Tabir Cinta

Tabir Cinta
eps 7


__ADS_3

"lelaki itu?siapa yang kau maksud?"


"Samuel!"


"Oh!dia...dia..."


"jauhi.agar aku tak terganggu oleh kehadirannya."


"kau tak perlu cemburu pada samuel.dia..."


"jauhi dia.kau sanggup?"desak Willy.


alsy mengerahkan beberapa saat.setelah itu baru menganggukkan kepala,walau belum mempunyai kepastian di dalam hati.


aneh.mengapa dia harus menjauhi Samuel?rasanya itu permintaan yang terberat bagi alsy.hubungannya dengan Samuel bukan sekedar hubungan antara teman.jika ia diminta menjauhi Samuel, berarti alsy harus menjauhi seorang saudara.berat sekali baginya.


alsy benar-benar tak habis pikir.mengapa Willy justru menyuruhnya menjauhi Samuel?mengapa bukan di suruh menjauhi Oscar?padahal Oscar lebih nakal daripada samuel.oscar lebih kurang ajar.anehnya lagi,Willy beberapa hari kemudian menugaskan alsy untuk ikut membantu Oscar dalam urusan dengan sebuah bank.


dongkol sekali hati alsy.namun toh tugas itu harus dilakukan.ia tak berani menolak.karena posisinya sebagai sekretaris dan Oscar untuk sementara ini masih menjadi anak emas Willy, orang kepercayaan Willy untuk urusan keuangan.


berada dalam satu mobil dengan Oscar seperti berada dalam neraka.bukan hanya tangan dan mata Oscar yang nakal,tapi kata-katanya juga membuat alsy jadi mual.


"kamu enggak usah pura-pura bego,alsy.aku tahu malam itu kau di bawa Willy ke sebuah cottage.disana kalian tidur berdua.iya,kan?"


"dari mana kau tahu?"


"Willy cerita padaku.dia sangat berapi-api dan ceria sekali saat menuturkannya.kulihat wajahnya menyimpan kebanggaan atas dirimu. pasti begitu.pasti kau telah di cumbunya."


"jaga mulutmu kalau bicara,Os!"


pria berambut klimis itu tertawa lepas.ia suka melihat wajah alsy jadi cemberut. Oscar girang melihat alsy dongkol hatinya.


"enggak usah sok suci begitu!"


"aku bukan sok suci!aku emang enggak diapa-apakan oleh Willy!hanya dicium dan di peluknya sampai ia tertidur. apakah itu namanya aku di cumbu?!"


"hanya dipeluk dan dicium?mana mungkin seorang lelaki hanya memperlakukan kamu seperti itu?mana mungkin?"Oscar tidak percaya.

__ADS_1


"mungkin saja!"


"pasti lebih dari itu.lebih dari sekedar dipeluk.mungkin saja diraba dan yang terakhir tentunya dibawa ke surga.iya kan?mana ada lelaki yang cuma begitu saja."


"ada saja!Willy itulah orangnya!"bantah alsy.


"ah,suka berlagak ngotot kau ini,"Oscar mencolek paha alsy,membuat alsy kaget dan buru-buru mengepak tangan itu.


"kamu ini kurang ajarnya kelewatan,Os!" geram alsy


Oscar tetap ceria. "Hei,hei,hei...!jangan sewot begitu.kalau mukamu cemberut aku kian bergairah padamu,al.sungguh!"


"kita kembali saja ke kantor.aku gak mau mendampingimu untuk urusan ini. suruh yang lain saja!"


"Willy akan kecewa kalau kau menolak tugasnya.willy akan lebih percaya padaku daripada dengan laporannya. bisa-bisa kau hanya dianggapnya memfitnah aku.he,he,he...."


cup...!tiba-tiba Oscar berhasil mencium pipi kanan alsy dengan gerakan cepat. alsy tidak bisa menghindar. kedongkolannya dilampiaskan dengan tamparan yang cukup kuat di wajah Oscar.


plaak...!


"Auh...!"Oscar langsung berhenti dari tawanya.hanya sejenak.lalu ia menyeringai.memuakkan sekali wajahnya walau dipandang sekejap pun.


napas alsy berhembus cepat karena menahan kedongkolan amat besar. perbuatan tadi jika dilaporkan tak akan mudah dipercaya oleh willy.benar apa kata Oscar tadi.bisa-bisa alsy disangka mau memfitnah Oscar dan berusaha meretakkan hubungan Oscar dan Willy.


rasanya Willy memang lebih percaya kepada Oscar daripada kepada alsy.


waktu Samuel datang ke rumah alsy tengah digeluti rasa cemas.samuel jadi curiga.ia mendesak agar alsy mengatakan penyebab kecemasannya. maka,alsy segera membawa Samuel ke serambi belakang.disana ia bicara tentang pertemuannya dengan Willy di sebuah cottage.


