
"iya, sama sama, ayah mu sudah aku taruh di sana" ucap zed yang sambil menunjuk nunjuk ke salah satu rumah kecil yang ada di pojokan
* dan di rumah kecil itu tidak ada zombi sama sekali karena zombi itu terbelah belah menjadi beberapa bagian karena zed terlalu sadis memotongnya
"apa, ba bagaimana mungkin!" ucap anak kecil itu dengan muka yang sangat terkejut dengan apa yang di bilang oleh zed tadi
"sudah lah, lebih baik kamu menjemput ibu mu dan ikut dengan ku menuju ke tempat ayah mu itu" ucap zed yang tidak mau lama lama karena dia baru sadar kalau menerangkan anak kecil itu butuh waktu 2 jam
"ba baiklah, tunggu aku ya kak" ucap anak kecil itu yang mulai berlari dengan sangat kencang
"iya, kamu hati hatilah, jangan terlalu kencang kalau berlari nanti kalau jatuh kamu akan sakit" ucap zed yang mencoba untuk menasehati anak kecil itu supaya anak kecil itu bisa lebih berhati hati
__ADS_1
". . . . . ." ucap anak kecil itu yang tidak menjawab omongan zed tadi tapi malahan tetap lari menuju ke ibunya itu
'sial, berani sekali anak kecil ini, lebih baik aku kasih dia sedikit pelajaran saja deh, ha ha ha' pikir zed yang sebal karena anak kecil itu tidak menjawab omongan dari zed tadi
* bruk * suara seorang anak kecil yang terjatuh
'ha ha ha, itulah azab mu kalau kamu tidak mendengarkan orang lain yang lebih dewasa dari mu" ucap zed yang sambil tertawa dalam hati karena zed berhasil mengerjai anak kecil yang tidak tau sopan santun
* sisi anak kecil itu *
"huh, kan sudah aku bilang untuk pelan pelan dan berhati hati, tapi kamu malah tidak mendengarkan omongan ku barusan" ucap zed yang tidak merasa bersalah karena mengerjai anak kecil itu tapi zed malahan menceramahi anak kecil itu
__ADS_1
"ma maaf kan aku kak, karena aku tidak mendengarkan omongan mu barusan" ucap anak kecil itu yang malah merasa bersalah kepada dirinya itu
"baiklah, kali ini aku akan memaafkan mu tapi kalau kamu mengulanginya lagi, aku tidak akan sebaik ini" ucap zed yang malah menceramahi anak kecil itu terus menerus
'iya kak, aku mengerti" ucap anak kecil itu yang diam karena di marahi oleh zed terus
"baiklah, sana temui ibumu, tapi jalan yang hati hati, ya" ucap zed yang malah berperan sebagai ibunya anak kecil itu
"iya" ucap anak kecil itu yang sambil mulai berjalan dengan hati hati karena anak kecil itu malahan seperti trauma karena di mata anak kecil itu zed adalah orang yang sangat baik, tapi kalau zed sampai marah pada nya di kira anak kecil itu melakukan salah yang luar biasa
"hati hati ya" ucap zed yang seperti tidak bersalah sama sekali
__ADS_1
"iya kak, aku akan selalu mengingat perkataan kakak" ucap anak kecil itu dengan wajah yang masih cemberut karena baru kali ini zed marah
* zed tidak tau kalau saat dia marah itu bakalan memengaruhi pola pikir anak kecil itu, karena zed cuma berniat untuk bercanda akan hal itu *