuan Ling, jika aku boleh tahu, apa tingkat kultivasi mu saat ini ?” tanya Qin Yao penasaran.


Ling Dao tersenyum misterius dan mulai berbicara. “Pengumpulan Qi” jawab Ling Dao singkat.

__ADS_1


QIn Yao mendengar itu jelas tidak percaya, jelas Qin Yao rasa Ling Dao hanya menggodanya. “Jika Tuan Ling tidak ingin memberitahu, tidak apa apa” jawab Qin Yao yang paham.


Ling Dao terdiam dengan isi pikiran Qin Yao. Tapi dia tidak ambil pusing dan tidak ada niat untuk menjelaskan lebih lanjut.


__ADS_2