SYSTEM INFINITY

SYSTEM INFINITY
52: BINGUNG


__ADS_3

"hah, sepertinya itu seperti kain yang sobek" ucap ibu ridwan yang melihat ada kain di sebuah ranting yang kecil dan dia melihat sedikit kain dan juga kain itu kondisinya juga sudah robek robek


* ibu dari Ridwan yang melihat akan hal itu pun langsung berlari ke tempat kain yang sobek tersebut *


* sesampainya di tempat ranting yang ada kain sobek sobeknya itu *


"hm, sepertinya kain ini seperti tidak asing" ucap ibu ridwan yang seperti pernah melihat akan kain tersebut


"tapi di mana ya" ucap ibu ridwan yang mencoba untuk mengingat ingat akan hal itu

__ADS_1


* setelah beberapa saat berpikir, akhirnya ibu ridwan mendapatkan pencerahan akan hal yang di lalui nya itu *


"hm, oh iya aku baru ingat, kain sobek ini seperti baju yang aku pakai sekarang, kenapa aku sampai tidak terpikirkan akan hal tersebut, hah, aku seperti orang bodoh saja" ucap ibu ridwan yang baru menyadari kalau kain kain yang ada di ranting itu sebenarnya adalah kain dari baju dia sendiri


"hah, kenapa aku bisa sebodoh ini, baiklah lebih baik aku cepat keluar dari tempat yang sangat aneh ini, karena sepertinya desa ini tidak memiliki bangunan bangunan yang seseram ini" ucap ibu ridwan yang sudah tiap hari berkeliling desa tapi baru kali ini dia melihat desa seperti labirin di sebuah dungeon


* setelah ibu ridwan menemukan baju miliknya itu, ibu ridwan mulai memikirkan sebuah bayangan diri dia sendiri dari mana dia berjalan tadi dan bagaimana cara dia sampai di sebuah tempat yang mirip akan dungeon yang agak aneh ini *


"kalo aku tadi dari tempat yang ini dan, mulai menuju ke sini, aku bisa sampai di sini, jadi kalo aku mau balik berarti tinggal ikuti jalan yang ini dan yang ini" ucap ibu ridwan yang ngomong dan menggambar sendiri seperti orang yang sedang kena mental

__ADS_1


* setelah beberapa saat mengotak ngatik peta yang di buatnya sendiri itu, akhirnya ibu ridwan mulai mengumpulkan tekad, agar kalau ibu ridwan amit amit bakalan kesasar dia sudah menyiapkan mental untuk itu *


"huh huh huh, baiklah aku siap, semoga saja tebakan ku itu benar" ucap ibu adrian tersebut yang masih tetap agak takut kalau dia sampai tersesat semakin dalam, karena desa ini sudah berubah total, dan ibu ridwan belum pernah sama sekali melakukan hal hal yang bisa merebut nyawanya itu, makannya itu ibu ridwan mencoba untuk menguatkan mentalnya, karena ini juga demi anaknya tersebut, dan juga kesalahannya


* setelah beberapa jam menarik nafas akhirnya ibu ridwan pun memulai perjalanannya *


* setelah beberapa saat berjalan dia tiba tiba berhenti, karena ada sesuatu yang aneh *


"hah, apa itu?" ucap ibu ridwan yang berbicara dengan nada yang sangat pelan, karena ibu ridwan takut di depannya banyak sekali zombi yang berkerumun di situ dan juga saling memakan satu sama lain

__ADS_1


'hu hu hu, desa apa yang sedang aku dan keluarga ku tempati ini, kenapa bisa ada bencana yang semengeri kan ini, bagaimana aku bisa selamat dari bencana ini" pikir ibu ridwan yang mulai mengeluarkan air mata karena dia bingung bagaimana dia dan keluarganya akan selamat dari bencana ini


__ADS_2