Tabir Cinta

Tabir Cinta
eps 5


__ADS_3

"Sam,aku enggak ingin kau membuat perkara."


"aku cuma membelamu.kalau dia benar-benar mencintaimu dan bertanggung jawab atas dirimu sebagai istrinya,enggak ada masalah bagiku.tapi kalau kamu hanya dibuat main-main, berarti dia mencari masalah denganku. aku akan tunjukan nanti siapa diriku sebenarnya.


"aku jadi ngeri kalau tekadmu begitu," alsy mendesah resah.samuel hanya tertawa kecil,lalu menyalakan rokoknya.


sudah pukul tujuh kurang sepuluh menit Willy belum datang menjemput.alsy mulai cemas dan gelisah memikirkan janji willy.untung ada Samuel sehingga kegelisahannya bisa teratasi.


"Oscar itu siapa?"tanya Samuel ketika alsy usai menceritakan kejengkelan hatinya terhadap gangguan Oscar.


"dia orang kepercayaan Willy dalam urusan keuangan."


"hmm...,"Samuel manggut-manggut. "sudah lama ia bekerja di kantormu?"


"kalau untuk dikantorku,belum begitu lama.tapi kabarnya dia yang mengurus semua keuangan dari tujuh perusahaan Willy yang ada di pulau jawa. tugasnya dari kantor satu ke kantor lain dan ke bank-bank yang bersangkutan. barangkali jabatan itu yang membuat dia berani bertingkah seenaknya padaku.


"apa aku perlu turun tangan untuk mengusir dia?"


"enggak perlu.tadi cuma cerita iseng saja.kamu enggak perlu bertindak apa-apa.kecuali jika ia keterlaluan aku akan bilang padamu.selama ini tingkah Oscar masih dibatas kewajaran.


dari dulu Samuel selalu begitu.selalu ingin melindungi alsy.karenanya jika Samuel ada bersama alsy selalu merasa aman.tapi kadang juga sering cemas kalau emosi pria bertemperamen tinggi itu meluap gara-gara pengaduan dari alsy sendiri.


"dia sudah punya istri?"


"siapa?Oscar maksudmu?"


Samuel menggangguk.


"O,belum.dia masih bujangan. tinggalnya juga di rumah willy.kalau enggak salah dia masih ada hubungan family dengan Willy."


"dengan siapa saja Willy tinggal di rumah itu?"


"ada dua orang pembantunya dan oscar.kadang-kadang Dorman sering tidur di rumah willy.itu terjadi sejak Willy bercerai dari istri ketiganya.

__ADS_1


hmm... kalau begitu mudah.kalau Oscar berbuat melampaui batas terhadap kamu,tinggal kucomot saja dari rumah Willy."


lima belas menit lewat dari pukul tujuh Willy belum juga datang.sebentar- sebantar alsy melongok ke jalan. parcakapannya dengan Samuel jadi terganggu oleh ketidak sabaran tersebut.


"malam ini mobilmu menganggur?" terdengar suara Samuel.


"ya.kenapa?kau mau pakai?"


"ya,bisa?"


"pakai saja!tapi nanti malam mesti kembali.soalnya besok kupakai ke kantor pukul delapan."


"bagaimana kalau kupakai semalaman dan kupulangkan pukul tujuh pagi? apa itu mengganggu kerjamu?"


"asal benar-benar pukul tujuh pagi tidak jadi masalah," alsy lalu bergegas mengambil kunci mobil.ia sempat berseru dari ruang tengah, "mau kemana sih,Sam?"


"biasalah...cari cewek.kalau pakai mobil kan keren."


"Huhh...lagu kuno itu!"ejek alsy yang membuat Samuel tertawa.kunci di lemparkan begitu saja dan ditangkap oleh Samuel.


Willy tersenyum mengetahui Samuel ada di situ.ia terlihat agak kikuk.


"rasanya lebih baik aku pergi sendiri saja,Al."


"lho,kenapa?"alsy tak mengerti dengan keputusan Willy itu.


"aku...aku enggak enak kalau mengganggu acara kalian,"Willy melirik Samuel.


buru-buru Samuel berkata, "O,sorry...aku punya acara sendiri dengan cewekku. sama sekali enggak ada hubungannya dengan alsy."


"jangan begitu.saya tidak mau mengganggu kebahagiaan orang lain," kata Willy bernada cemburu.


alsy jadi bingung mengatasinya.bisa gagal rencananya bersuamikan Willy jika ia tidak bisa meyakinkan kalau kehadiran Samuel bukan untuk acara berduaan.wah gawat!Willy tampaknya pencemburu berat.

