Systemm Kekayaan

Systemm Kekayaan
Beramal di sebuah panti II


__ADS_3

Dindaa asik menggambar bersama 4 anak kecil, sedangkan jehann hanya menonton nya saja, terkadang jehann senyum senyum sendiri melihat dindaa yang sedang menggambar.


5 menit berselang, dinda pun selesai membuat karya nya, bisa dilihat dari karya yang dinda buat adalah seekor kelinci yang sedang memakan wortel, gambar tersebut tampak nyata, dan sukses membuat anak anak yang melihat nya terpana.


'' Woahhh, bagus banget kak '' puji lena.


'' Iya benar, ini sih sempurna '' kata ben yang sedari tadi diam.


'' Hehehe, kalian juga bisa buat kayak gini kok, yang penting rajin belajar oke? '' kata dindaa.


'' Oke kak, ini gambar nya buat aku aja boleh nggak kak? '' kata lena.


'' Boleh kok, ambil aja '' kata dindaa.


'' Wahh, makasih kak '' kata lenaa sambil mengambil gambar milik dinda.


'' Sama sama '' balas dindaa.


Anak anak lainya yang merasa di dahului oleh lena hanya bisa memasang wajah cemberut.


Ketika sedang asyik, bu siti, jehan dan dindaa melihat ke arah pintu yang terdapat anak anak sekitar 28 orang.


'' Bu, ini semua nya udah ortez kumpulin '' kata ortez.


'' Bagus '' balas bu rossa


'' Nah semuanya perkenalkan, nama kakak yang ini kak jehann, dan yang satunya lagi namanya kak dindaa -' ucap bu rossa pada semuanya.


'' Hai kak '' ucap semuanya.


'' Halo '' balas dindaa dan jehann.


'' Jadi kakak kakak ini tujuan nya datang kemari ingin memberikan sumbangan kepada kita semua, tentu kalian harus bilang......? '' bu rossa tidak melanjutkan kata kata nya.


'' Terima kasih kak '' ucap semua anak anak serentak.


'' Sama sama, coba lihat apa yang kak jehan bawa, ini kakak bawa makanan untuk kalian semua makan oke? biar kalian cepat besar kayak kakak '' kata jehann sambil menunjukan kotak nasi yang berisi ayam.


'' Wah kak jehann baik banget '' kata salah satu anak yang baru datang.


'' Oh kak jehan aja nih? kak dindaa juga bawa ini loh '' kata dindaa sambil menunjukan berbagai macam mainan.


Sontak seluruh pandangan beralih dari jehann menuju dindaa.

__ADS_1


'' Ngga kok, kak dindaa juga baik banget '' kata anak yang tadi memuji jehann.


Jehann be like


( Pengen Ditampol ni bocil )


'' Udah, sekarang kita makan dulu, kalian ambil masing masing satu kotak ya '' kata jehann.


'' Iya kak '' balas semuanya.


Lalu mereka semua pun makan bersama saat itu juga, jehann dan dindaa yang merasakan dikelilingi oleh anak kecil merasakan sebuah rindu, rindu kepada arini, keponakan dindaa itu sangat riang seperti anak anak yang ada di depan mereka kini.


Namun sekarang mereka terhalang oleh jarak yang jauh jika ingin bertemu.


Sekitar 20 menit berlalu, semua orang sudah menyelesaikan makan, kini dindaa berniat membagikan mainan kepada semua anak anak.


'' Nah adik adik, sekarang kalian boleh ambil mainan nya ya, tapi jangan sampai berkelahi oke? kalau tidak nanti mainan nya kakak ambil lagi '' kata dindaa menjelaskan.


'' Siap kak '' balas semuanya.


Semua mainan yang dibawa dindaa akhirnya ludes, bu rossa, dindaa, jehann kini berada di ruang tamu yang biasa digunakan untuk menyambut donatur.


'' Nah bu, sekarang saya ingin memberikan sedikit biaya untuk kehidupan anak anak disini, bisa ibu berikan rekening ibu? '' kata jehann.


'' Sekali lagi ibu ucapkan terima kasih ya nak, ibu tidak bisa membalas nya, jadi ibu hanya bisa memberikan doa kepada kalian '' kata bu rossa.


