Systemm Kekayaan

Systemm Kekayaan
CH. 21


__ADS_3

Setelah kembali dari kediaman Keluarga Vein, Jhon langsung menghubungi jehan dan melaporkan jika ia sudah mendapatkan 80% saham, jehan yang mendapat kabar tersebut tersenyum gembira, dan langsung memerintahkan jhon untuk membeli sisa saham yang belum dimilikinya.


Dirumah, jehan dan dinda sedang berenang bersama dengan ibu sri yang sedang membuat resep resep untuk di jajakan di restoran nanti.


'' Mas jehann, kamu curang, masa aku kalah terus '' kata dinda cemberut karena setiap balapan renang hasilnya jehan yang menang.


'' Makanya kalo bangun pagi olah raga, biar fisik nya kuat, jangan cuma dandan aja yang lama '' sindir jehann.


'' Kok dandan dibawa bawa? '' tanya dinda sambil tersenyum menyeramkan.


'' Eh ngga, tadi maksudku kamu kalau bangun pagi sisihin waktu buat olahraga '' balas jehann mengalihkan pembicaraan.


'' Oh gitu, jadi besok ajak aku ya mas olahraga pagi '' pinta dinda.


'' Oke, nanti aku bangunin ''


kata jehan.


Bu sri yang mendengarkan percakapan mereka berdua kehilangan fokus nya dalam hati dan tertawa terbahak bahak dalam hatinya sendiri, jehann baginya adalah orang bodoh soal perempuan, jelas jelas wanita tidak bisa disinggung dengan riasan atau umur maupun kecantikan, tapi baru saja ia mendengar nya, itulah yang membuat nya terbahak bahak.


'' Udah sore jehann, dinda ayo naik '' ajak bu sri.


'' Iya bu '' balas keduanya.


Jehan langsung menuju kamar nya sendiri untuk berganti pakaian.


Begitu pula dengan dinda, namu dinda kehabisan sabun mandi, dan berniat memintanya di kamar jehan karena ibu nya sedang di dapur menyiapkan makanan untuk nanti malam.


Ketika dinda sampai kamar jehann, ia sempat memanggil jehann, namun tidak ada respon, ia langsung saja membuka pintu kamar milik jehann.


Baru saja ia menutup pintu nya, ia melihat pintu kamar mandi perlahan terbuka dan menampilkan jehann yang tanpa busana membuatnya berteriak kencang, dan perlahan wajah nya pun perlahan memerah karena malu melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat.


Jehan yang mendapati bahwa dindaa berada dikamarnya jelas terkejut, dan ketika melihat dinda berteriak ia tidak menunjukan wajah panik, beruntung jehan sudah meminta kepada system agar suara yang dari kamar nya tidak dapat terdengar keluar.


'' Hoy hoy hoy, kenapa kamu ke kamar ku tidak bilang '' kata jehan yang sudah memakai handuk.


'' Em E a.. aku ta.. di berniat minta sabun mandi karena miliku sudah habis, aku juga udah manggil mas jehann tapi ngga dibalas '' kata dinda jujur dan wajah nya masih memerah dengan kejadian barusan.

__ADS_1


'' Oh begitu, ambil saja di kamar mandi '' kata jehann.


Dinda pun berjalan ke kamar mandi, dan mengambil sabun lalu ketika ia berjalan keluar ia dihampiri oleh jehann, jehan pun berkata.


'' Tadi kamu ngeliat aku ngga pakai apa apa kan? '' tanya jehann berbisik di telinga nya.


Wajah dinda semakin memerah karena setelah kata itu di ucapkan ingatan kejadian barusan langsung muncul di kepalanya.


'' I.. iya mas '' balas nya pelan.


'' Bukan nya ngga adil kalau cuma kamu yang ngeliat punyaku? '' tanya jehan berbisik.


'' Jadi mau mas jehan apa? '' tanya dindaa.


'' Aku juga mau lihat punya kamu lah aneh '' balas jehan menggoda, baginya jika dinda mau ia akan mendapat jackpot, jika menolak ia tidak akan memaksanya.