__ADS_1


Dalam jamuan makan alsy benar-benar diperkenalkan sebagai istri Willy. keluarga Mark gilbon tampaknya merasa lega melihat kebersamaan Willy bersama alsy.nyonya Mark bahkan memberikan komentarnya.


"luar biasa cantik istrimu,willy.tapi mengapa pada perkawinan kalian dulu kami tidak di undang?"


"saya takut hanya akan merepotkan Anda saja,nyonya Mark,"jawab Willy diplomatis.


keluarga Mark gilbon adalah keluarga terhormat.mereka berkebangsaan Inggris,namun sudah cukup lama tinggal di Indonesia.mark gilbon punya saham cukup banyak dalam beberapa perusahaan willy.konon tuan Mark dulu bekas partner kerja sekaligus relasi terbaik dari almarhum papanya Willy. itu sebabnya Willy sangat menghormati tuan Mark yang usianya sebaya dengan almarhum papanya.


pulang dari menghadiri perjamuan itu alsy menyangka akan dibawa pulang ke rumah willy.tapi tenyata tidak.willy membawanya ke sebuah Kotagede eksklusif.sudah tentu alsy mempunyai imajinasi yang sama dengan setiap perempuan yang dibawa lelaki pasangannya ke sebuah cottage atau motel.willy pasti ingin mencicipi kehangatan tubuh alsy.


ternyata sampai larut malam Willy masih mengajak alsy ngobrol di teras yang menghadap ke pantai.duduk mereka pun dibatasi sebuah meja kecil. tangan Willy tak pernah berbuat nakal. namun lirikan matanya sering menggoda hati alsy.mereka berbincang-bincang sambil menikmati kehangatan champagne yang diteguk sedikit demi sedikit.


suara Willy kedengaran sedikit parau ketika berkata, "kadang-kadang aku merasakan kesunyian dalam hidupku."


alsy sengaja tidak memotong kata-kata itu.agaknya Willy ingin menuangkan keluhan hatinya.alsy bersikap sebagai pendengar yang baik.


"seorang istri betapapun buruknya dia, tetap saja dibutuhkan oleh seorang suami.paling tidak ia bisa menjadi teman bercakap-cakap pada saat-saat seperti ini."


"aku sependapat denganmu,"kata alsy setelah Willy diam cukup lama. "seorang suami pun demikian.sekalipun ia jahat atau sering menyakitkan hati istrinya, namun ia tetap dibutuhkan oleh sang istri sebagai tempat mengadukan keluhan hati.itu sebabnya aku tak habis pikir mengapa kamu menceraikan istrimu.apakah kau merasa cukup mampu hidup tanpa istri?"


"bukan itu masalahnya.ketiga istriku yang dulu tidak bisa dijadikan teman diskusi.mereka cenderung membuat masalah yang hanya memusingkan saja.aku tak tahan.lalu kuputuskan untuk meninggalkan mereka.aku yakin mereka sendiri tidak puas hidup berumah tangga denganku.kasihan mereka.hatinya pasti tersiksa jika merasa kecewa terus terhadap diriku. jadi kuberi mereka kebebasan.


angin bertiup dari arah pantai,membawa embun bergaram.namun Willy masih betah duduk disitu.matanya memandang laut yang gelap dengan tatapan menerawang.ia menampakan diri sebagai seorang lelaki yang sedang di tikam kesepian.


"apakah kau tak ingin menikah lagi,Willy?"


"hmm...kadang-kadang aku berangan-angan begitu.tapi aku sangsi, jangan-jangan istriku nanti sama seperti yang sudah-sudah.tak urung kami akan bercerai juga.kalau ingat kemungkinan itu rasanya aku malas menikah lagi.."


alsy meneguk minumannya.sedikit saja. hanya untuk menghangatkan kerongkongan.lalu ia berkata dengan nada pelan.


"seorang teman pernah berkata padaku, perkawinan tanpa didasari tanpa cinta tak ubahnya sebuah rumah yang dibangun di atas pasir.mudah roboh karena tidak mempunyai fondasi kuat. kalau boleh aku menilai,barangkali kau salah dalam membangun rumah tanggamu.mungkin kau tidak meletakkan cinta sebagai fondasi yang cukup kuat dalam perkawinan itu."


senyum yang ada dibibir Willy cukup tipis.tangannya masih memegangi gelas berkaki.dihelanya napas lalu dihempaskan panjang-panjang.

__ADS_1


"ya...mungkin begitu.tapi pada dasarnya semua mantan istriku itu kumanjakan.apakah itu bukan berarti aku sayang kepada mereka?apakah itu bukan suatu bukti rasa cintaku terhadap mereka?"


-- eps 5 end --


__ADS_2