'' Iya bu, bener yang dikatakan mas jehann, selagi mampu sudah semestinya untuk membantu sesama '' timpal dindaa.


Bu rossa yang mendengar jawaban keduanya hanya tersenyum bahagia, entah sudah berapa lama ia tidak melihat anak muda yang memiliki moral seperti keduanya.


'' Ini rekeningnya nak 912XXXXXXXXX '' Kata bu Rossa menyerahkan rekening.


Tanpa banyak omong, jehann langsung mentrasfer sejumlah uang milik nya.


'' Nah itu sudah saya transfer bu, silahkan ibu cek nanti, karena hari sudah mulai petang, saya dan dindaa undur diri ya bu, titip salam untuk ortez dan yang lainnya '' kata jehann berpamitan.


'' Baik nak, nanti ibu sampaikan '' balas bu rossa ramah.


Jehann dan dindaa kemudian kembali ke parkiran, jehann langsung kembali menuju apartemen milik nya menggunakan mobil kesayangan nya.


Diperjalanan kembali.


'' Mas, nanti kalau ada waktu senggang aku boleh main ke panti lagi kan? '' tanya dindaa.

__ADS_1


'' Tentu saja sayang, oh iya kamu belum aku belikan mobil ya '' kata jehann.


'' Mau beliin? hilih, mobil diindo aja aku minta ga dikasih '' kata dindaa mengejek.


'' Yayaya, hari ini aku beliin gimana? '' tanya jehann.


'' Nanti di apartemen aku kasih hadiah '' kata dindaa berbisik di telinga jehann.


'' Wow, okay lets go kita ke dealer sekarang '' ucap jehann bersemangat.


Jehann dan dindaa tidak jadi kembali ke apartemen, namun menuju ke Showroom mobil yang berjarak sekitar 250 km, jehann memacu mobil nya dengan kencang, sensasi melakukan manuver adalah salah satu yang jehann rindukan.


'' Mas, jangan ngebut '' teriak dindaa takut.


Mendengar dindaa berteriak akhirnya jehann memperlambat laju mobil nya.


'' Iya iya, ini udah lambat '' kata jehann sambil mengelus kepala dindaa yang menutupi matanya dengan tangan.


'' Jangan kesetanan dong kalo nyetir, aku belum punya anak, jadi nggak mau mati '' pekik dindaa.


'' Iya iya rempong, nih lambat '' balas jehann dengan ekspresi malas.


Akhirnya mereka tiba di salah satu dealer, jehann dan dindaa berjalan memasuki dan disambut ramah oleh penjaga Showroom.


'' Selamat sore tuan, ada yang bisa saya bantu? '' tanya pelayan tersebut.


'' Begini, saya ingin membeli mobil disini, apakah anda bisa melayani kami? '' tanya jehann.


'' Tentu tuan, silahkan dilihat lihat terlebih dahulu '' kata pelayan laki laki tersebut.


Di Showroom, tidak ada yang meremehkan jehann, karena ketika tiba jehann menggunakan mobil limited, jadi semuanya dengan hati hati melayaninya, mereka berfikir jika menyinggung jehann, maka gaji 100 tahun mereka bekerja pun tidak akan dapat menanggung nya.


Kini jehann melihat lihat bersama dindaa, namun tak kunjung memilih karena dindaa tidak menemukan mobil yang menarik perhatian nya.


'' Maaf kak, bisa tunjukan mobil termahal disini '' jehann jenuh berkeliling showroom.


'' Tentu tuan, ikuti saya ''


kata penjaga tersebut.


Jehann pun mengikuti penjaga toko tersebut, diperjalanan jehann terpaksa berhenti karena ada orang yang menghalangi nya, beruntung kondisi jehann hari ini sangat bagus, jadi ia tidak terlalu memikirkannya.


'' Hmph, hei kau yang memakai baju pink, mending ikut dengan ku saja dari pada dengan sampah sepertinya, aku adalah anak pemilik showroom ini '' kata pemuda tersebut.

__ADS_1


Jehann mengernyitkan kening nya, sedangkan dindaa menghela nafas berat ketika mendengar jehann disebut 'sampah'


Author mulai besok bakal crazy up 2-5 oke?, mungkin gara gara up 1ch 1hari jadi turun dari level 7 ke 5


__ADS_2