Tabir Cinta

Tabir Cinta
eps 15


__ADS_3

merinding bulu kuduk willy.gemetar tangannya melepas kunci kontak.ia tak berani memutar kunci karena yakin sebuah bom akan meledak jika kunci kontak itu di putar.oh,bahaya.willy tidak mau hancur berkeping-keping bersama mobilnya.


dengan gerakkan pelan sekali dan jantung berdetak-detak Willy keluar dari mobil.membuka pintu pun dilakukan begitu hati-hati.takut mengaktifkan detonator bom yang di pasang dengan kabel starter.


pucat wajah Willy saat sudah berada di luar mobil.ia tak berani menutup kembali pintu mobilnya.willy mencari orang di tempat parkir itu.karena tak ada orang,ia bergegas ke bagian keamanan gedung dan melaporkan kalau mobilnya dipasangi bom.


hebohkan orang-orang yang ada di gedung.beberapa petugas keamanan diarahkan untuk menyingkirkan mobil-mobil yang ada dalam jarak tertentu dengan mobil willy.bahkan orang-orang yang masih ada di gedung segera diungsikan keluar.gedung langsung dikosongkan.petugas penjinak bom dipanggil dari kepolisian.


"apakah tuan tahu siapa kira-kira orang yang menulis pesan ini?"


"Hmm...tidak.saya tidak tahu.pasti orang yang sedang sakit ingatan alias gila!"jawab Willy ketika ditanyai petugas polisi.


petugas penjinak bom memeriksa dengan teliti seluruh bagian mobil Willy. sampai petang tiba pemeriksaan itu baru selesai.hasilnya,tidak ada bom di dalam mobil willy.ketika seorang petugas mencoba menghidupkan mesin mobil,ternyata aman.tidak ada ledakan apa pun.


"bangsat!dia telah mengecilkan dengan gayanya sendiri!"geram Willy dalam hati. ia tertipu mentah-mentah.malu juga kepada orang-orang yang sempat dibuat tegang oleh peristiwa tersebut.terutama kepada pihak polisi dan keamanan gedung.willy benar-benar malu sekali. berita adanya bom adalah penafsiran otaknya sendiri.


tapi Willy sengaja tidak memberi tahu tentang siapa penulis pesan itu.ia akan semakin malu jika ternyata pada pemeriksaan nanti Samuel menjawab kalau ia tidak pernah menaruh bom di dalam mobil willy.toh pesan yang di tulis juga tidak menyebutkan apa-apa kecuali masalah penundaan perkawinan dan ucapan selamat jalan.


Willy bertekad menyelesaikan masalah itu sendiri dengan samuel.tiba di rumah alsy,Willy menceritakan teror yang di lakukan Samuel tadi.perempuan itu kembali prihatin atas sikap Samuel yang dianggap gila-gilaan.willy mendesak supaya alsy mau mengantarkan ke rumah samuel.tapi alsy menolak.


"biar kuseoesaikan masalah ini dengan dia!jangan kau yang datang menghadapi orang gila itu,"kata alsy.


malam itu juga setelah Willy pulang,alsy meluncur dengan mobil Forsa merahnya menuju rumah samuel.tapi lelaki itu tidak ada di rumah.kemana samuel? pikir alsy dengan seonggok kedongkolan yang terpaksa dipendamnya dalam-dalam.


kalau saja alsy datang satu jam sebelumnya,ia akan bertemu dengan samuel.pria itu gelisah di rumah.ia seperti orang bingung di dalam kamarnya.ingin tidur sukar sekali. akhirnya Samuel teringat brina.ingat pesan brina yang diucapkan sebelum pintu lift tertutup.sebuah club telah disebutkan oleh brina.entoes club.


Samuel tahu di mana letak club tersebut.dia pernah datang bersama seorang teman ke entoes club.club itu adalah tempat nongkrongnya para eksekutif,pengusaha,bankir,dan para jutawan lain.


dulu Samuel datang ke situ bersama 'partner kerja'.tujuannya menemui seorang pengusaha muda untuk di peras duitnya.itu terjadi hampir empat bulan yang lalu.samuel sendiri sudah tidak mengingatnya kalau saja ia tidak ingin menemui brina di sana.dan karena merasa mendapat tantangan dari perempuan sensual yang berkelas itu, maka ia pun datang juga.

