
"sumpah?!berani sumpah kau tidak melakukan apa-apa di dalam sana bersama Willy?"
"ih,amit-amit!"alsy semakin jengkel.
"kuharap kau mau mengatakan sumpah.bukan amit-amit."
"perlu apa aku bersumpah di depanmu? apa hubunganku dengan kamu?kalau toh aku melakukan hal-hal yang kau bayangkan,itu tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu.apa peduliku?!"
Oscar semakin tertawa. "alasan..!begitu saja marah.ini kan cuma kelakar.enggak usah cemberut begitu dong,"tangannya mencolek dagu alsy.
"setan kamu ini!"bentak alsy agak keras.
beberapa pegawai lain memperhatikan ke arah mereka.oscar jadi malu. bergegas ia meninggalkan alsy dengan wajah semburat merah.
kesal sekali hati alsy.ia pandangi kepergian Oscar dengan wajah masih cemberut.brina buru-buru mendekati alsy.saat itu ia berada di jalan masuk menuju ruangan.
"ada apa?playboy itu menganggumu kelewat batas,ya?"
"dia bukan playboy!enggak pantas jadi playboy,pantasnya dia dijuluki setan Kadir!"geram alsy,lalu bersungut-sungut sendiri.
"itulah tandanya kalau dia sedang mengincar kamu."
"puih!lihat tampangnya saja enggak nafsu aku!"
brina tertawa pelan.geli dia melihat alsy sewot begitu.kemudian diraihnya kursi dan duduk di depan alsy.tawanya telah hilang.kini wajahnya kembali serius.
"kudengar kau bertemu Willy saat makan berdua dengan seorang lelaki di sebuah restoran,ya?"
"dari mana kau tahu?"
"Willy cerita padaku."
alsy menatap brina dengan wajah heran. "apa perlunya dia menceritakan hal itu padamu?"
"dia ingin tahu apakah kau sudah punya pacar atau belum.dia mendesak ku untuk mengatakan tentang dirimu yang sebenarnya.aku sempat berdebat dengannya tadi di lift.lalu,dia ceritakan hal itu padaku."
"begitulah?"alsy lalu bertanya-tanya sendiri di dalam hati.mengapa hal itu sampai dibicarakan Willy kepada brina? jadi rupanya secara diam-diam Willy tengah menyelidiki tentang alsy. jembatan yang digunakan adalah brina. apakah cara seperti itu menunjukan kalau Willy memang mempunyai minat kepadanya?
"kalau kusimpulkan dari kata-katanya tadi.sepertinya dia cemburu melihat kau makan berdua dengan lelaki itu."
"enggak.dia enggak cemburu.tadi sudah kujelaskan siapa samuel.willy bisa mengerti," kata alsy meralat ucapan brina.
"O,syukurlah kalau dia sudah mengerti.soalnya,sayang sekali kalau dia sampai kecewa padamu."
__ADS_1
"dia malah mengajakku menghadiri jamuan makan malam di Hilton nanti pukul tujuh."
"terima saja!terima tawaran itu,Al.itu kesempatan emas!" brina tampak berapi-api.
"kenapa kamu jadi bersemangat sekali sih?"alsy sampai terheran-heran.
"soalnya Willy sedang diincar oleh banyak perempuan.termasuk verra dan Kiki,teman sekerja kita itu."
"lalu apa hubungannya dengan semangatmu?"
"terus terang nih,Al...aku enggak rela kalau Willy jatuh dalam pelukan verra atau kiki.aku lebih setuju dan sangat berharap pria itu jatuh dalam pelukanmu."
"bagaimana kalau ternyata dia justru terjatuh dalam pelukanmu sendiri?" pancing alsy membalikkan kemungkinan yang ada.
"ah,ngaco lu!"brina jadi salah tingkah.
"dia tadi juga menyinggung -tubuh tentang kamu waktu bicara padaku."
"dia ngaco!"
"Willy sedang mempertimbangkan apakah dia ingin pergi denganku atau denganmu.menurutnya,nanti malam kau ada kesibukan di studio.dia sangsi apakah kau bisa meninggalkan pekerjaan itu.karenanya dia mencari alternatif lain,yaitu aku.
"kau sendiri bilang bagaimana?"
