Tabir Cinta

Tabir Cinta
eps 11


__ADS_3

"sekarang pun aku siap."


Willy melebarkan senyum. "kalau sekarang aku belum siap.undangan belum kupesan dari percetakan."


"undangan?"alsy mengerutkan dahi. "apa maksud pertanyaanmu tadi?"


dengan suara kalem Willy menjawab, "bulan depan kita menikah."


mulut alsy ternganga sedikit.matanya tak berkedip.kata-kata Willy bagai ledakan petir di telinganya.alsy nyaris tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


"kepada siapa aku harus melamarmu? keluargamu yang disini?"tanya Willy yang tidak dijawab oleh alsy karena rasa kagetnya belum hilang. "sudahlah. jangan bengong begitu.cepat ganti pakaian.kau perlu refreshing sebentar. oke?"


"apakah...apakah kata-katamu tadi benar?"


Willy mengangguk dalam senyum kedamaian. "asal kau tidak berhubungan lagi dengan Samuel."


kali ini sebuah baby Benz yang di bawa willy.mobil mewah itu meluncur di tengah keramaian kota.suasana di dalamnya terasa damai karena Willy tidak mengajak alsy membicarakan perselisihan mereka tempo hari.willy banyak bercanda dan bicara tentang rencana perkawinan mereka.


"tak perlu di hotel berbintang,"ujar alsy. "sederhana sajalah.biar orang-orang tau kalau aku bersedia menjadi istrimu bukan lantaran gila kemewahan."


"O,enggak bisa begitu.al.ini bukan masalah gila kemewahan,tapi masalah prestise.perkawinan ini merupakan perkawinan terakhir dalam hidupku. jadi harus lebih mewah dari yang sudah-sudah,"kata Willy dengan yakinnya.


mobil memasuki kawasan pemukiman eksklusif,sebuah real estate yang punya kelas tersendiri.tempatnya sangat nyaman,jauh dari kebisingan kota dan udaranya masih segar.kawasan pemukiman itu mempunyai pintu gerbang yang tidak bisa di masuki oleh sembarang orang,selain penghuni dan para tamu yang sudah ada janji terlebih dulu dengan para penghuninya.


alsy mengira pasti ia akan di ajak makan siang di rumah seorang kenalan Willy. mobil berhenti di depan sebuah rumah mewah berlantai dua.rumah itu mempunyai taman yang sangat bagus dengan bentuk arsitektur gaya Jepang yang sedang trend untuk sekarang.


mula-mula alsy menyangka mereka akan turun di luar pagar.tapi Willy membunyikan klaksonnya.seorang pelayan berpakaian rapi muncul membukakan pintu pagar dari logam mengkilat anti karat.mobil pun masuk sampai di depan garasi berpintu kayu ukiran.

__ADS_1


"kok sepi?ke mana penghuninya,wil?" bisik alsy.willy pun membalas dengan bisikan serupa.


"penghuninya sedang kugenggam tangannya."


cepat-cepat alsy menatap willy.ada sesuatu dirasakan aneh dalam ucapan itu.dahi alsy berkerut melihat senyum Willy semakin mekar,penuh keceriaan. lalu ia mendesak Willy.


"apa maksudmu?"


"ini rumahmu.kubeli rumah ini untuk dirimu.anggap saja sebagian kecil dari mas kawin untukmu."


"wil...?!"alsy nyaris terpekik kegirangan.


jelas ini sebuah kejutan dari willy.pria itu tampak menikmati kebanggaan melihat keceriaan yang ada di wajah calon istrinya.dan,alsy nyaris lepas kontrol saat mendengar pernyataan Willy tadi.ia memeluk dan mencium Willy dalam tawa ria yang memang diharapkan lelaki tersebut.


semua tempat dan sudut tak ada yang terlewatkan oleh jelajah kaki dan mata alsy.ia benar-benar merasa bangga sekali mendapat hadiah rumah semewah itu.tak pernah alsy bermimpi akan mempunyai rumah yang harganya ratusan juta itu,bahkan mungkin lebih.


