Systemm Kekayaan

Systemm Kekayaan
The Card Player


__ADS_3

Jehann maju sambil menyodorkan paksa obat penawar racun belati milik jehann.


Setelah menegak paksa, efek yang diderita oleh pengguna hanya rasa sakit tertusuk benda tajam, namun racun nya akan sedikit lebih lama bereaksi.


Jehann langsung menusukan belati nya paha milik Yudhistira.


'' Begini apakah enak? '' tanya jehann sambil menyeringai jahat.


Yudhistira hanya meringis tidak menjawab apa pernyataan jehann.


'' Enak apa nya bodoh, sakit begini kau bilang enak '' kata yudhistira yang sudah tidak bisa menahan sakit.


'' Oh begitu, lalu bagaimana jika dengan yang ini, apakah enak? '' kata jehann sambil menusuk belatinya ke kuku jempol milik yudhistira.


Arghhhhh......


Tolong ampuni aku.....


Tolonggg.......


Teriak Yudhistira menahan sakit.


Jehann beralih ke tahap kedua, yaitu mengambil 2 botol air keras dari anak buah nya, jehann langsung meneteskan 5 tetes 5 tetes dengan jangka 5detik sekali.


'' Bagaimana, apakah bantuan ku meredakan rasa sakit mu? '' tanya jehann membuat ekspresi seolah dia khawatir.


Entah apa yang dilakukan Yudhistira selama hidup nya, apakah ini timbal balik atas semua yang ia lakukan sejak muda? yudhistira sudah menyerah untuk hidup, dan ingin cepat cepat mati agar siksaan nya tersisa satu, yaitu neraka.


'' Oh mbah, mengapa raut wajah mu tidak bersemangat, apakah obat nya tidak manjur? '' tanya jehann memasang wajah seolah ia salah dalam memilih obat.


Merasa orang yang ia siksa tidak memiliki semangat hidup lagi, jehann memenggal kepala yudhistira dengan belati nya, lalu jehann memasukan kembali para bawahan nya ke dunia system.


Jehann kemudian kembali keapsrtemn ketika jam sudah menunjukan pukul 17 : 37.


Sesampai nya di apartemen, jehann yang masih bau darah, hanya bisa mengutuki otak nya karena melupakan keberadaan dinda di rumah nya, sebelum mengetuk pintu, jehann membeli parfum dari system agar bau darah nya hilang untuk sementara.


Tok... tok.. tok...


Suara pintu di ketuk, jehann tidak membunyikan bel karena ingin mengetuk pintu dengan sengaja.


Tak lama kemudian, dindaa membukakan pintu untuk jehann.


'' Dari mana aja mas setengah hari ini? tumben pulang jam segini '' tanya dinda berturut turut.

__ADS_1


'' Oh, aku tadi abis liat liat tanah yang mau aku jadiin tempat bisnis, kamu ngapain aja dirumah seharian? '' jehann memberikan jawaban sekaligus bertanya.


'' Aku tadi abis masak terus makan. habis makan terus nonton drakor deh sampe kamu pulang '' kata dindaa polos.


Mendapati bahwa dindaa tidak mencium bau darah, jehann menghela nafas lega.


'' Oh bagus, nanti malem aku mau ajak kamu jalan jalan, jadi mandi sana '' kata jehann.


'' Emm jalan jalan kemana emang mas? '' tanya dindaa.


Jehann mendekatkan kepala nya ke kuping dindaa lalu membisikan kata.


'' Rahasia '' balas jehann lalu.


Ceplak...


Bunyi pantat ditepuk.


Dindaa yang ditepuk pantat nya hanya bisa tersenyum malu, akhir akhir ini memang jehann jarang berada si apartemen, namun sikap nya hangat seakan sudah menempel di hati dindaa, oleh karena itu dindaa tidak pernah memikirkan hal hal yang tidak tidak kepada jehann.


Bagi dindaa jehann adalah pemimpin yang harus ia ikuti kemanapun langkah nya.


Sore berganti menjadi malam, jehann dan dindaa bersiap siap untuk pergi menuju taman wisata yang berlokasi di dekat apartemen, jehann memajukan mobilnya dengan kecepatan normal, kali ini dindaa tidak menyetir karena tidak mengetahui dimana tempat yang akan di tuju.