"tapi tadi di dalam lift dia enggak menyinggung -nyinggung soal jamuan makan malam di Hilton itu?"
"mungkin dia ragu."
brina manggut-manggut. "sepertinya aku perlu bicara padanya?"
"silahkan saja.mumpung dia sedang enggak ada tamu.mau?"
"Hmm... ah,nanti saja.jangan sekarang. aku mau mengurus model yang baru datang dari Surabaya."
brina bergegas meninggalkan alsy. dalam hati alsy tertawa.ia tahu kalau sebenarnya salah satu dari perempuan-perempuan yang sedang mengincar Willy adalah brina sendiri. cuma brina telah bertindak munafik.
ketika petang kian menua alsy sudah siap mengenakan gaun yang indah. blus dan rok dari bahan beludru dengan hiasan Monte dan tassel dari manik-manik.rambutnya yang panjang sebatas punggung disanggul naik, sehingga tampak keindahan lehernya yang tidak terlalu jenjang.alsy benar-benar terlihat lebih cantik dari biasanya.agaknya ia sengaja mempersiapkan dandanan khusus untuk menyambut kehadiran willy.ini adalah malam pertamanya pergi bersama pria tampan itu.
bel di pintu berbunyi.bibi yang membukakan pintu.alsy terburu-buru menyelesaikan lenggak-lenggoknya dalam mematut diri di depan cermin.ia keluar dan segera menuju ke ruang tamu.
"oh,kau..!"sapa alsy bernada kecewa.
bukan Willy yang datang.samuel yang tersenyum memandanginya dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
"wow..!bidadari dari mana itu,ni?" canda Samuel kepada bibi.
"engga tahu tuh!bidadari lagi puber kali!"kemudian sang bibi meninggalkan mereka.mata samuel masih memandangi alsy dengan tiada habis kekagumannya.
"jangan melotot begitu,ah!aku jadi salah tingkah lho,"alsy tersipu-sipu.
"cantik sekali kau malam ini."
"iya dong.sekali-sekali mempercantik diri boleh,kan?"
"kenapa enggak setiap hari saja?"
"Huhh..!keenakan kamu nanti.bisa-bisa setiap hari datang ke sini."
sambil tertawa Samuel berkata, "pasti ada acara,ya?mau pergi dengan Willy?"
"apa kau kecewa kalau aku pergi sama dia?"
"O, enggak!"jawab Samuel dengan cepat.kenapa harus kecewa?itu memang langkah yang tepat.jerat terus dia.jangan beri kesempatan perempuan lain mendekatinya."
"aku sedang berusaha begitu.doakan saja aku berhasil menjadi istrinya yang baik.enggak cepat cerai seperti yang sudah-sudah.
"O, dia pernah bercerai dengan istrinya?" Samuel agak kaget.
"tiga kali dia menikah,tiga kali bercerai. kalau nanti dia memang menikahi ku, maka itu pernikahannya yang ke empat.
Samuel manggut-manggut sambil merenung.ada sesuatu yang meresahkan dirinya.alsy melihat keresahan itu.
"kok kamu jadi bengong.kenapa?"
"hmm... enggak apa-apa,"Samuel menutupi keresahan yang ada.tapi karena alsy mendesak terus,akhirnya Samuel berkata, "aku tengah memikirkan perjalan perkawinan Willy. kalau sudah tiga kali kawin cerai, jangan-jangan dia akan memperlakukan kamu seperti ketiga istrinya dulu. mungkin saja dia hanya ingin mempermainkan kamu?"
"kuharap enggak begitu."
"soalnya,ada lelaki yang gemar kawin cerai hanya karena membutuhkan keperawanan seorang perempuan.hilang keperawanan itu,hilang juga semangatnya memperistri perempuan tersebut."
"ah,kurasa Willy enggak begitu.dia hanya belum mendapat kecocokan dengan ketiga istrinya itu."
mulut alsy memang berkata begitu,tapi hatinya membenarkan kata-kata samuel.pendapat tersebut menjadi bahan renungan baginya.ia jadi kehilangan semangat untuk menjadi istri willy.alsy gelisah.
"tapi jangan takut,Al. ada aku yang akan menjagamu.kalau dia macam-macam sama kamu,ku kerjai dia.
-- eps 4 end --
__ADS_1