Systemm Kekayaan

Systemm Kekayaan
Nasib Malang Billie dan Kehancuran Fierce Wolf


__ADS_3

'' Apa? mau duel? sini '' kata jehann jehann menantang.


Kebiasaan jehann terhadap musuh nya adalah memancing emosi nya terlebih dahulu, ia melakukan hal seperti ini karena memiliki hiburan tersendiri bagi jehann.


Penjaga yang meladeni jehann mulai maju dengan tinju terkepal mengarah ke topeng milik jehann.


Sesaat sebelum tinju itu mengenai jehann, jehann menghilang dari pandangan tersebut.


Yang dirasakan penjaga tersebut bukanlah penasaran dimana jehann, namun rasa dingin yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


'' Apakah aku mati? tapi siapa yang membunuh? '' tanya penjaga gerbang heran.


Lalu penjaga tersebut mulai menutup mata, dan kemudian mati penasaran.


'' Huh, untung saja tidak kena topengku '' kata jehan sambil mendengus.


'' Seperti nya didalam sedang ada pesta, lebih baik aku mengacaukan nya '' kata jehann lalu berjalan memasuki gedung terbengkalai tersebut.


Diperjalanan, jehann sengaja mengilang menjadi bayangan untuk melihat apa yang sedang di bicarakab oleh billie kepada gengster yang cukup besar ini.


Tidak lebih dari 5 menit, jehan melihat billie yang sedang mengobrol dengan seorang pria paruhbaya.


'' Paman Vano, bisakah kamu menghabisi orang ini? '' tanya billie kepada Pria yang dipanggil 'vano' dengan menunjukan gambar jehann.


'' Apa latar belakang orang ini? '' tanya paman Vano.


'' Aku sudah menyelidiki nya, dan dia tidak memiliki latar belakang sama sekali '' kata Billie.


Paman Vano sekali lagi melihat gambar yang di berikan oleh billie, lalu ia menaikan satu sisi bibirnya.


'' Bisa saja, aku akan mengutus anak buah ku untuk segera menghabisi ini, hanya saja mereka tidak ingin bergerak jika tidak ada uang '' kata Paman Vano dengan nada bersalah.


'' Ah paman tenang saja, aku akan membayar nya 60% terlebih dahulu, untuk sisanya akan aku transfer ketika misi sudah selesai '' kata Billie sambil menyerahkan uang senilai 20.000 $.


'' Ba... '' baru saja Paman Vano ingin mengambil uang tersebut, sebuah suara memotong.


'' Wah.. wahh.. wah.., seperti nya sedang ada bisnis ya, bisakah kalian mengajak ku? '' kata sebuah suara yang tidak lain adalah suara jehann.


Billie merasa suara itu familiar oleh nya, alangkah terkejut nya ia ketika melihat asal suara tersebut adalah orang yang ingin dia celakai.


Rasa terkejutnya langsung diganti oleh billie dengan seringai jahat.


'' Baiklah, kebetulan bisnis yang sedang kani jalankan ada urusan nya dengan mu, paman Vano, inilah anak nya '' kata billie dengan dingin.


Belum sempat paman Vano membalas, jehann memotong lagi.


'' Wah, aku takutt. aku takut. '' kata jehann dengan menampilka ekspresi pura pura takut.


Vano yang melihat jehann selalu memotong ucapan nya hanya mendengus dingin, lalu berkata.

__ADS_1


'' Keberanian mu untuk datang langsung ke markasku sudah kuacungi jempol, namun melihat pribadi mu seperti ini membuatku muak '' kata Paman Vano lalu maju ke jehann dengan mengepalkan tinju nya.


Seperti biasa, jehann hanya diam, ia sengaja melepas topeng nya dari awal karena ingin melihat ketakutan billie.


Bughh..


Suara tinju menghantan badan jehann.


Paman Vano tersenyum penuh kemenangan, ia sudah mengira bahwa jehann sudah mati karena terkena tinjunya.


'' Hmph, anak masih bau bawang ingin melawan ku? mimpi '' kata paman Vano dengan bangga.


'' Ayolah Tuan Vano yang perkasa, pukulan mu itu tidak lebih seperti pukulan bayi '' kata sebuah suara di belakang Paman Vano.


