SYSTEM INFINITY

SYSTEM INFINITY
48: TERSADAR


__ADS_3

'sepertinya anak kecil itu saat dewasa bisa menjadi orang yang hebat, karena dia bisa menerima kesalahan dan juga tidak marah ketika di ingatkan, dia memiliki jiwa kesatria, tapi sepertinya dia kurang beruntung lahir di keluarga yang kurang mampu dan malah terkena oleh musibah' pikir zed yang kasihan melihat anak kecil itu


* tiba tiba zed teringat akan sesuatu *


'sial, sepertinya aku ingat kehidupan pertama ku, hm apakah aku harus membantu anak ini, tapi kalau anak ini terlalu sering di bantu dia pasti akan bergantung pada ku dan tidak mau berusaha, toh dia juga tidak terkena penyakit apa apa dan juga keluarganya masih mampu untuk makan, lebih baik aku biarkan begini saja' pikir zed yang tidak mau menjadi orang baik di orang orang terdekatnya karena zed takut kalau suatu saat temannya itu tidak di beri apa yang dia mau dia pasti bisa mempunyai kesempatan untuk berkhianat kepada zed makanya dari itu zed mau menjadi yang terkuat sampai saat semua orang mengepungnya dia masih tetap bisa menang


"halo, apakah kakak kecapekan?" tanya anak kecil itu yang melihat zed sedang melamun


"oh, tidak aku tidak kecapekan, aku cuma mengingat ingat jaman jaman dulu" ucap zed yang mencoba untuk mencari sebuah alasan

__ADS_1


"oh, aku kira kakak kecapekan" ucap anak kecil itu dengan polosnya


"baiklah kalo begitu, begini saja, kamu mau bertannya apa lagi, dan apa saja yang belum kamu pahami" ucap zed yang masih tetap berusaha untuk mengganti topik agar suasana tidak canggung


"hm, aku mau tanya, apa kelebihan dari orang orang yang diam di sana, kak?" tanya anak kecil itu yang belum menemukan apa positifnya dari berdiam diri di situ


"baiklah aku akan menjelaskan, orang yang terlalu berhati hati juga tidak baik, makannya dari itu mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya, sebaiknya aku menjelaskan dulu apa kekurangan dari orang yang berhati hati" ucap zed dengan wajah yang serius


"baiklah, keburukan orang yang berhati hati adalah terlalu berhati hati" ucap zed dengan wajah yang mengarah ke anak kecil itu

__ADS_1


"hah, kenapa terlalu berhati hati tidak baik, kan kalo terlalu berhati hati kan malahan bagus" ucap anak kecil itu yang belum mengerti


"baiklah aku akan menjelaskannya kamu dengarkan aku baik baik ya" ucap zed dengan wajah yang serius karena ini soal konteks


"iya, kakak" ucap anak kecil itu yang mulai duduk dan menghadap ke depan dengan posisi yang lurus


"baiklah, sebenarnya ini tergantung konteks itu sendiri, contoh simpelnya begini sesuatu yang sudah membuat mu cemas itu berarti kamu terlalu berhati hati" ucap zed yang mau memberikan contoh sesimpel mungkin


"hm, tapi kenapa saat itu aku juga terlihat cemas" ucap anak itu yang mengingatkan dia di selamatkan oleh zed dan saat itu dia memang beneran cemas kan hal itu

__ADS_1


"makannya itu aku bilang itu tergantung konteks, makannya dari itu aku kan sudah bilang kalau kamu itu memiliki keberanian yang lebih dari pada orang pada umumnya" ucap zed yang mencoba untuk mengingat anak kecil itu karena zed berpikir anak kecil itu belum benar benar paham


"oh, iya juga ya" ucap anak kecil


__ADS_2