
("Bagaimana, Yuki? Apakah kau susah mendapatkan sesuatu?")
Kei bangun perlahan, mengelap darah yang keluar dari mulutnya menggunakan seragam panjangnya yang entah bagaimana masih bertahan.
Walau begitu, bagian tangan kanan seragam itu sudah hancur, memperlihatkan kulit serta sedikit kemeja putih yang digunakan Kei di dalam seragam hitamnya.
(Ya, Master. Saya sudah dapat menyimpulkan beberapa hal. Tapi, saya tidak ingin mengatakannya. Itu hanya membuat Master tidak sadar dan terus melakukan hal hal nekat seperti itu.) jawab Yuki dengan nada kesal.
Yuki marah karena Kei yang melakukan hal hal yang sembrono, padahal itu berhubungan dengan nyawanya sendiri.
Kei sedikitnya menyadari itu, dia hanya tersenyum kecut.
("Baiklah baiklah! Aku tidak akan nekat lagi! Setidaknya, aku akan mengikuti saranmu. Jadi, apa kau punya cara untuk melewati ini, Yuki?") Kei segera memohon pada Yuki.
(Hufft. Baiklah.)
Sementara Yuki sedang memberi tahu Kei tentang rencana nya, Sato tidak bisa menunggu, dan berlari dengan cepat ke arah Kei.
Debu debu yang berterbangan membuat kesan ngeri yang bertambah bagi Kei. Namun bersamaan dengan itu, Kei tersenyum ketika mendengar rencana Yuki dari dalam kepalanya.
TRANGG!!!
Suara dentingan logam terdengar, ketika tiba tiba Sato mempercepat tubuhnya, dan menabrak Kei dengan tangan kanannya.
Terjadi jeda sesaat, ketika Sato melewati Kei. Tapi apa yang terjadi berikutnya benar benar tidak terduga.
Tangan kanan Sato terpotong dan jatuh dengan mudahnya!!
"AHHH!!! BAJINGANN!!! APA INI?!! SAKIT SEKALI!!! SAKITTT!!!" Sato menjerit sambil memegang pangkal tangan kanannya yang sudah terpotong dengan tapi, sampai diatas siku.
Di bekas lukanya terdapat api hijau yang tampak masih membakar luka, yang sama dengan pedang Kei.
"Ugh..." Kei mengaduh pelan sambil memegang dadanya yang terasa kosong, dengan tangan yang lain memegang katana yang berlapis api hijau yang berkobar mengerikan.
"KEPARAT!! APA YANG KAU LAKUKAN?!! ARMOR INI TIDAK AKAN BISA DITEMBUS OLEH LOGAM BIASA!!!" teriak Sato masih tidak terima.
Dia terlihat menyedihkan dalam bentuk tubuh yang mengerikan. Darah juga mengucur dari tangan kanannya, tidak terlihat tanda akan berhenti. Sepertinya, api hijau yang membakar lukanya mencegah darah untuk berhenti.
"Yahh, walau kau tanya begitu, aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi." jawab Kei sambil mengambil sarung katana dari inventory, untuk dia jadikan penyangga tubuh.
__ADS_1
"APA APAAN? JANGAN BOHONG! Begitu... Jadi begitu?! Kau memancingku ke pertarungan jarak dekat. Skill rahasia mu adalah bertarung jarak dekat, bukan?!!" teriak Sato tidak terima.
Karena serangan tadi, akal sehat Sato tertutup. Dia bahkan tidak mengidentifikasi bahwa tangannya masih tetap terbakar api yang sama dengan yang ada di katana Kei.
Dia bahkan tidak memperhatikan Kei yang sudah kehilangan keseimbangannya, entah karena sesuatu. Dia tampak melemah.
("Kalau dia memancingku untuk bertarung jarak dekat, aku tidak akan menurutinya! Oh benar! Kalau begitu, biar aku serang dia dari jauh! Dia tidak akan bisa bergerak atau melakukan apapun lagi!!") Sato terkekeh dalam pikirnya.
Dengan begitu, Sato segera melompat mundur, lalu bercokol di atas salah satu gedung yang masih berdiri.
Melihat itu, Kei hanya mengerutkan dahi. Dia tidak mampu mengejar Sato sekarang, padahal senjata yang efektif melawan Sato adalah senjata jarak dekat, sedangkan senapan AWM nya bahkan tidak mempan melawan armor Sato.
Kenapa? Itu karena Kei melakukan [Reverse Soul Eater] sebanyak 30 poin di katana nya, membuat itu mampu memotong tangan Sato dengan mudah!
Tidak hanya itu. Dengan arahan dari Yuki, Kei mempertahankan api yang berkobar di tangan Sato sampai sekarang dengan menggunakan 40 Life Point. Life Point nya sebelum digunakan tadi hanya tersisa 100, setara dengan yang dimiliki setiap orang.
Dengan menggunakan skill tadi, Life Point nya turun hingga 30, membuat Kei perlahan kehilangan kesadarannya!