Beberapa menit membawa mobil, akhirnya tujuan mereka sudah terpenuhi, yaitu Starline 4th Friday.


Karena dindaa pernah bilang bahwa ia menyukai seni, jadi jehann membawa dindaa kemari agar tidak bosan dirumah.


'' Gmana? suka? kalo ngga ayo kita pulang '' kata jehann dengan ekspresi biasa saja.


'' Suka mas, suka banget '' dindaa membalas dengan cepat.


'' Ayo kita masuk kedalam '' ajak jehann sambil menggandeng tangan dindaa.


'' Ayok '' balas dindaa.


Terlihat penjaga galery seperti biasa tersenyum ramah kepada siapapun pengunjung.


'' Silahkan dilihat dik, barangkali ada yang menarik mata '' kata penjaga galery ramah.


'' Baik kak, kami akan berkeliling sebentar '' kata jehann.


Jehann dan dindaa berkeliling di Starline 4 th friday, tidak ada yang istimewa bagi jehann, akan tetapi berbeda dengan dindaa, dindaa kagum dengan semua yang ada disini, yang paling menarik mata adalah sebuah lukisan yang memperlihatkan 2 orang sedang bermain kartu.

__ADS_1


Dindaa tahu betul apa nama karya itu,


The Card Players, itulah nama karya tersebut, karya yang bernilai sekitar 210 juta dollars.



Mata dindaa berbinar ketika melihat karya itu, namun ia sadar diri ketika menyadari bahwa ia tidak memiliki uang.


Jehann yang melihat mata dindaa sempat bersemangat, namun digantikan dengan wajah lesu hanya bisa tersenyum.


'' Kalau mau yang itu ambil aja, nanti mas jehann yang bayar '' kata jehann pada dindaa.


Merasa ada harapan, akan tetapi dindaa segera membuang harapan itu dengan berkata.


'' Mas, harga karya ini ga masuk akal, jadi ngga usah dibeli gapapa kok '' kata dindaa lesu.


'' Sejak kapan aku kekurangan uang, selagi kamu mau, kamu boleh ambil, soal uang bukan masalah '' kata jehann sambil mengelus kepala dindaa.


'' Bener? '' tanya dindaa.


'' Iya bener, yaudah jadi mau yang ini? '' tanya jehann sambil menunjuk The Card Player.


Dindaa tidak membalas hanya merespon dengan anggukan kepala.


'' Yasudah, tunggu sebentar ya '' kata jehann lalu menuju dimana tempat penjaga galery.


'' Kak, aku udah dapet karya nya, bisa kamu bantu transaksi nya? '' tanya jehann.


'' Dengan senang hati, mari tunjukan dimana letak nya '' tanya penjaga galery.


Jehann memimpin jalan menuju tempat dimana dindaa berada, setelah sampai, jehann menunjuk karya The Card Player kepada Penjaga galery.


Penjaga galery tertegun sejenak melihat apa yang ingin dibeli oleh jehann, lalu bertanya.


'' Ini? apakah adik yakin memiliki uangnya? harga nya adalah 235 juta dollars, karena kami membeli dari keluarga besar yang berada di qatar dengan harga 219 juta dollars '' penjaga galery menjelaskan.


'' Soal uang kakak tenang saja, aku tidak memiliki kendala, pakai ini, sandi nya 999999 '' kata jehann sambil menyerahkan kartu berwarna hitam.


Dindaa yang melihat jehann seperti ini sangat bersyukur, banyak wanita diluar sana yang hanya dijadikan pelampiasan nafsu oleh lelaki nya, namun jehann berbeda, dindaa selama ini sudah diperlakukan seperti ratu oleh jehann, jadi ia sangat mensyukuri hal ini.


Beberapa saat berlalu, penjaga galery kembali sambil membawa struk berserta Sertifikat karya seni The Card Player.


Dindaa menggendong karya tersebut dengann hati hati seolah itu adalah berlian yang baru ditemui.

__ADS_1


Setelah apa yang di ingin kan oleh dindaa dapat dibeli, mereka pun kembali menuju apartemen.


Like dan komen brouuu.


__ADS_2