'' Eh? ga ga ga '' kata dindaa cepat.


'' Yahh gitu ya, yaudah deh aku ngga maksa '' balas jehan lemah dengan ekspresi sedih.


Padahal ia sudah membayangkan tubuh wanita yang sedari kecil ia sukai, namun ditolak mentah mentah, sakit sekali brouuu.


'' Iya mas '' balas dinda sambil berjalan keluar.


Diluar, dindaa sekarang berjalan menuju ke kamar milik nya, dan ketika berada di kamar, kini bukan wajah malu yang terlihat, namun wajah penuh perasaan bersalah karena melihat ekspresi yang di tampilkan jehann terakhir.


'' Maafin aku ya mas jehann '' desah nya.


Ia memang sudah siap untuk menjadi istri sah nya jehan, namun ia masih keberatan untuk melepaskan kehormatan yang ia jaga, jadi ia menolak nya ketika jehann meminta nya, ia kini secara terus menerus melihat menyesali jawaban yang jehan minta tadi.


Apakah aku pantas memberikan jawaba seperti itu?


Apakah mas jehan akan mencari wanita lain setelah ditolak?


Apakah aku akan dibuang?


Apakah.......?

__ADS_1


Ia larut dalam penyesalan dan pertanyaan yang muncul di otak nya.


Ia yang awal nya berniat mandi malah tidak jadi karena hal itu dan memilih tiduran di kasur.


Ketika makan malam, ia makan sangat sedikit dan langsung berjalan ke kamar, bu sri yang melihat dinda seperti itu menjadi penasaran dan memutuskan bertanya kepada jegan yang baru saja selesai menikmati hidangan.


'' Nak jehan, kenapa dinda seperti itu? apa kalian berdua berantem? '' tanya bu sri.


Jehan yang mendapat pertanyaan itu langsung saja memberikan jawaban sedetail mungkin.


'' Jadi bu, tadi jehan lagi mandi, terus pas jehann keluar dan tidak menggunakan busana apapun ada dindaa yang baru saja membuka pintu ingin meminta sabun karena milik nya sudah habis, nah karena ia sudah melihat miliku, aku pun menggoda nya sedikit, kata ku ngga adil kalau cuma kamu yang lihat, lalu aku meminta untuk melihat milik nya, namun ditolak mentah mentah dan aku pun tidak mempermasalahkan nya sama sekali '' jelas jehann.


Bu sri yang mendengar ucapan jehan menghela nafas lega, karena masalah nya hanya tentang anak muda, jadi ia tidak akan ikut campur.


'' Oh begitu ya rupanya yasudah ngga papa, ibu percaya sama semua yang kamu lakuin, dan jika pun kamu melakukan hal yang tidak tidak, ibu yakin kamu mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu lakukan, jadi aturlah sesuka mu '' kata bu sri sambil tersenyum manis.


'' Ibu hanya berpesan satu hal sama kamu nak jehann, itu adalah permintaan ibu sebelum nya '' lanjut bu sri.


'' Ibu tenang aja bu soal itu, jehan juga ngga mau kalau ngeliat dinda bersedih '' balas jehann.


'' Yasudah bu jehan ke atas dulu '' jehan pamit.


'' Iya nak, ibu juga mau lihat barang yang ibu beli tadi dimall '' kata bu sri.


Jehan pun berjalan menuju kamar nya namun ia membelokan dirinya sendiri untuk mengunjungi kamar milik dindaa yang sedang menangis di kamar.


'' Din.... '' suara jehan di ikuti suara ketukan pintu.


TOK TOK TOK


'' Iya mas, masuk '' terdengar suara dinda dari dalam.


Dindaa yang mendapat panggilan jehan langsung mengusap matanya agar tidak kelihatan habis menangis.


'' Ada apa mas? '' tanya dinda berpura pura semangat.


Like dan komenn nya ya abang abang and mbak mbak.

__ADS_1


Jangan lupa ya doain author supaya karya author yang satu ini bisa lulus kontrak.


__ADS_2