'' A.. apa '' kata Paman Vano terkejut.


'' Bagaimana mungkin? aku tadi sudah mengerahkan seluruh tenaga ku untuk meninju nya, tapi? mengapa ia masih hidup '' kata Paman Vano dalam hati.


'' Panggil seluruh atasan mu yang berada di bawah tanah, atau ketika mereka keluar akan melihat tempat ini menjadi debu '' kata jehann dingin.


Merasa melawan orang yang tidak wajar, paman vano hanya bisa berlari menuju ruang bawah tanah.


Kini hanya tersisa billie dan jehann di tempat itu.


'' Nah, sekarang aku akan membuat perhitungan dengan mu '' kata jehann lalu menghilang menjadi bayangan.


Jehann lalu mengeluarkan sebatang rokok, lalu menghisapnya.


3 menit berlalu.


'' Dimana orang itu Vano ''


Terdengar sebuah suara tua.


'' Di dalam Tuan besar ''


balas Vano.


Jehann masih santai saja ketika melihat sekitat 70 orang yang memiliki kekuatan di atas manusia normal.


Mereka semua berbaris rapi di belakang paman vano dan seseorang yang dipanggil tuan besar.


Saat mereka kumpul semua, jehann langsung angkat bicara untuk memberikan penawaran.


'' Tetap disini tapi mati, atau pergi memulai kehidupan yang baru '' kata jehann tenang namun semuanya jelas mendengar apa yang jehann katakan.


Hahhahahahah...


hahahahahahah...

__ADS_1


hahahahahahahaha.


Banyak yang menertawai penawaran dari jehann, lalu orang yang dipanggil tuan besar oleh Vano tadi angkat bicara.


'' Nyalimu boleh juga anak muda, aku awalnya terkesan karena kamu bisa mengetahui bahwa para elite gengster berada dibawah tanah '' kata orang yang dipanggil tuan besar.


'' Ah itu ya, sebelum nya aku mencium bau orang yang buang air besar di celana, yah hanya itu saja sih yang membuat ku sadar '' jelas jehann dengan nada memprovokasi.


'' Oh, lalu selanjutnya aku ingin bertanya , apa gerangan yang membuatmu berkunjung ke markas kami? '' tanya tuan besar.


'' Aku? aku sih sederhana saja ya, aku ingin membantai kalian semua, sudah itu saja '' kata jehann santai.


Tuan besar mengernyitkan keningnya ketika melihat bahwa jehann ingin membantai rombongan nya.


'' Apakah kamu memiliki kemampuan untuk melakukan itu? '' tanya tuan besar dengan sinis.


Awal nya jehan kagum ketika melihat tuan besar tidak terpancing emosi nya hanya dengan kata kata.


Namun, hanya selang beberapa detik, jehann kecewa karena emosi tuan besar langsung meledak.


'' Baiklah, sepertinya mulut memang tidak bisa membuktikan '' kata jehann.


Lalu menghilang dan kurang lebih dari 3 menit.


Semua bawahan tuan besar terperanjat kaget melihat jehann yang menghilang, jehann menjadi bayangan. perlahan tapi pasti semua bawahan tuan besar yang memiliki kekuatan diatas manusia nornal berteriak.


'' Kau... bajingan '' teriak tuan besar marah.


Jehann tersenyum senang ketika mendapati bahwa tuan besar sangat marah, ekspresi itu, kemarahan itu, itu adalah sensasi yang amat menyenangkan bagi jehann.


'' Tinggal kalian berdua yang masih hidup disini '' kata jehan lalu menghilang menjadi bayangan lagi.


Vano dan tuan besar yang melarikan diri hanya bisa merutuki kebodohan mereka sendiri.


Bugh... Bugh.... sura tinju


Beberapa menit berlalu, jehann membantai habis semua yang ada disana.


Tanpa memberikan ampunan, ...


Author nya kemarin ga ada kuota sama sekali, jadi mohon maaf apabila selama beberapa hari ini tidak update.


jangan bosen ya.


Sebagai kompensasi, author besok akan crazy up.


Jangan lupa like dan Comment.


Bye bye.

__ADS_1


__ADS_2