"pertama,kau bicara tentang bulan perkawinan kita.kedua,kau menyerahkan rumah ini sebagai hadiah perkawinan nanti.ooh...kusangka sukaku belakangan ini akan berakhir tragis. ternyata justru sebaliknya."


"ya.tapi ada syaratnya."


"apa syaratnya?"alsy tersenyum menanti jawaban Willy.


"jauhi samuel.oke?"


"Oh,Wil...,"alsy berlagak merengek.


"tunggu dulu,"kata Willy. "bukan aku cemburu lagi pada samuel.tapi sekedar menjaga nama baikku.jika orang tahu kau sudah menjadi istriku tapi masih akrab dengan Samuel,maka mereka akan mempunyai dugaan negatif terhadap kau dan juga aku."

__ADS_1


"jadi kau tidak cemburu lagi dengan Samuel?"


"Hmm...ya,kurasa tak perlu.dia sudah bicara denganku."


"apa?!"alsy terkejut.


"Samuel sering menemuiku di kantor atau lewat telepon.kami sering pula ngobrol di restoran.dia mendesakku untuk tidak mempermainkan dirimu dan segera mengawinimu.jika aku mempermainkan kamu,katanya dia sanggup membuat diriku bernasib sama seperti Oscar."


"Oh!jadi...Samuel mendesakmu?bahkan mengancammu begitu?"


"ya.dalam waktu singkat kami sudah menjadi akrab."


"Oh,tidak!aku tidak mau.aku tidak suka dengan caranya.izinkan aku menemui dia,wil! aku ingin bertemu dia sekarang juga!"


sekalipun tak cukup besar namun rumah yang dikontrak Samuel termasuk lega.ini disebabkan karena sedikitnya perabot yang ada.hanya seperangkat meja kursi berukuran kecil dari bahan busa yang di bungkus plastik dan sebuah bufet sedang setinggi satu meter.di atasnya ada TV empat belas inci dan dua buah foto yang diletakkan di kanan-kiri TV. foto itu berada dalam sepasang figuran dari bahan kuningan.yang sebelah kiri foto samuel.dan yang sebelah kanan foto alsy ketika masih SMA.sudah usang,namun terawat dengan baik.


terketuk hati alsy melihat foto tersebut. karena memang baru kali ini alsy datang ke rumah Samuel sejak pria itu tidak menjadi satu dengan saudara sepupunya.


di ruang tamu tak ada pajangan lain, kecuali karpet plastik yang melapisi lantai.sedangkan di ruang dalam terdapat meja makan lipat dengan dua kursi.di sisi tembok ada ranjang kayu berkasur dan berseprei dari kain murahan.di samping ranjang ada meja kecil dengan mini compo di atasnya. di dekat pintu menuju dapur terdapat almari kayu agak besar,namun terbuat dari kayu murahan.cermin di pintu almari dapat di pakai melihat bayangan utuh satu badan.jam dinding tergantung di atas pintu antara ruang tamu dengan ruang tengah.sebuah kompor dan rak piring di dapur tampak jarang digunakan dan jarang pula dibersihkan.


di atas mini compo ada sebuah paspor yang di geletakkan begitu saja bersebalahan dengan dua buah kartu telepon.paspor itu di periksa oleh alsy sewaktu Samuel mandi.ternyata paspor untuk tujuan las Vegas yang masa berlakunya sudah habis.dalam paspor itu nama Samuel disamarkan menjadi Abraham Yusman dengan status pekerjaan sebagai guru swasta.tapi foto yang ada di paspor adalah foto Samuel.


"ah,enggak tahulah!"desah alsy yang ingin membuang kebingungannya tentang siapa Samuel sebenarnya.


di depan rumah itu ada semacam kantin untuk para pegawai sebuah perkantoran swasta.entah kantor apa.tak jelas papan namanya karena letak kantor bertolak belakang dengan letak kantinnya.di kantin itu Samuel memesankan minuman untuk 'sang tamu'. sebotol Coca cola dingin dan segelas kopi untuk dirinya yang baru bangun tidur.kalau saja alsy tidak datang mungkin Samuel belum bangun, walau sudah pukul sebelas siang.


-- eps 11 end --

__ADS_1


__ADS_2