"dia mendesakku agar menjauhi kamu. dia sangat cemburu padamu."


Samuel manggut-manggut. "aku paham. paham sekali maksudnya jika ia sampai menuntut begitu.barangkali Willy tak ingin pernikahannya denganmu nanti terganggu oleh kehadiranku."


"aku sulit,sam.sulit untuk memenuhi permintaannya.tapi Willy cuma minta satu syarat itu saja jika aku ingin dipersunting olehnya,"alsy mendesah dengan wajah penuh gelisah. "padahal seharusnya ia mencemburui Oscar. karena,Oscar sekarang sudah kelewatan kalau menggoda.aku benar-benar muak padanya."


"kau tidak mengadukan perbuatan Oscar pada Willy?"


"Oscar orang kepercayaan willy.tentu setiap kata-katanya akan dipercaya.dan keuntungan itu dipergunakan oleh Oscar untuk memperlakukan aku sekehendak hatinya.ih,benci aku jadinya!"

__ADS_1


"sabar saja,al.sabar!"Samuel mengusap-usap punggung alsy dengan sikap sangat menyayangi.


alsy merasa iba ketika Samuel mengatakan kalau untuk sementara mereka tidak usah saling bertemu. paling tidak alsy mau menuruti keinginan Willy sampai batas perkawinannya nanti.setelah mereka menikah resmi,pertemuan alsy dengan Samuel bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi.


esoknya,pagi-pagi Willy datang ke rumah alsy dengan wajah tegang dan memucat.


"ada apa,Wil?!"alsy jadi ikut tegang.


"Oscar!"Willy menggeragap.


"ada apa dengan Oscar?"


"ia...ia kutemukan meninggal di dalam mobilnya.ia dibunuh!"


Tanah pemakaman telah sepi.mereka yang mengantar pemakaman oscar sudah pulang.di samping kuburan baru itu kini hanya tinggal tiga orang:wilson, alsy,dan dorman.sebagai orang terdekat dengan Willy,setelah Oscar,Dorman merasa perlu membangkitkan semangat Willy dan membuang kedukaan hati lelaki kaya itu.


"sudah makin sore,wil.kau perlu beristirahat."


mata Willy tetap menatap gundukan tanah kuburan yang bertuliskan nama Oscar pada kayu salibnya.willy masih memaparkan kesedihan yang teramat dalam melalui air matanya.bisikan Dorman yang di ulang sampai dua kali itu tidak di dengar.sedikitpun tak ada reaksi dari Willy.


akhirnya alsy berbisik pada Dorman.


"tinggalkan kami berdua.biar aku yang bicara padanya.tunggu saja dimobil."


"Oke.bujuk dia supaya jangan berlarut-larut kesedihannya."


alsy mengangguk.dorman pun meninggalkan tanah pemakaman menuju ke mobil.kini tinggal Willy dan alsy yang berada di samping makam. mereka masih berdiri memandangi makam oscar.alsy sengaja tidak bersuara.ia membiarkan suasana hening mencekam mereka berdua.di berinya kesempatan bagi Willy untuk meratapi kematian Oscar hingga puas. setelah beberapa saat lamanya membisu,barulah kemudian alsy memberanikan diri bicara dangan hati-hati.


"mendung mulai datang,wil.sebentar lagi akan turun hujan.kalau tidak segera pergi kita akan kehujanan disini."


Willy diam.tapi menarik napas panjang-panjang.matanya mulai berkedip.tidak lagi menerawang seperti tadi.


"bukan hanya kau yang butuh istirahat, wil.aku juga capek dan ingin melonjorkan kaki,"kata alsy lagi.


kali ini Willy menatap alsy,seakan baru menyadari keberadaan perempuan cantik itu disampingnya.ia menyambut genggaman tangan alsy.itu pertanda Willy telah keluar dari lingkaran dukanya.


"kita pulang sekarang,ya?"ajak alsy masih dengan lembut.

__ADS_1


dengan gerakan samar-samar Willy menganggukkan kepala.matanya kembali menatap makam.lalu karena mendapat sedikit tarikan dari tangan alsy,kaki Willy pun segera melangkah. pandangan matanya tertuju pada malam perlahan beralih ke arah lain.


-- eps 7 end --


__ADS_2