Tabir Cinta

Tabir Cinta
eps 14


__ADS_3

"belum,"jawab Samuel pendek.tapi menampakan ketegasan yang ramah.


"rencana perkawinannya tertunda.tidak jadi bulan ini "


"Ooo...,"Samuel manggut-manggut dan tak berkomentar lagi,seakan kurang tertarik untuk membicarakan masalah penundaan tersebut.


"sudah tahu apa sebabnya?"


"belum."


"sebabnya alsy tidak mau menikah sebelum kau kawin lebih dulu."


Samuel tertawa kecil.tawa basa-basi tanpa rasa geli.tapi brina tertawa panjang dan merasa geli dengan kelakarnya sendiri.


"kudengar dari alsy kau belum menikah, ya?"


"ya,"jawab Samuel pendek saja.


"kenapa enggak segera menikah?"


Samuel tersenyum.tak punya jawaban serius.


"kata alsy,kau pria yang takut kawin."


"enggak.kawin sudah sering.tapi nikah belum pernah."


brina tertawa pelan.ia tahu Samuel mengajaknya bercanda.


"apasih bedanya kawin dengan nikah?" tanya brina memancing canda.


"kalau nikah pakai surat.tapi kalau kawin pakai urat,"jawab Samuel membuat brina meledakkan tawa cukup keras.ia buru-buru menutup mulutnya dan menekan suara karena terdengar teguran dari teman-teman.


"Hoi!kira-kira ketawanya,nyonya!"


Samuel sendiri terkekeh tanpa suara.ia menganggap lelucon itu tidak terlalu lucu.namun matanya memperhatikan wajah brina yang tampak sensual dalam keadaan tertawa begitu.


"O,itu dia...Willy telah datang,"kata brina.


Samuel merasa lega.pria yang ditunggu sudah datang bersama dorman.willy menyambut Samuel dengan ramah, walau terkesan kaku.


"ke ruang kerjaku saja,yuk!"ajak Willy kepada samuel.mereka bertiga masuk ke ruang kerja willy.brina kembali meneruskan urusannya yang tadi sempat tertunda.


sampai di ruang kerja Willy berkata kepada Dorman, "tinggalkan kami berdua.O,ya...Dorman,tolong suruh Sisca mengirim fax kepada hotline. sekarang juga,ya?"

__ADS_1


"ya,"jawab Dorman tanpa senyum karena merasa jengkel disuruh-suruh di depan samuel.menurutnya,jatuh wibawanya jika Willy memerintah di depan tamu siapa saja.


"bagaimana kabarnya?"Willy mengawali pembicaraan.ia duduk di kursi direktur, sedangkan Samuel duduk di kursi depannya.


"justru aku yang akan bertanya. bagaimana kabarmu?"


"O,aku baik-baik saja."


"alsy juga?"


"alsy baik-baik saja.aku melarang dia bekerja mulai bulan lalu."


"lalu perkawinan kalian bagaimana? kenapa sampai bulan ini belum juga dilaksanakan?"


"Hmm...ada sedikit gangguan teknis," jawab Willy kaku


"jangan coba-coba mempermainkan dia,"Samuel melontarkan ancaman dengan kalem.tanpa ekspresi apapun di wajahnya.


"seperti yang kukatakan dulu,mana tega aku mempermainkan dia."


"aku melihat ada alasan yang kau cari-cari untuk menunda perkawinan kalian."


"enggak ada alasan apa-apa. maksudku...penundaan ini memang punya alasan tersendiri.aku harus berangkat ke Hongkong dan Tokyo Minggu ini.jepas perkawinan tak bisa dilaksanakan."


"tidak.aku sendirian.Hmm...mungkin bersama dorman."


Samuel tersenyum sinis. "ada kesan kau mau menghilang dari alsy."


"O,enggak.enggak begitu,sam.sungguh. ini masalah bisnis."


"karena hanya soal bisnis yang bisa kau pakai sebagai alasan.ingat,Wil...kalau kau mengecewakan alsy,aku akan membuat perhitungan denganmu!"


"Hei!kau tak perlu mengancamku terus menerus.ini masalah pribadiku dengan alsy.kau enggak punya urusan untuk ikut campur mengatur pribadi kami,Sam!"


"kita buktikan saja apakah aku ikut campur atau tidak!"Samuel berdiri dengan wajah dingin.