__ADS_1


tepat saat Samuel selesai membayar taksi,sebuah mobil Starlet putih mendekat.seorang perempuan tombol turun dari mobil.ini adalah hal yang sangat kebetulan.brina baru saja tiba di club tersebut.matanya cepat menangkap wajah Samuel yang berdiri tak jauh darinya.


"hai!datang juga kau rupanya.aku sudah menduga begitu,"kata brina yang berdandan ala perempuan jetset.


Samuel tersenyum menawan. "sebuah tawaran perempuan cantik tak pernah kulewatkan begitu saja.karenanya aku datang kesini."


"dengan taksi yang tadi?"


"ya!"jawab Samuel tegas.tanpa merasa sungkan dan malu.brina segera menggandeng tangan Samuel dan mengajaknya memasuki gedung.


di ruangan yang berinterior mewah itu Samuel duduk berdua dengan brina. mereka berbincang-bincang. membicarakan masa lalu brina dan obsesi-obsesi yang ada dalam hidupnya.tak terasa malam berjalan dengan cepat.keakraban mereka pun terjalin begitu kilat.


"kau sendiri kenapa enggak segera menikah?"tanya Samuel.


"belum ada yang bisa menggugah seleraku,"bisik brina.ia cekikikan sendiri sambil sesekali bersandar di pundak Samuel.


"seperti apa seleramu itu?"


"kenapa terkejut?"


"karena jantungku berdetak-detak dan hatiku berdesir gelisah."


"kok bisa begitu?"


"Hmm ..mungkin karena hati kecilku berkata pria itu menggairahkan sekali. pasti menyenangkan berada dalam pelukannya."


Samuel tertawa panjang. "nakal juga hati kecilmu ya?"


"dan sejak itu aku selalu berharap bisa bertemu kamu."

__ADS_1


"kalau sudah bertemu mau apa?"


"mau...mengajak kamu tidur di rumahku!"brina cekikikan lagi. mungkin karena pengaruh minuman keras yang telah ditenggaknya beberapa kali. "kau keberatan kalau ku ajak tidur di rumahku?"tantang brina.


"kurasa tidak.cuma aku tidak bisa menjamin apakah akan mampu menyenangkan hatimu atau tidak."


"bagaimana kalau kita coba?oke?"


Samuel jelas tidak menolak.ia sendiri sebenarnya terangsang oleh guyonan nakal brina.apalagi tangan brina sering merayap.samuel sungguh bodoh kalau sampai menolak ajakan itu.


Starlet putih meluncur menembus malam.brina yang mengemudikan mobil.samuel duduk disampingnya dengan sesekali menggoda melalui sentuhan jemari.brina hanya tertawa kegirangan.


"Sam,kamu sepertinya agresif sekali."


"kamu enggak suka?"


"oh...justru itu yang ku suka,"lalu brina tertawa lagi.


"di rumahmu ada siapa,brina?"


"cuma mamiku dan dua adikku.tapi jam segini mereka pasti sudah tidur."


tak diduga brina membelokkan mobilnya memasuki halaman parkir sebuah hotel berbintang.samuel tentu saja keheranan.


"kok kita berhenti di sini?katanya mau kerumahmu?


"aku merubah rencanaku."


brina mengajak Samuel turun dari mobil. perempuan itu tanpa meminta pertimbangan Samuel langsung saja memesan kamar dan mendapatkan kamar di lantai lima.mereka masuk ke sebuah lift.seorang petugas hotel yang akan menunjukan kamar mereka ikut juga.tapi brina tidak mempedulikannya. ia segera meraih wajah Samuel lalu menciumnya.******* bibir Samuel dengan bergairah.samuel sendiri berani memberikan reaksi yang seimbang. petugas hotel itu sampai salah tingkah melihatnya.

__ADS_1


begitu masuk ke kamar brina benar-benar tak mampu bersabar walau sedetikpun.ia mendorong tubuh Samuel hingga terbanting di atas ranjang empuk,lalu mengulang apa yang dilakukannya di dalam lift.samuel pun tanpa segan-segan menampakkan kebolehannya dalam bercinta.


--eps 15 end--


__ADS_2