SYSTEM INFINITY

SYSTEM INFINITY
22: KE PADEPOKAN


__ADS_3

keesokan harinya


"huh (menguap) sepertinya aku tadi malam marah marah sama orang yang berniat membantuku, sial aku tadi malam sangat mengantuk sampai tidak bisa mengontrol amarah ku semoga saja dia memaafkan ku" ucap zed yang masih agak ngantuk


"baiklah sepertinya aku akan berburu hewan hewan kecil untuk aku sarapan" ucap zed yang mulai berdiri dan bersiap siap untuk berburu


"baiklah, aku berangkat" ucap zed sambil mulai berjalan menuju ke tengah hutan


zed terus berjalan jalan sambil melirik ke kanan dan juga ke kiri. zed terus mencari hewan bergerombol seperti sebelumnya tetapi saat di tengah perjalanan tiba tiba


"halo apakah kakak adalah orang yang tadi malam yang membunuh monster di hutan ini?" ucap ?


"oh, apakah kamu adalah orang yang tadi malam berniat membantu ku" tanya zed


"iya aku, guru,kakak shinta dan yang lainnya berniat menolong kakak tapi sepertinya kakak sudah bisa mengatasi monster itu sendiri" ucap ?


"oh, maaf ya tadi malam aku memarahi kalian karena tadi malam aku sangat mengantuk" ucap zed


"iya tidak pa pa kok kak kami tau kalau kakak sedang mengantuk" ucap ?


"oh, ya siapa namamu" tanya zed


"oh, ya perkenalkan nama ku adalah ucop" ucap ucop


'si sial kenapa nama orang ini aneh sekali, untung aku bisa menahan ketawaku' pikir zed yang hampir mau tertawa


"oh, ya kakak kenapa kamu berlari lari dan juga kayaknya kakak sedang mencari sesuatu" tanya ucop


"iya aku sedang berburu untuk sarapan" ucap zed


"oh, kakak sedang berburu, bagaimana kalau kakak sarapan di padepokan kita" ucap ucop mencoba menawarkan sarapan ke zed


"oh, bagaimana kalau kamu nanti kekurangan makanan" ucap zed


"tidak kok kak karena kalau kakak berburu tidak akan mendapatkan juga" ucap ucop


'sial kenapa bocah ini sombong sekali' pikir zed


"kenapa kamu bilang kalau aku berburu tidak akan mendapatkan, buktinya sebelumnya aku berburu mendapatkan banyak hewan" ucap zed yang agak jengkel


"bukan begitu maksud ku kak" ucap ucop yang tidak menyangka bahwa zed menyimpulkan seperti itu


"oh, apa maksud mu sebenarnya" tanya zed


"ita karena hewan yang di sini sudah aku buru dengan teman teman ku, takutnya hewan di sekitar sini tinggal sedikit" ucap ucop


'si sial itulah kenapa aku mencari dari tadi tidak menemukan hewan satu kali pun' pikir zed yang kesal

__ADS_1


"baiklah, apakah kakak mau sarapan di padepokan kita" ucap ucop mencoba menawari lagi


'sial ya iya lah kan kamu memburu semua hewan di sini dasar bocah sialan' pikir zed kesal


"huh' iya aku akan sarapan di padepokan mu karena sepertinya tendaku rusak" ucap zed yang mencoba mencari alasan


"oh keberuntungan sekali, kalo begitu silahkan kakak ikuti aku ya" ucap ucop ke zed


"ya" ucap zed yang mulai mengikuti ucok berjalan


sesampainya di padepokan


"halo teman teman aku menemukan orang yang tadi malam bisa mengalahkan monster di hutan itu" teriak ucop yang ada di depan gerbang padepokan


orang orang berlari menuju ke pintu gerbang


'oh, halo kakak apakah kakak beneran menemukan orang itu?" tanya salah satu adik dari ucop


"iya adik ini ia orangnya" ucap ucop mengarah ke zed


"halo" ucap zed yang canggung


"ha halo kakak silahkan masuk" ucap adik dari ucop


"baiklah" ucap zed yang mulai masuk


* tok * * tok * * tok *


"halo kak shinta apakah kakak shinta ada di dalam" ucap ucop


"oh, apakah kamu ucop" tanya shinta ke orang yang ada di depan


"iya kak shinta ini ucop" ucap ucok


"oh, baiklah tunggu sebentar" ucap shinta


"siap kakak shinta aku tunggu di luar ya" ucap ucok


"iya ucok" ucap shinta


beberapa saat kemudian


* srek * bunyi orang yang membuka pintu


"oh, halo kak shinta apa kabar" ucap ucop yang melihat kak shinta keluar


"oh, halo ucok dan juga siapa ya ini" tanya shinta yang menunjuk kesalahan satu orang yaitu zed

__ADS_1


"oh, itu orang yang kemarin malam mau kita tolong" ucap ucop


"oh, apakah anda orang yang tadi malam mengalahkan monster itu sendirian" ucap shinta


"iya, memangnya ada apa" tanya zed yang melihat wajah shinta yang tiba tiba terlihat sangat senang


"i itu tidak apa apa, oh, ya apakah tuan mau minum sesuatu" tanya shinta yang mulai salah tingkah


"tidak, tidak usah aku tidak haus dan juga jangan memanggilku tuan" ucap zed ke shinta


"oh, kalau begitu apa tu-" ucap shinta yang hampir keceplosan


"huh, panggil saja aku zed" ucap zed yang melihat tingkah konyol shinta


"e e itu zed mau minum dan makan apa ya" tanya shinta yang tingkah lakunya semakin parah


"em, aku mau apapun yang penting kamu yang masak" ucap zed yang mencoba tidak merepoti padepokan ini


* jrep *


'ah, tuan zed sangat romantis dan juga kuat, inilah cowok idaman sesungguhnya' pikir shinta yang kemana mana


"ha halo, apakah kamu sakit" ucap zed yang tiba tiba melihat wajah shinta menjadi aneh


"ti tidak apa apa zed kalau begitu tunggu ya akan aku masak kan" ucap shinta yang bergegas berlari ke dapur karena malu


"itu kakak mu kenapa ucop kenapa tingkah lakunya aneh sekali" bisik zed ke ucop


"entahlah dia sepertinya tidak pernah bertingkah laku aneh seperti ini" bisik ucop ke zed


'hmm, apakah dia jatuh cinta padaku, entahlah dari pada aku sok tau lebih baik diam saja' pikir zed yang tidak mau otaknya kemana mana


beberapa saat kemudian


"halo, ini silahkan" ucap shinta yang mulai berjalan menuju ke zed dan ucop sambil membawa masakan


"silahkan dinikmati" ucap shinta sambil menaruh masakannya di taruh di meja


"terima kasih makanan nya" ucap zed dan ucop


"iya silahkan di makan" ucap shinta


zed dan ucop tanpa basa basi langsung makan. setelah selesai makan mereka bersih bersih dan berkumpul di ruang tamu dan di sana banyak sekali orang


"oh, nak apakah kamu adalah yang tadi malam" ucap orang tua misterius


"iya, ada apa ya" ucap zed

__ADS_1


__ADS_2