
* ridwan tanpa basa basi lagi langsung menuju ke tempat zed tersebut *
* setelah beberapa saat akhirnya ridwan pun sampai di tempat zed bertarung, dan saat dia sampai dan melihat musuh dari zed dia sangat kaget *
"tunggu jangan serang zombi itu kakak" ucap ridwan yang berusaha berteriak sekuat tenaga
* mendengar teriakan itu zed spontan pun langsung menoleh *
"hah, kenapa kamu ada di sini" ucap zed yang agak marah dengan ridwan yang tidak mau mendengar omongannya tersebut
"ma maafkan aku, aku akan menjawab mu nanti tapi jangan bunuh zombi itu ya" ucap ridwan yang berusaha memohon kepada zed agar zombi itu tidak di bunuh
"hah, kenapa tidak boleh?" tanya zed yang malahan Tambah bingung karena perilaku ridwan yang tiba tiba berubah di mata zed
__ADS_1
"ce ceritanya panjang" ucap ridwan dengan nada yang takut dan juga memohon agar zed tidak membunuh zombi tersebut
"huh" keluh zed yang bingung
'system, apakah zombi ini bisa di sembuhkan?' tanya zed yang berharap kalau zombi itu masih bisa di sembuhkan
( bisa, tapi tuan membutuhkan 2 vaksin untuk menyembuhkannya )
'hah, lebih baik aku bunuh saja, ngabisin poin system saja, tapi aku harus membuat alasan agar ridwan masih kagum pada ku, tapi apa ya' pikir zed yang mulai mencari ide agar tidak buang buang poin system
'baiklah, sepertinya ini paling cocok' pikir zed yang agak senang karena dia menemukan ide yang bagus
"ridwan, apakah kamu tau apa yang di lakukan zombi itu tadi?" tanya zed ke arah ridwan dengan muka yang tegas
__ADS_1
"me memangnya apa yang di lakukan zombi itu kak, apakah kakak di pukul olehnya, kalo masih sempat biarkan aku yang meminta maaf ke kakak" ucap ridwan yang masih berusaha untuk menolong zombi tersebut
'oh, karena dia masih berinisiatif untuk masih menolongnya, berarti orang yang berubah menjadi zombi ini adalah orang berharga bagi ridwan, tapi apakah dia lebih memilih zombi ini atau ibunya, sepertinya ini semakin seru saja, ha ha ha' pikir zed yang senang dengan itu karena dia tau kalau zombi itu bukan sembarang orang
"oh, apakah aku tersinggung cuma karena itu?" tanya zed lagi karena zed agak kesal di bilang dia tersinggung
"ti tidak bu bukan begitu maksud ku kak" ucap ridwan yang semakin bingung di sini dia harus membantu zombi ini di sisi lain dia harus menyelamatkan ibunya yang sekarang tidak tau ada di mana
"huh baiklah, aku akan menjelaskan ke kamu ke napa aku tersinggung dan setelah itu kamu putuskan apakah kamu masih mau zombi ini hirup atau mau aku hilangkan dari dunia ini" ucap zed dengan wajah yang sangat senang karena dia mau mengetes ridwan dia mau memilih ibunya atau orang ini
"ba baiklah kak, ta tapi bolehkan agak cepat" ucap ridwan yang mau cepat cepat mencari ibunya, karena dia belum tau kalau ibunya di gigit oleh zombi yang mau dia tolong tersebut
"baiklah dengarkan ini baik baik" ucap zed yang menyuruh Ridwan untuk tenang
__ADS_1
" no 1 apakah kamu tau kenapa ibu mu tadi berteriak" tanya zed yang gak mau lama lama karena dia mau segera menyelesaikan misi