"selamat siang!"


Samuel melangkah keluar dari ruang kerja Willy.langkahnya terayun tegap. Willy tertegun resah.ucapan tadi jelas bernada ancaman yang punya akibat tersendiri nantinya.


Samuel meninggalkan ruang kerja Willy menuju pintu keluar kantor.ia melalui beberapa pegawai yang ada di kanan kiri jalan.mata mereka tertuju pada Samuel karena wajah lelaki itu tampak dingin. mencerminkan wajah seseorang yang berwatak keras.


Dorman memperhatikan Samuel sebentar.kemudia segera masuk ke ruang kerja willy.swmentara di depan lift Samuel berpapasan dengan brina yang baru saja naik dari lantai bawah.brina menyapa dengan senyuman.

__ADS_1


"sudah selesai urusannya,sam?"


"sudah,"jawab Samuel memaksakan diri untuk tersenyum.


"kenapa buru-buru pulang?"


"mau apa lagi?"


"enggak ingin ngobrol dulu denganku?"


"lain kali saja."


brina masih memandang dengan sorot mata yang punya makna tersendiri. Samuel segera masuk ke dalam lift. brina buru-buru melangkah keluar. sebelum pintu lift tertutup,brina sempat mengatakan sesuatu.


"temui aku di entoes club nanti malam pukul delapan keatas.oke?"


Samuel hanya membalas senyum nakal brina.begitu pintu lift tertutup wajah brina segera sirna dari benak samuel.ia tertegun sendirian di dalam lift.sampai di lantai dasar Samuel keluar dari lift dan langsung menuju tempat parkir.langkahnya begitu tenang.tak tampak ragu sedikitpun.ia memperhatikan sikap seorang lelaki yang amat yakin terhadap dirinya sendiri.


Samuel mendekati sebuah BMW warna biru tua metalik.itu mobil willy.ia tahu bagaimana cara membuka pintu mobil tanpa harus membunyikan alarm.ia punya keahlian tersendiri untuk membandel lubang kunci pintu.dengan sebatang kawat yang di rakit khusus pintu BMW bisa terbuka tanpa mengeluarkan bunyi alarm bahaya.apa yang dilakukan Samuel tak ada seorang pun yang tahu.


waktu pulang kerja tiba.willy masih menerima tamu berkebangsaan Jepang. Dorman disuruhnya pulang lebih dulu dengan menumpang mobil salah seorang pegawai.


"setelah ini aku mau ke rumah alsy,"kata Willy.


Dorman hanya mengangguk dengan wajah menyimpan kecewa.willy tampak tidak peduli.sudah terbiasa ia melihat Dorman berwajah seperti itu.willy kembali melayani tamunya.pembicaraan mereka berkisar pada masalah bisnis baru yang memakan waktu hampir satu jam.


waktu Willy turun dan menuju ke tempat parkir.masih ada beberapa mobil di sana.tujuh mobil sedan dan tiga mobil box yang letaknya berjauhan dengan mobil Willy.rupanya ada karyawan dari perusahaan lain yang sedang lembur.


dengan tenang Willy masuk ke dalam mobil.kunci kontak dimasukkan ke dalam lubangnya.namun gerakkan tangan yang akan menghidupkan mesin mobil terhenti seketika.mata Willy terbelalak melihat tulisan agak besar yang diletakkan di atas dashboard.


'*sekali kau tunda perkawinanmu, selamanya akan tertunda.selamat jalan Willy dan mobilnya.'


tulisan itu tidak rapi,tapi jelas terbaca. agaknya si penulis terburu-buru mengerjakan pesan tersebut.kode inisial dari penulisnya hanya huruf S.dan Willy tahu S adalah singkatan dari Samuel.


"apa maksudnya menulis pesan seperti ini?"pikir Willy dengan dahi berkerut. mulanya ia akan tidak mempedulikan. namun buru-buru ia mengulang kalimat aneh di akhir tulisan 'selamat jalan Willy dan mobilnya*.


kalimat itu membuat Willy menjadi ragu-ragu untuk menghidupkan mesin mobil.apalagi ia melihat karpet di bawah stir sedikit tersingkap di bagian ujungnya.willy semakin curiga.


"bom?!"


TABIR CINTA


--eps 14 end--

__ADS_1


__ADS_2