"WHA HA HA HA!! Saat ini akan aku tunjukkan kau kekuatan sebenarnya dari skill [Machine God]!!" tawa Sato sambil mengubah pundaknya menjadi dua benda mirip antena yang mulai bersinar.
("Yuki, jika kau ada rencana selanjutnya, tolong katakan padaku sekarang.") pikir Kei sambil tersenyum pahit.
("Bagaimana mungkin? Aku bahkan tidak bisa bergerak dengan baik lagi. Tidak. Dari awal, bisakah aku menghindari serangan itu?") lanjut Kei dengan pesimis.
(Master. Sudah saatnya. Gunakan [Soul Eater] padanya sekarang. Bola energi yang akan dia tembakkan sepertinya sudah cukup besar.) sela Yuki cepat.
("Apa yang kau-") Kei berniat menyangkal, tapi segera mengurungkan niatnya.
Dia membelalakkan mata sesaat, menyadari sesuatu. Kei tertawa pelan, sambil mengarahkan tangannya ke arah Sato.
"[Soul Eater]."
Terjadi hening sesaat, ketika bola energy yang dihimpun Sato sudah mencapai titik maksimalnya.
"Khu Hu hu! Inilah akhirnya! Aku ucapkan sela-UAGHHH!!!" ucapan Sato terputus sebelum dia berhasil menyelesaikan kata katanya.
Dari tangannya yang putus, darah mulai mengalir dengan deras, dan berubah menjadi debu hitam kehijauan yang mengalir ke tangan Kei yang masih terbuka menghadap Sato!
"Ke-keparat!! A-apa yang k-kau lakukan?!!" Sato merintih sambil tangan kirinya mencoba menutup lukanya.
__ADS_1
Tapi apapun yang dia lakukan, darah dari tubuhnya tidak berhenti, justru semakin cepat tersedot. Akibatnya, bola energi yang sudah dia kumpulkan tadi mulai terhisap, begitu juga dengan armor nya.
Armor nya sedikit demi sedikit menghilang, meninggalkan tubuh manusianya yang seperti semula, menggunakan kemeja putih dengan jas rapi. Tapi bedanya, sekarang dia sedang terguling ke bawah seperti seonggok sampah yang tidak berdaya.
"A-apa ini?!!" Sato hanya bisa meringis ketika sampai di hadapan Kei.
Kei mulai berjalan. Tubuhnya juga sudah bisa digerakkan seperti biasa, karena dia susah menyerap energi kehidupan yang sangat banyak dari Sato barusan. Setelah memastikan semua baik baik saja, dia mulai mendekat ke arah Sato yang babak belur hanya karena jatuh tadi.
"Ahh, semua ini seperti yang direncanakan. Aku hanya mengambil Life Point mu saja. Aku sudah curiga, bagaimana kau bisa melapisi tubuhmu dengan armor itu tanpa harus membayar dampak. Tapi jawabannya sudah jelas dari awal."
"Aku tidak tahu bagaimana kau mengumpulkan begitu banyak Life point, tapi sepertinya kau kurang beruntung karena bertemu denganku."
("Yahh, ini adalah hasil pemikiran Yuki, sihh...") pikir Kei seraya memasukkan katana beserta sarungnya ke Inventory.
"Ke-kekuatanku, mutlak! Ti-tidak bisa dihentikan siapapun!" Sato entah bagaimana masih bisa menjawab.
"Mutlak? Tidak. Kau hanya bertemu dengan lawan yang seharusnya kau hindari. Dan bahkan, walau kau memohon untuk nyawamu pun aku tidak akan sudi." jawab Kei lagi.
Terjadi hening sesaat, ketika mereka berdua saling bertatapan.
"He he he...."
"Ha ha ha!!"
Terdengar tawa yang semakin lama semakin keras, berasal dari Sato. Dia sudah tidak mampu bergerak lagi, tapi dia masih punya cukup tenaga untuk menggerakkan mulutnya.
"Skill yang menyerap data kehidupan, kah? Begitu! Jadi begitu!! Ini menarik."
"Nikmatilah kemenanganmu saat ini, Kei! Dan mulai saat ini, kehidupan mu yang baru akan terbuka! Ini sangat menyenangkan, ini sangat menyenangkan, ini sangat menyenangkan! Kau akan mulai merasakan kesenangan nya mulai sekarang!! Khu khu.... Aku penasaran Class apa yang akan kau peroleh dengan skill seperti itu!" kata Sato dengan tawa jahatnya.
"Huh...."
"Menyenangkan? Lucu! Aku akan bertahan hidup. Walau apapun yang terjadi, jika ada Yuki dan aku, aku akan bisa melewatinya. Mati di antah berantah? Tak sudi aku!!" sambung Kei setelah menghela nafas perlahan.
Dengan begitu, Kei meninggalkan Sato yang sudah terbaring dengan daya hidupnya yang semakin menurun.
Dan saat dia berjalan beberapa langkah....
[PvP, selesai!! Pemenang! Kei Kanata!!]
__ADS_1